Sunday, January 20, 2019
Home Penyakit dan Kelainan Keratosis Pilaris

Keratosis Pilaris

Keratosis pilaris merupakan sebuah keadaan gangguan kesehatan kulit yang tergolong umum serta tak begitu berbahaya dengan tanda-tanda berupa kulit kering, munculnya benjolan kecil di bagian paha, lengan atas, bokong dan pipi, serta adanya bercak kasar di permukaan kulit. Benjolan yang timbul pada umumnya tak gatal maupun sakit seperti beberapa masalah kesehatan kulit lainnya.

Benjolan kecil tersebut lebih mirip bentol-bentol yang mirip jerawat di mana bukan hanya bisa muncul pada area-area tubuh tadi, melainkan juga pada kulit kepala, wajah, serta alis. Ketika keratosis pilaris ini diderita oleh anak-anak dan remaja, otomatis kondisi akan bisa sembuh dengan sendirinya saat usia mereka mulai memasuki 30 tahun.

Penyebab

Gangguan kesehatan kulit satu ini merupakan gangguan kulit yang jinak sehingga tak akan membahayakan kesehatan walau pada sejumlah kasus benjolannya terutama pada wajah dapat meradang. Meski tak menjadi kondisi medis serius, karena keratosis pilaris bisa muncul pada wajah dan lengan, penampilan pun akhirnya terpengaruh dan terganggu.

Saat keratin atau protein padat pelindung kulit dari infeksi dan senyawa atau zat kimia berbahaya menumpuk, keratosis pilaris pun terjadi. Penebalan akan keratin ini terletak di bagian permukaan kulit yang memiliki istilah keratosis. Lubang pori disumbat oleh keratin di mana di sana ada folikel rambut. Pelebaran pori-pori pun terjadi karena sumbatan yang terjadi cukup terbilang padat.

Permukaan kulit dapat menjadi kasar dan bersisik ketika pembentukan sumbatan di sana cukup banyak dan inilah yang menjadi faktor pemicu kondisi tersebut. Hanya saja, faktor yang menyebabkan keratin menumpuk belumlah jelas diketahui, namun diduga bahwa hal ini berkaitan erat dengan adanya kondisi gangguan kulit lainnya serta penyakit turunan. Di bawah ini merupakan sejumlah faktor risiko keratosis pilaris.

  • Jenis kelamin – Wanita jauh lebih banyak yang menderita keratosis pilaris ketimbang pria dan wanita justru yang diketahui lebih rentan terserang keratosis pilaris.
  • Usia – Faktor usia turut menjadi faktor peningkat risiko keratosis pilaris di mana kondisi ini jauh lebih gampang menyerang anak-anak serta remaja. Pada umumnya pun, keratosis pilaris merupakan sebuah kondisi yang umumnya juga dialami oleh orang-orang yang usianya di pertengahan 20-an.
  • Ras – Walau siapapun mampu mengalami masalah kulit satu ini, orang-orang keturunan Celtic dapat memiliki risiko lebih tinggi terkena keratosis pilaris ini.

Sebelumnya telah dibahas sekilas tentang adanya kemungkinan keratosis pilaris terjadi karena berkaitan dengan kondisi gangguan kulit lainnya, yaitu:

  • Eksim
  • Iktiosis
  • Kegemukan atau obesitas
  • Melanoma
  • Demam
  • Kulit kering
  • Dermatitis atopik

Pada dasarnya, keratosis pilaris pun diketahui lebih banyak dialami oleh orang-orang kulit putih dan hal ini cukup umum. Untuk mengetahui penyebab dari munculnya keratosis pilaris, dokter biasanya hanya perlu mendiagnosa hanya dengan melihat kondisi kulit Anda dan tanpa adanya tes-tes lain.

Gejala

Keratosis pilaris pada dasarnya dapat dialami oleh siapa saja walau memang anak-anak, remaja, serta wanita adalah yang paling tinggi risikonya. Sejumlah gejala atau tanda umum keratosis pilaris dapat disimak di bawah ini untuk lebih jelasnya.

  • Benjolan-benjolan kecil menyerupai jerawat di bagian bokong, paha, lengan atas serta pipi.
  • Benjolan-benjolan kecil tersebut biasanya tak terasa sakit.
  • Kulit kasar dan kering pada area benjolan.
  • Permukaan kulit seperti kulit ayam atau seperti amplas yang begitu kasar serta berbintik-bintik kecil.
  • Kondisi dapat lebih buruk ketika perubahan musim sehingga menurunkan tingkat kelembaban kulit sehingga kulit jauh lebih kering dari normalnya.
  • Walau pada banyak kasus kulit penderita tak mengalami rasa gatal, namun ada sebagian kasus di mana penderitanya terkadang gatal.

Berhati-hatilah ketika cuaca berubah dingin apalagi kalau memang pada dasarnya memiliki kondisi tipe kulit yang kering karena dapat menjadi jauh lebih buruk.

Kapan harus memeriksakan diri ke dokter?

Pergilah ke dokter untuk memeriksakan gejala yang timbul ketika kondisi kulit membuat Anda khawatir dan menurunkan rasa percaya diri Anda. Bila terjadi pada anak Anda, sebenarnya tak ada perawatan khusus untuk kondisi ini, namun bila penampilan anak menjadi kurang baik dan si kecil pun merasa tak nyaman, segera konsultasikan dengan dokter.

Alangkah lebih dianjurkan untuk pergi ke dermatologi atau dokter spesialiskulit. Dokter akan lebih gampang dalam membuat diagnosa dengan memeriksa kondisi kulit dari karakteristik benjolan-benjolan yang muncul pada kulit. Dengan pemeriksaan dini, maka dokter kiranya akan membantu serta mencegah adanya kemungkinan kulit mengalami peradangan.

Pengobatan

Seperti sudah disebutkan sebelumnya, ketika gejala mengganggu, maka segeralah ke dokter dan tanpa tes apapun biasanya dokter mampu mendiagnosa hanya dengan melihat kondisi kulit yang sedang dialami. Dokter akan langsung tahu bahwa yang terjadi adalah keratosis pilaris dan beberapa pengobatan medis serta alami di bawah ini bisa menjadi pertimbangan Anda.

Pengobatan Dokter

Keratosis pilaris dapat sembuh dan hilang dengan sendirinya, namun memang yang menjadi masalah utama adalah gejala-gejalanya pada kulit yang membuat penampilan kurang sedap dipandang dan akhirnya malah menurunkan rasa percaya diri. Dalam mengatasi keratosis pilaris, dokter kemungkinan akan memberikan beberapa resep obat yang akan sangat membantu pemulihan.

  • Krim Khusus Mencegah Penyumbatan Folikel

Krim khusus ini adalah berasal dari vitamin A atau retinoid topikal di mana fungsi utama dari krim ini adalah sebagai pencegah penjempitan atau sumbatan dari folikel rambut serta meningkatkan proses perputaran sel. Contoh dari krim ini antara lain adalah tretinoin serta tazarotene.

Hanya saja perlu untuk diketahui dan diwaspadai bahwa obat ini mampu menjadi pemicu iritasi serta kekeringan pada kulit. Dokter kemungkinan akan menunda terapi dengan krim obat ini ketika kondisi Anda hamil atau menyusui. Namun dokter juga kemungkinan akan memberikan alternatif pengobatan lainnya yang lebih aman bagi wanita yang sedang hamil dan menyusui.

  • Krim Pengangkat Sel Kulit Mati

Krim yang diresepkan oleh dokter ini dikenal sebagai sebuah jenis krim yang di dalamnya memiliki kandungan asam alfa hidroksi, asam salisilat, serta asam laktat yang bertujuan membuat sel kulit mati terangkat dengan baik. Fungsi dari krim ini pun mampu membuat kulit yang kering menjadi lebih lembut dan lembab.

Hanya saja, tanyakan lebih dulu kepada dokter untuk penggunaan yang paling tepat, seberapa sering penerapan perlu dilakukan. Konsultasikan juga akan adanya kemungkinan efek samping, seperti iritasi kulit dan kemerahan. Krim satu ini bukan untuk anak kecil, jadi tanyakan pada dokter apa obat yang aman dan efektif untuk anak-anak.

Pengobatan Alami

Selain pengobatan dari dokter, pengobatan dengan menggunakan bahan-bahan alami dapat menjadi kunci penyembuhan bagi keratosis pilaris. Beberapa cara mengobati keratosis pilaris di bawah ini dapat Anda praktikkan karena terbilang sederhana dan tanpa efek samping yang berbahaya bagi tubuh selama penggunaannya.

  • Baking Soda

Terlepas dari bahaya baking soda, bahan satu ini selalu efektif bila digunakan sebagaia eksfoliator yang mengangkat sel-sel kulit mati yang memblokir pori-pori. Tak hanya itu, baking soda pun juga diketahui berfungsi baik dalam menghilangkan benjolan-benjolan kecil yang mirip jerawat.

Untuk menggunakannya, campurkan 2 sendok teh baking soda serta air secukupnya sampai terbentuk adonan pasta. Basahi lebih dulu kulit yang hendak dirawat dengan baking soda ini, dan dalam kondisi lembab Anda bisa gosokkan baking soda secara lembut dengan  arah melingkar pada kulit. Tak lupa setelahnya bisa Anda basuh menggunakan air hangat bila sudah selesai dan lembabkan kulit dengan pelembab yang aman. Lakukan cara ini seminggu beberapa kali agar lebih efektif.

  • Cuka Apel

Bersifat astringent, cuka apel merupakan salah satu bahan alami yang mampu membuka pori-pori yang juga baik bagi kesehatan Anda menyeluruh. Anda bisa menggunakannya dengan cara mencampurkan air biasa dengan cuka apel organik dengan perbandingan 1:1 yang kemudian larutan tersebut bisa diaplikasikan ke area kulit yang terserang keratosis pilaris.

Setelah itu tunggu beberapa menit sebelum akhirnya bisa dibilas dengan air biasa. Setiap harinya Anda bisa mengulangi penggunaan beberapa kali sampai hasilnya menampakkan adanya pengurangan gejala. Tambahkan lebih banyak air apabila Anda memiliki kulit sensitif dan apabila solusi satu ini tergolong terlalu kuat bagi kulit Anda.

  • Garam Epsom

Garam satu ini terkenal akan kandungan mineralnya yang tinggi dan kaya. Bahan ini dapat dipakai untuk membantu menghilangkan racun dari kulit, mengurangi inflamasi serta menghaluskan kulit yang kasar serta kering. Bahkan bila merasakan adanya gatal-gatal pada kulit sebagai gejala, garam ini juga bermanfaat dalam membantu meredakannya.

Masukkan secangkir garam Epsom ke dalam bak mandi atau bathtub Anda yang sudah diisi air, air mandi bercampur garam ini bisa dijadikan tempat berendam selama 20 menit, lalu setelahnya keringkan kulit dan juga aplikasikan pelembab yang aman bagi kulit. Seminggu Anda bisa melakukan cara perawatan ini beberapa kali sampai kelihatan hasilnya; namun garam ini tak dianjurkan bagi penderita masalah jantung, diabetes, serta tekanan darah tinggi.

  • Minyak Kelapa

Minyak kelapa murni adalah obat alami juga bagi penderita keratosis pilaris karena pelembab alaminya. Langsung saja ambil beberapa tetes untuk dioles pada kulit yang terserang beberapa kali dalam sehari, terutama sehabis mandi supaya kelembabannya bisa tetap terjaga dengan baik.

Bila hendak mengobati dari dalam, konsumsilah sesendok teh minyak kelapa setiap hari dan lama-kelamaan dosisnya bisa ditambah hingga menjadi 3 sendok makan setiap hari. Pastikan gunakan bahan alami ini untuk perawatan hingga kelihatan hasilnya bahwa gejala mereda secara perlahan tapi pasti.

Bukan hanya menjadi peningkat kesehatan otak, asam lemak omega-3 pun sangat baik untuk menjaga kesehata kulit Anda. Untuk itulah, penderita keratosis pilaris bisa mengonsumsi makanan-makanan yang mengandung omega-3 tinggi seperti ikan tuna, sarden, makarel, dan salmon. Anda pun bisa mengonsumsi suplemen minyak ikan setiap hari 1-3 gram, namun pastikan sebelumnya Anda sudah berkonsultasi lebih dulu dengan dokter untuk dosis yang sesuai.

Keratosis pilaris pun dapat ditangani dengan menggunakan minyak vitamin E di mana fungsi utamanya adalah sebagai penghalus dan pemudar benjolan-benjolan kecil pada permukaan kulit serta mempertahankan kelembutan serta kelembaban kulit. Gunakan minyak vitamin E secara langsung dengan mengoleskannya pada kulit yang menderita keratosis pilaris sehari 1-2 kali.

  • Minyak Zaitun

Bahan alami lainnya lagi yang layak untuk dijadikan obat bagi keratosis pilaris adalah minyak zaitun di mana minyak ini kaya akan vitamin E serta mampu dimanfaatkan sebagai pelembab alami bagi kulit. Anda bisa langsung menggunakan minyak ini sehari beberapa kali pada kulit Anda secara teratur. Bahkan dapat juga dijadikan scrub dengan dikombinasi bersama madu murni dan gula.

  • Garam Laut

Buatlah scrub alami dari garam laut yang akan membuka pori-pori kulit serta menghaluskan kulit yang kering nan kasar. Karena garam laut mengandung mineral-mineral baik, tentunya dengan kandungan tersebut, segala racun pada kulit akan mampu terserap.

Cara penggunaannya cukup dengan mencampurkan minyak almond ½ cangkir dengan secangkir garam laut. Jangan lupa basahi lebih dulu kulit Anda dan pada kondisi yang agak lembab atau basah itulah, gunakan scrub ini. Setelah itu, bersihkan menggunakan air biasa dan aplikasikan pelembab kulit yang ringan dan aman. Seminggu Anda bisa melakukan perawatan ini 1-2 kali saja.

Keratosis pilaris bukanlah kondisi kulit yang berbahaya, namun memang terasa cukup mengganggu sehingga harus ditangani dengan benar dan cepat agar penderita dapat kembali merasa nyaman. Bila mengalami gejala-gejala yang disebutkan di atas, segera ke dokter bila diperlukan.

No posts to display

Recommended