Thursday, July 18, 2019
Home Penyakit dan Kelainan Neuropati Femoralis

Neuropati Femoralis

Neuropati femoralis juga dikenal sebagai sebuah kondisi disfungsi saraf femoralis dan situasi seperti ini terjadi justru ketika kita tak bisa merasakan apa-apa pada bagian kaki atau sama sekali tak bisa bergerak karena saraf yang rusak. Saraf yang mengalami kerusakan dan berpengaruh pada terbatasnya pergerakan tubuh adalah saraf femoralis.

Neuropati femoralis dapat terjadi sebagai akibat dari adanya tekanan yang diperoleh saraf tersebut secara jangka panjang. Namun, ada pula kerusakan saraf yang diakibatkan oleh luka maupun penyakit tertentu. Meski begitu, pada kasus-kasus neuropati jenis ini, tanpa pengobatan pun kondisi dapat sembuh dan pulih sepenuhnya meski juga ada yang tetap memerlukan perawatan khusus saat gejala makin buruk.

Gejala dan Komplikasi

Pada kasus neuropati jenis femoralis ini, sulit bergerak adalah akibat paling utama yang muncul saat saraf femoralis mengalami kerusakan. Hal ini pun berpengaruh pada bagian kaki hingga lutut yang akan merasakan kelemahan. Ketika sudah demikian, kita tak akan dapat lagi memberikan tekanan di bagian yang melemah atau kondisinya menjadi lebih serius.

Berikut ini adalah sejumlah tanda-tanda bahwa Anda sedang mengalami neuropati femoralis, khususnya jika merasakan adanya sensasi yang tak biasa dan membuat tidak nyaman di area kaki.

  • Otot ekstremitas bawah melemah.
  • Kaki atau lutut terasa begitu lemah hingga tak bisa berdiri dengan baik.
  • Sulit untuk meluruskan lutut karena paha depan yang mulai lemah.
  • Daerah genital mengalami rasa nyeri pegal.
  • Bagian kaki seluruhnya akan mengalami kesemutan.
  • Mati rasa pada kaki bagian manapun, namun umumnya bagian paha hingga kaki bawah meski juga dapat terjadi di bagian paha luar dan dalam saja.

Apakah gejala-gejala yang terjadi dapat menjadi lebih berbahaya? Saraf femoralis yang lama-kelamaan terus-menerus mendapatkan tekanan mampu menyebabkan hambatan aliran darah pada area yang terkena. Dengan begitu, kerusakan jaringan dapat berpotensi menjadi lebih luas karena aliran darah pun mengalami penurunan dan sebagai risikonya, berikut ini beberapa kondisi yang kemungkinan bisa penderita alami sebagai bahaya komplikasi:

  • Perdarahan internal berbahaya yang bisa disebabkan oleh vena atau arteri femoralis yang ikut rusak sebagai akibat dari luka.
  • Kompresi saraf yang bisa terjadi sebagai akibat dari trauma yang memicu kerusakan, terutama cedera dan pendarahan pada arteri.
  • Mudah terjatuh ketika berdiri atau berjalan karena otot kaki makin lemah.
  • Patah tulang pinggul adalah bahaya komplikasi yang paling sering dijumpai pada penderita neuropati femoralis pada orang dewasa dan lansia, terutama ketika otot lemah dan mudah terjatuh.

Penyebab

Saraf femoralis merupakan saraf besar yang turut bekerja mengendalikan kinerja kaki kita di mana letaknya ada di dekat pangkal paha. Manusia dapat menggerakkan pinggul sekaligus meluruskan dan menekuk lutut karena saraf femoralislah yang mengendalikannya.

Ketika kerusakan dialami pada bagian saraf femoralis, kemampuan berjalan pun otomatis menurun dan bahkan mampu memicu masalah kehilangan sensasi di bagian kaki seluruhnya. Mati rasa dan kelemahan yang dialami oleh kaki adalah efek dari saraf yang sudah tak mampu bekerja dengan baik. Penyebabnya pun bisa bermacam-macam, seperti:

  • Cedera secara langsung.
  • Penyakit diabetes.
  • Perdarahan hingga sampai di ruang belakang perut.
  • Patah tulang panggul.
  • Tekanan pada saraf yang berkepanjangan.
  • Tumor
  • Paparan radiasi di bagian panggul.
  • Penempatan kateter yang ada di arteri femoralis, biasanya dipasang sebagai bagian dari prosedur operasi tertentu.

Diabetes disebut-sebut sebagai salah satu penyebab neuropati femoralis karena memang fluktuasi gula darah bisa terjadi karena kerusakan saraf yang meluas berikut kenaikan tekanan darah. Sebagai akibatnya, kaki, jari kaki, lengan dan tangan terpengaruh oleh kerusakan saraf yang kita sebut sebagai neuropati perifer. Masih diteliti lebih jauh akan perbedaan dari neuropati perifer dan neuropati femoralis dan apakah neuropati femoralis sendiri merupakan bentuk amyotrofi diabetes.

Diagnosa dan Pengobatan

Setelah gejala cukup mengkhawatirkan dan timbul dugaan akan neuropati femoralis, perlu diadakan pemeriksaan dan berikut ini merupakan metode diagnosa yang secara umum perlu ditempuh oleh pasien gejala neuropati femoralis.

  • Pemeriksaan fisik
  • Pengajuan pertanyaan kepada pasien tentang apakah pasien baru saja menempuh operasi dan apakah baru-baru ini mengalami cedera.
  • Pengajuan pertanyaan tentang riwayat kesehatan pasien.
  • Pengujian otot tertentu yang terasa tak biasa.
  • Konduksi saraf dengan tujuan untuk memeriksa tingkat kecepatan impuls listrik pada saraf yang terkena.
  • CT scan yang bertujuan agar pertumbuhan tulang atau pembuluh darah dapat terdeteksi.
  • Elektromiografi yang biasanya dilakukan setelah tes konduksi saraf.
  • Pemeriksaan MRI dengan tujuan mencari adanya tumor atau massa lainnya yang menjadi pemicu kompresi pada saraf.

Setelah proses diagnosa selesai dan telah diperoleh hasil pemeriksaan seluruhnya, dokter baru akan dapat memberikan anjuran perawatan yang tepat. Pengobatan akan ditentukan menurut kondisi gejala yang dirasakan oleh pasien sekaligus juga tergantung dari tingkat keparahan kondisi.

  • Terapi Obat

Untuk menjadi pereda dan penurun risiko peradangan, maka obat kortikosteroid suntikan penting untuk diberikan. Pada umumnya, obat jenis ini akan menghilangkan bengkak sekaligus membuat rasa sakit menjadi lebih ringan. Nyeri neuropatik pada umumnya bisa diatasi dengan obat-obat seperti pregabalin, amitriplin serta gabapentin sesuai resep dokter.

  • Terapi Fisik

Karena bagian ototlah yang mengalami akibat dari kerusakan saraf femoralis, otomatis terapi fisik dibutuhkan untuk mengembalikan kekuatan otot kaki. Terapi fisik perlu dijalani oleh pasien sambil dituntun oleh ahli terapis profesional yang akan membimbing latihan peregangan dan peningkatan kekuatan otot kaki. Dalam terapi ini, rasa sakit otomatis akan menjadi berkurang dan mobilitas pun meningkat.

  • Penggunaan Alat Bantu

Perangkat ortopedi biasanya diperlukan juga selama masa pemulihan dan perawatan pasien dengan gejala neuropati femoralis. Guna dari perangkat tersebut adalah sebagai penolong bagi pasien, terutama saat berjalan. Ada pula alat khusus yang bisa digunakan oleh pasien agar lutut tidak mudah tertekuk.

  • Operasi

Saat saraf femoralis mengalami kerusakan dikarenakan adanya tumor, pertumbuhan tulang atau jaringan abnormal serta massa lainnya, maka operasi menjadi jalan terbaik. Dengan operasi, penyebab tekanan pada saraf femoralis pun akan dapat dikurangi dengan baik sehingga tak ada lagi penghalang.

Apabila memang neuropati femoralis disebabkan oleh diabetes, maka cara untuk menurunkan risiko neuropati jenis ini adalah dengan mengikuti cara menjaga kadar gula darah agar normal. Selalu cek kesehatan secara rutin dan menyeluruh agar mampu menghindari penyakit-penyakit serius yang kiranya menjadi pemicu atau peningkat risiko penyakit neuropati.

No posts to display

Recommended