Terkait Kajian Fatwa Haram PUBG oleh MUI, Memang Apa Dampak Buruknya?

226

MUI (Majelis Ulama Indonesia) diketahui sedang melakukan kajian fatwa haram untuk PUBG (PlayerUnkown’s Battlegrounds). PUBG kini merupakan salah satu game paling populer di kalangan anak muda yang ternyata juga dianggap memberikan pengaruh buruk bagi para penggemar dan pemainnya. Wacana fatwa haram PUBG rupanya berkaitan dengan kasus penembakan brutal di dua masjid Selandia Baru yang belum lama terjadi.

Karena pelaku mengaku mendapat inspirasi tindakan penembakan dari game online tersebut di mana konten mengandung kekerasan sehingga MUI Jawa Barat akhirnya menyerahkan kepada MUI pusat mengenai keputusan fatwa haram game satu ini. Namun selebihnya dari sisi kesehatan, dilansir dari laman Detik Health ada sejumlah kondisi penyakit yang sempat viral dan ada hubungan erat dengan efek kecanduan main game.

  1. Pembengkakan Saluran Kemih

Berdasarkan kasus nyata yang pernah terjadi pada seorang anak usia 10 tahun di London, Inggris, bocah ini sampai malas untuk ke kamar mandi saat sebenarnya ia sedang ingin buang air. Gara-gara terlalu asyik main game, sebagai akibatnya saluran kemih sekaligus ususnya mengalami pembengkakan.

Akhirnya ia pun perlu dibawa ke rumah sakit dan sang dokter yang menangani, dr Jo Begent menyatakan bahwa sebenarnya sang bocah selama 8 jam nonstop bermain game bersama sang ayah sampai menahan buang air. Pemeriksaan MRI menunjukkan pembengkakan yang disebabkan oleh penyumbatan kotoran di dalamnya sehingga membuat sang anak tak bisa buang air dan mengeluh sakit.

  1. Pembengkakan Mata

Lagi-lagi kasus penyakit akibat main game terlalu lama dan kecanduan game ini berdasar pada sebuah kisah nyata, yakni Aa Deden Kusumah yang mengalami bengkak di bagian mata karena permainan Mobile Legends yang ia mainkan hingga larut malam.

Gara-gara begadang main game, radiasi ponsel pun menjadi berdampak buruk bagi kesehatan matanya. Namun menurut dr Elvioza SpM(K) yang merupakan seorang dokter ahli mata menjelaskan bahwa kondisi tersebut lebih mengarah pada computer vision syndrome. Hal ini bakal mengurangi frekuensi mengedip seseorang dan membuat mata kering sekaligus bengkak.

  1. Perdarahan di Mata

Entah itu bermain game lewat ponsel ataupun di komputer, sebenarnya tak baik untuk kesehatan, jadi bukan hanya berlaku pada PUBG saja. Mata lagi-lagi bisa kering karena keseringan dan terlalu lama menatap layar komputer dan ponsel hingga berisiko terjadi perdarahan dari mata.

Mata lelah dan kering saja memang bukan kemudian menjadi alasan dibalik perdarahan di bola mata secara tiba-tiba, tapi lebih kepada cara mengucek mata yang terlalu keras. Fokus pada layar ponsel dan game lalu mengucek mata secara kasar saat gatal dan kering, perdarahan bisa langsung terjadi sehingga hal ini bisa berdampak serius.

  1. Gagal Jantung

Bermain game tanpa henti selama 3 hari berturut-turut membuat seorang pria asal Hunei, Taiwan harus kehilangan nyawanya karena gagal jantung kongestif. Terpapar suhu dingin ditambah dengan kondisi tubuh korban yang teramat kelelahan bisa berujung pada gagal jantung dan kematian.

  1. Stroke

Lagi-lagi ada kasus di mana seorang anak muda kecanduan main game di ponselnya dan akhirnya terserang stroke. Lupa istirahat dan memforsir main game bisa meningkatkan risiko gangguan sistem kardiovaskular dan bisa berakibat pada penyakit stroke di mana hal ini telah dikemukakan oleh para peneliti dari University College London.

  1. Menyamakan Dunia Game dengan Nyata

Tak harus selalu PUBG memang, namun PUBG adalah salah satu game online yang bisa saja memberikan efek pada pemainnya untuk sulit membedakan mana dunia game dan mana dunia nyata. Terlebih di dalam game ini mengandung unsur negatif alias kekerasan yang seperti nyata.

Jika akhirnya ada penerapan pada dunia nyata, maka akhirnya seperti contoh kasus penembakan brutal baru-baru ini yang benar-benar mengerikan. Saking terinspirasinya seorang pemain game tertentu sampai menciptakan perilaku atau tindakan kekerasan secara nyata dan merugikan orang lain jelas tak dapat diterima.

Namun menurut Rafani Achyar selaku Sekretaris MUI Jabar dilansir dari Detik News, pertimbangan fatwa haram PUBG bukan berarti ini kemudian menjadikan kita anti terhadap produk-produk IT apalagi anti games. Hanya saja, MUI berharap game bisa berpengaruh baik bagi anak muda supaya lebih bermanfaat khususnya dalam meningkatkan kecerdasan.