Monday, September 23, 2019
Home Penyakit dan Kelainan Neuroma Akustik

Neuroma Akustik

Neuroma akustik memiliki istilah lain yang kita bisa sebut dengan vestibular schwannoma di mana ini adalah kondisi munculnya tumor jinak alias tumor yang tak bersifat kanker yang berpengaruh terhadap saraf penghubung otak dan telinga. Jadi, bisa dikatakan juga bahwa neuroma akustik ini adalah tumor otak jinak. Sebagai efeknya, terjadilah gangguan pada fungsi keseimbangan tubuh, terutama bagian pendengaran.

Gejala

Neuroma akustik walau diketahui sebagai tumor jinak, tetap menimbulkan beberapa tanda atau gejala pada penderitanya yang ditentukan dari ukuran tumor itu sendiri. Gejala yang tak begitu serius biasanya ditimbulkan oleh ukuran tumor yang tergolong masih kecil. Namun, selalu ada potensi perkembangan gejala bila tumor terus berkembang yang kemudian menjadi tekanan bagi saraf keseimbangan dan pendengaran.

Perlu diketahui pula bahwa tumor yang muncul mampu memberikan tekanan pada saraf pengendali otot serta pembuluh darah yang berada di sekelilingnya. Berikut ini merupakan sejumlah gejala yang umumnya dikeluhkan bila seseorang diduga mempunyai tumor akustik.

  • Vertigo
  • Kehilangan pendengaran yang terjadi baik itu secara mendadak atau bisa juga secara bertahap. Pada umumnya, gejala ini dialami pada satu telinga saja.
  • Tubuh cepat lelah.
  • Mati rasa atau kesemutan pada wajah.
  • Mati rasa atau kesemutan di bagian telinga.
  • Rasa nyeri pada wajah.
  • Rasa nyeri pada area telinga.
  • Kesulitan dalam memahami pembicaraan.
  • Gangguan penglihatan.
  • Mudah mengalami kebingungan.
  • Sulit menelan.
  • Sakit kepala.
  • Suara berubah serak.
  • Wajah terasa lemah.
  • Memiliki gangguan keseimbangan pada tubuh.
  • Mengalami kekikukan.

Ketika tumor sudah mulai bertumbuh dan membesar, biasanya gejala-gejala seperti kesemutan dan mati rasa pada area wajah dan telinga, kemudian sakit kepala, kebingungan, kekikuan serta kelumpuhan pada wajahlah yang akan terjadi karena tekanan pada saraf.

Kapan harus memeriksakan diri ke dokter?

Ketika tanda atau beberapa gejala neuroma akustik seperti yang sudah disebutkan tersebut dialami oleh Anda, maka jangan ragu lagi untuk pergi memeriksakan diri ke rumah sakit atau dokter. Saat pendengaran mengalami gangguan secara tiba-tiba, keseimbangan tubuh bermasalah, tubuh kesemutan di beberapa daerah tertentu, mulai sulit menelan, disertai pula dengan sakit kepala, segeralah ke dokter.

Penyebab

Penting untuk lebih dulu tahu bahwa jenis neuroma akustik ada 2, yakni bentuk yang ada hubungannya dengan sindrom neurofibromatosis tipe II atau disingkat NF2 serta bentuk sporadis. Kelainan bawaan dengan adanya pertumbuhan tumor bersifat non kanker pada sistem saraflah yang kita sebut dengan NF2.

Tumor paling umum adalah neuroma akustik dan paling kerap dialami pada kedua sisi telinga. Karena NF2 merupakan kelainan yang termasuk langka, maka neuroma akustik yang umumnya dapat menyerang adalah bentuk sporadis. Belumlah jelas diketahui apa penyebab dari neuroma akustik dalam bentuk sporadis, namun faktor paparan radiasi tinggi diketahui bisa menjadi pemicunya, khususnya bila mengenai leher dan kepala.

Menurut American Hearing Research Foundation, 95 persen kasus neuroma akustik adalah bentuk sporadis dan berikut ini adalah sejumlah faktor risiko untuk diketahui sekaligus Anda bisa waspadai.

  • Faktor Radiasi – Paparan radiasi rendah maupun tinggi menjadi salah satu faktor yang diduga menimbulkan neuroma akustik pada seseorang, terutama apabila bagian leher dan kepalalah yang terpapar radiasi.
  • Faktor Riwayat Kesehatan Keluarga/Bawaan – Hal ini tergolong langka karena diketahui hanya sekitar 5 persen kasus saja di mana penderita neuroma akustik memiliki NF2. Meski termasuk langka, faktor ini pun tetap perlu diketahui dan diwaspadai.
  • Faktor Usia – Kebanyakan orang dapat menderita neuroma akustik pada usia mereka antara 30 dan 60 tahun. Maka jika pada usia tersebut dan Anda mengalami beberapa gejala neuroma akustik, jangan ragu untuk ke dokter segera agar dapat terdeteksi dari awal sebelum tumor berkembang lebih jauh.

Beberapa studi pun menduga bahwa paparan jangka panjang akan suara-suara bising yang keras atau kaitan dengan penggunaan ponsel cukup mampu meningkatkan risiko kemunculan tumor jinak ini. Hanya saja, penelitian atau studi tentang faktor ini masih belum dikonfirmasi kebenarannya apakah sungguh-sungguh mampu meningkatkan potensi seseorang dalam menderita neuroma akustik.

Pengobatan

Ketika mendatangi seorang dokter karena Anda merasa bahwa gejala yang dikeluhkan cukup berbahaya, maka dokter kiranya akan meminta Anda menempuh metode pemeriksaan dengan pemindaian. CT scan atau bahkan pemeriksaan MRI adalah yang perlu Anda tempuh untuk memeriksa bagian kepala. Namun tergantung pada gejala yang dialami lainnya, Anda kemungkinan juga akan diminta menjalani metode diagnosa lainnya.

Tes pendengaran, tes fungsi batang otak, hingga tes keseimbangan merupakan serangkaian metode pemeriksaan yang kiranya diperlukan juga. Metode-metode diagnosa tersebut dibutuhkan ketika pasien ingin menyingkirkan penyebab timbulnya kondisi gangguan pendengaran, pusing, vertigo dan sebagainya. Tes-tes tersebut juga sangatlah berguna untuk membedakan gejala neuroma akustik dengan kondisi dengan gejala serupa, seperti aterosklerosis, neuritis, meningioma dan juga penyakit Meniere.

Pengobatan Medis

Penanganan yang diberikan oleh dokter akan berdasarkan pada tingkat perkembangan tumor itu sendiri di dalam tubuh penderitanya, yakni meliputi posisi tumor dan juga ukurannya. Tentu pengobatan juga diberikan tergantung dari kondisi kesehatan Anda secara menyeluruh agar tepat.

  • Terapi Radiasi

Terapi radiasi kemungkinan akan diberikan oleh dokter di mana metode perawatan ini tergolong cukup umum dan stereotactic radiosurgery-lah yang dipilih. Tujuan utama dari terapi ini adalah agar pertumbuhan tumor dapat dihentukan dan dengan begini, fungsi saraf pendengaran bisa terjaga dengan baik berikut juga saraf wajah.

Radiasi merupakan jenis terapi yang biasanya pelaksanaannya bertujuan juga menangani tumor yang ukurannya masih kecil di mana diameternya tak lebih dari 3 sentimeter. Dokter berkemungkinan menyarankan Anda untuk menjalani terapi radiasi apabila memang kondisi kesehatan tak memenuhi syarat untuk menempuh jalur operasi.

Proses terapi ini dilakukan dengan menggunakan sinar gamma yang diarahkan pada tumor setepat-tepatnya dan hal ini tak akan merusak jaringan yang ada di sekelilingnya. Namun, Anda perlu juga mewaspadai adanya efek samping dari terapi radiasi ini, seperti otot wajah yang mati rasa, telinga berdengung, keseimbangan terganggu hingga yang paling serius, terapi yang gagal sehingga pertumbuhan tumor dapat terus berlanjut.

  • Pemindaian dan Audiometri

Dokter hanya akan melakukan tes pemindaian sebagai metode pengamatan apabila tumor yang ada di dalam tubuh pasien tergolong kecil dan pertumbuhannya cukup lambat. Pengamatan juga dapat dilakukan dengan audiometri di mana pelaksanaan pengamatan dan juga pemeriksaan biasanya berkala, seperti 6 bulan atau 1 tahun sekali.

  • Operasi

Solusi yang paling tepat dan akan dianjurkan dokter ketika mengetahui bahwa tumor bertumbuh makin besar adalah operasi. Prosedur operasi ini pada umumnya dilaksanakan oleh dokter khusus seperti dokter ahli bedah saraf. Tujuan operasi ini sendiri adalah untuk mengangkat tumor berikut juga membuat fungsi saraf wajah tetap baik.

Operasi ini juga bermanfaat dalam mencegah kelumpuhan saraf wajah dan membuat fungsi pendengaran terjaga pula dengan baik. Untuk awal prosedur, dokter akan memberikan bius umum di mana hal ini kemudian dilanjutkan dengan proses memotong tumor yakni melalui pembukaan tulang tengkorak atau melalui bagian dalam telinga.

Walau tampak menjanjikan karena mampu mengangkat atau memotong tumor, operasi tak selalu mampu membuat seluruh tumor hilang karena operasi. Hal tersebut bisa saja disebabkan oleh lokasi tumor yang ada pada area vital otak maupun saraf wajah atau bisa saja posisinya yang sangat dekat dengan bagian-bagian vital tersebut. Bila diangkat, maka ada potensi besar saraf akan rusak berikut jaringan pada area tumor.

Pengobatan Alami

Selain pengobatan medis, beberapa bahan alami pun dapat dijadikan sebagai metode pengobatan yang lebih aman tanpa efek samping berbahaya namun tetap memberikan efek baik bagi tubuh penderita.

  • Ginkgo biloba – Herbal satu ini dikenal sebagai salah satu pengobatan efisien. Herbal satu ini mampu membantu meningkatkan sirkulasi darah dan bahkan membantu membuat memori serta perhatian dari seorang penderita menjadi lebih baik.
  • Teh hijau – Kaya akan antioksidan, teh hijau mampu menjadi penghambat zat-zat kimia di dalam tubuh penderita gejala neuroma akustik agar tak meningkatkan pertumbuhan tumor. Namun konsultasikan lebih dulu dengan dokter Anda sebab kita harus yakin lebih dulu bahwa kondisi tubuh sudah termasuk baik dalam menerima pengobatan alami.
  • Kunyit – Kunyit bermanfaat dalam membantu meningkatkan sirkulasi darah di sekitar area yang yang ditumbuhi tumor. Kurkumin di dalamnya merupakan kandungan yang juga akan membantu membuat tumor menyusut.

Risiko komplikasi apa saja yang dapat terjadi?

Sebaiknya Anda tidak menganggap enteng akan neuroma akustik ini karena penyakit ini nyatanya mampu menjadi penyebab kondisi-kondisi berbahaya yang kita sebut dengan komplikasi. Bahkan risiko komplikasi ada yang sampai bersifat permanen, seperti halnya:

  • Hilangnya pendengaran.
  • Keseimbangan tubuh terganggu.
  • Otot wajah mengalami kelumpuhan.
  • Telinga terus-menerus berdengung.
  • Hidrosefalus di mana hal ini bisa dialami penderita sebagai akibat tumor besar yang menekan batang otak.

Neuroma akustik mulai dari gejala, penyebab, bahkan pengobatan medis dan alaminya hingga risiko komplikasi telah diulas. Kiranya ketika gejala tak wajar mulai kelihatan dan terasa mengganggu, temui dokter untuk memeriksakan diri agar dapat ditangani secepatnya sebelum tumor berkembang.

No posts to display

Recommended