Tiffany SNSD Ungkap Derita Skoliosis, Kenali Penyebab dan Gejalanya

62

Tiffany, anggota girlband legendaris dari Korea Selatan, Girls’ Generation atau yang dikenal dengan SNSD (So Nyeo Shi Dae) dan kini lebih dikenal dengan nama panggung Tiffany Young rupanya dilansir dari Soompi mengungkapkan kesulitannya selama ini sebagai penderita skoliosis. Perjuangannya selama ini tidaklah mudah dalam proses meraih mimpi sebagai artis yang kini kita kenal mampu go international karena penyakitnya tersebut.

Skoliosis yang diidapnya hampir saja memicu dirinya gagal dalam mencapai cita-citanya sebagai seorang artis. Menurutnya, usaha yang ia keluarkan harus dua kali lipat lebih besar dari orang lain dalam meraih impiannya. Bahkan Tiffany pertama kalinya mengatakan bahwa ia mengidap skoliosis justru usai melakukan promosinya.

Wanita kelahiran 1 Agustus 1989 ini juga menceritakan bagaimana rasa lemah dan sakit yang ia rasakan merupakan kekuatan baginya dan ia sampai harus melakukan latihan dua kali lebih banyak bila dibandingkan dengan member lainnya sambil terus menjaga kesehatan. Ia pun memiliki obsesi terhadap fashion sebagai caranya menutupi kekurangannya (skoliosis).

Skoliosis ini sendiri sudah diidapnya dari usia yang sangat muda, bahkan dokter yang menanganinya pun dulu sempat mengatakan bahwa mustahil baginya untuk bisa debut. Tekad wanita berusia 30 tahun ini sungguh besar dan mengalahkan segala ketidakmungkinan melalui pengenalan terhadap tubuhnya, kesehatannya, dan cara ia berdiri sekaligus bernapas.

Skoliosis sendiri adalah tulang belakang yang kondisinya melengkung tak normal yang umumnya dimulai dari usia anak-anak sebelum remaja. Kelihatannya saja ringan, padahal sebenarnya penyakit ini bisa makin berkembang parah yang mampu membuat penderitanya merasakan nyeri hebat sekaligus sulit bernapas sehingga sedari dini perlu untuk menjalani pemeriksaan X-ray.

Berdasarkan penyebabnya, ternyata skoliosis itu dibagi menjadi beberapa jenis yang kita perlu kenali seperti berikut:

  • Skoliosis kongenital – Pada waktu bayi masih berada di kandungan, pertumbuhan tulang belakangnya kurang nomal.
  • Skoliosis idiopatik – Skoliosis yang terjadi disebabkan oleh faktor genetik.
  • Skoliosis degeneratif – Tulang belakang yang rusak dan hal ini lebih kerap dialami oleh orang dewasa saat usianya makin bertambah.

Hanya saja, ada pula beberapa faktor lain yang kita pun harus tahu karena mampu menjadi pemicu skoliosis, seperti halnya:

  • Infeksi tulang belakang
  • Cedera di tulang belakang
  • Cerebral palsy
  • Distrofi otot

Umumnya, skoliosis dapat dilihat dari penampilan yang berubah khususnya di area bahu, pinggul dan dada, entah itu salah satu bagian bahu nampak tinggi, tidak meratanya tinggi pinggang, condong pada satu sisi saja, serta salah satu bagian pinggul atau tulang belikat menonjol.

Pada kasus Tiffany yang menurut kisahnya sudah dari kecil mengalami skoliosis, maka nyeri punggung kemungkinan sudah ia rasakan secara jangka panjang. Beberapa hal yang juga turut berisiko terjadi sebagai komplikasi adalah gangguan di bagian paru-paru serta jantung.

Penanganan yang diberikan pada orang dewasa pengidap skoliosis biasanya adalah obat-obatan khusus pereda nyeri atau bisa juga suntik kortikosteroid apabila penderita merasakan adanya tekanan di saraf tulang belakang. Selain itu, masih ada pilihan untuk menjalani operasi ketika skoliosis sudah tergolong parah.

Tiffany mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para penggemar sekaligus sesama member SNSD yang baginya adalah keluarga. Walau tengah mengidap skoliosis, dukungan tak pernah berhenti mengalir untuknya. Dirinya juga mengaku ingin membantu para anak muda yang menderita skoliosis karena menurutnya kepedulian bagi orang-orang penderita skoliosis masih sangat sedikit.