Monday, May 27, 2019

Midriasis

Midriasis merupakan sebuah kondisi gangguan kesehatan pada mata yang tergolong langka dan ditandai dengan pupil mata yang melebar dalam waktu yang lama; berbeda dari anisocoria yang ukuran pupil tidaklah sama. Orang-orang dengan gangguan kesehatan mata ini, pupil mata biasanya akan tetap mengalami pelebaran dalam waktu lama yang tak normal sehingga dengan kata lain, pupil tersebut mengalami kegagalan untuk kembali pada kondisi normal.

Pupil mata merupakan bagian lingkaran berwarna hitam pada mata setiap manusia dan tugas utama pupil mata adalah sebagai pengumpul cahaya serta membawanya ke retina supaya kemudian terjadilah pembentukan gambar. Pupil kemudian biasanya melebar atau memanjang, terutama ketika merespon terhadap cahaya rendah untuk bisa mendapatkan serta mengumpulkan cahaya lebih banyak.

Melebarnya pupil sebenarnya bukan hanya karena ingin menangkap cahaya saja, terkadang ada alasan lain yang tak ada hubungannya dengan tingkat cahaya pada lingkungan. Bahkan ada pula kejadian di mana pupil tetap dalam kondisi besar atau lebar walau kita tengah berada di lingkungan dengan tingkat cahaya tinggi. Midriasis adalah kebalikan dari miosis (penyempitan pupil mata).

Gejala

Kondisi dari midriasis ini ditandai utama dengan dilatasi pupil dalam waktu yang tergolong lama. Pada seseorang yang mengalami pelebaran atau dilatasi pupil, orang tersebut tak menderita gejala yang membuatnya merasa sakit, namun memang ada ketidaknyamanan yang berlaku hingga kondisi tertangani secara total dan keadaan penderita pulih.

Sebagian penderita midriasis yang lain pada umumnya khawatir akan beberapa masalah yang bisa timbul, seperti sakit kepala karena jika berkaitan dengan mata, maka kepala biasanya bisa menjadi pusing. Pupil membesar atau melebar adalah contoh gejala dari kondisi midriasis yang paling umum dan utama sehingga patut untuk kita waspadai.

Kapan seharusnya memeriksakan diri ke dokter?

Saat kita sendiri sudah menyadari bahwa mata kita mengalami dilatasi bahkan ketika berada pada lingkungan dengan tingkat cahaya tinggi, segera perlu diperiksakan ke dokter. Akan lebih baik apabila memeriksakan kondisi mata pada sang ahli, atau seorang dokter spesialis mata. Bahkan sewaktu kita menyadari bahwa pupil mata kita lebih besar dan tampak tak normal dalam waktu lama, jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan agar tidak berbahaya di kemudian hari.

Penyebab

Selain gejalanya, penting bagi kita untuk juga mengenali apa saja penyebab midriasis. Berbagai alasan dapat terjadi dibalik terjadinya pembesaran atau pelebaran pupil mata, berikut ini merupakan sejumlah faktor yang kemungkinan meningkatkan risiko midriasis.

  • Cedera Mata

Ketika mata pernah mengalami cedera atau luka, kerusakan dapat terjadi di bagian saraf pengendali iris atau pupil mata. Hal ini kemudian dapat berpengaruh dalam respon normal pupil sehingga mendapatkan gangguan terhadap tingkat cahaya di lingkungan kita berada.

  • Neuropati Saraf Kranial

Neuropati saraf kranial yang juga termasuk dalam jenis kelainan saraf merupakan kondisi kerusakan saraf secara bertahap yang masuk ke mata. Pada kondisi ini, saraf okulomotor berpengaruh pada melebar atau menyempitnya pupil mata sehingga midriasis pun terjadi karena kerusakan tersebut. Jenis neuropati ini mampu memberikan dampak pada salah satu atau bahkan kedua mata kita. Gangguan penglihatan adalah gejala paling utama.

  • Penggunaan Obat Tertentu

Obat-obatan seperti halusinogen, kokain, ekstasi hingga kristal metamfetamin mampu menjadi faktor penyebab midriasis. Ini karena reseptor serotonin pada otak akan terpengaruh karena sebagian obat tersebut sehingga pelebaran pupil pun terjadi. Selain dilatasi pupil mata, ada pula efek lainnya seperti kecanduan obat, masalah perilaku, kerusakan organ hati, ketidaknormalan irama jantung, mual-mual, hingga sistem daya tahan tubuh rendah.

  • Peningkatan Oksitosin

Kadar oksitosin di dalam tubuh yang meningkat mampu menyebabkan pupil mengalami dilatasi ringan hingga sedang. Pelepasan oksitosin adalah ketika seseorang melakukan olahraga atau kegiatan fisik lainnya dan bahkan selama persalinan pun bisa terjadi. Menurut penelitian, kadar oksitosin yang sangat tinggi mampu berpengaruh pada kenaikan respon terhadap wajah kita sehingga dapat berpengaruh pada pupil mata.

  • Antikolinergik

Zat ini merupakan penghambat bahan kimia tertentu supaya tak sampai tertransmisi ke mata maupun kelenjar atau otot tertentu di dalam tubuh. Antikolinergik ini merupakan salah satu alasan mengapa pupil mengalami dilatasi dan bahkan keluhan kesehatan lainnya, seperti mulut kering, sembelit, hingga kadar keringat yang menurun.

  • Cedera Otak

Ketika pupil mata mengalami dilatasi, hal ini tak hanya dapat disebabkan oleh cedera pada mata langsung, cedera otak traumatis pun bisa saja menjadi penyebabnya. Ini karena cedera otak mampu menjadi peningkat tekanan intrakranial yang kemudian berpengaruh pada bagian mata yang biasanya satu sisi mata saja.

Pengobatan

Gejala seperti pelebaran pupil mata walau berada di tempat terang menjadi hal yang perlu untuk diperiksakan segera. Beberapa tes mata pun perlu ditempuh untuk mendeteksi kebenaran kondisi midriasis pada pasien. Tujuan dari metode diagnosa pun adalah sebagai penyingkir adanya kemungkinan kondisi lain dengan gejala yang sama, seperti disfungsi saraf kranial, midriasis traumatis, farmakologis midriasis, pupil tonik adie, dan lainnya.

Saat benar-benar telah terdeteksi midriasis adalah kondisi utama yang menyebabkan timbulnya berbagai gejala yang sudah disebutkan, seperti rasa tidak nyaman pada mata sewaktu pupil terus melebar tanpa bisa kembali normal, beberapa langkah perawatan pun diperlukan. Pengobatan oleh dokter biasanya akan menyesuaikan dengan penyebab dari kondisi midriasis dan juga tingkat keparahannya.

  • Penggunaan lensa kontak atau kacamata hitam khusus menjadi solusi yang diberikan oleh dokter supaya membantu pemulihan mata dan mendukung fungsi penglihatan sehari-harinya. Penggunaan kacamata hitam lebih dianjurkan ketika pasien sedang berada di lingkungan dengan tingkat cahaya tinggi. Namun, selalu juga waspada terhadap bahaya lensa kontak pada mata.
  • Operasi adalah pilihan terakhir bagi beberapa kasus tertentu di mana penderita tak lagi bisa mendapatkan pertolongan hanya melalui obat atau bahkan kacamata/lensa kontak.
  • Penggunaan obat seperti Cyclomydril dan Phenylephrine merupakan contoh obat yang biasanya diberikan dengan tujuan memulihkan kondisi pasien, khususnya pasien midriasis yang melakukan langkah medis operasi.
  • Menghindari mengemudi di siang hari.
  • Menghindari paparan sinar matahari secara langsung.
  • Menghindari membaca buku atau apapun dalam jarak yang dekat.

Penggunaan kacamata atau lensa kontak pada dasarnya merupakan langkah perawatan dari dokter yang bertujuan utama sebagai pengaman mata hingga mata benar-benar sembuh. Alat pengaman mata tersebut perlu dipakai setiap hari selama fase pengobatan supaya segala bentuk reaksi buruk pada mata dapat dihindari dengan baik.

Midriasis adalah contoh gangguan pada pupil mata yang mengalami dilatasi yang sebenarnya tidak memiliki komplikasi khusus, dan berbahaya. Namun demi kesembuhan yang lebih cepat, segera setelah menyadari gejala terjadi pastikan untuk memeriksakannya ke dokter. Tak ketinggalan, selalu gunakan cara menjaga kesehatan mata yang tepat supaya tak memperburuk kesehatan mata.

No posts to display

Recommended