Monday, July 22, 2019

Fistula Ani

A. Mengenal Apa itu Fistula Ani

fistula aniFistula Ani merupakan sebuah gangguan medis yang ditandai dengan munculnya kelainan pada area anus. Dimana pada kondisi tersebut saluran anus akan mengalami pembukaan internal yang dapat meluas pada kulit disekitar anus. Sehingga fistula ani tersebut dapat terlihat seperti sebuah lubang yang menyebabkan rasa nyeri serta pendarahan jika terjadi pergerakan pada  usus besar.

Bagi penderita penyakit ini biasanya juga akan mengalami rasa gatal disekitar area anus dan demam dalam kurun waktu tertentu. Terdapat kemungkinan bahwa fistula ani ini juga merupakan sebuah komplikasi dari abses anus, yakni gangguan kesehatan yang menyebabkan terkumpulnya nanah didalam anus.

B. Jenis atau Tipe Fistula Ani

Fistula Ani pada dasarnya memang bukan merupakan sebuah penyakit mematikan namun dampaknya sangat berpengaruh bagi kepercayaan diri seseorang. Dimana penyakit fistula ani akan menyebabkan penderitanya mengalami gejala inkontinensia et alvi dimana kemampuan untuk mengontrol hasrat untuk buang air besar akan menurun drastis. Dampak dari penyakit ini bergantung drai jenis atau tipe penyakit Fistula Ani. Berikut  klasifikasinya :

  • Fistula Simple

Fistula ani dapat diklasifikasikan menurut jenis yang simple hingga kepada fistula kompleks yang mempunyai banyak cabang. Dimana dalam kondisi tersebut otot sphincter ani juga akan ikut terlibat. Sphincter ani merupakan otot yang mengantur jalannya proses defekasi pada tubuh manusia. pada umumnya,  supurativ anorektal merupakan sejenis penyakit yang terjadi karena adanya infeksi pada kelenjar anus yang terdapat didalam rongga intersphinteric. Untuk mengetahui jenis dari fistula ani simple ini, berikut penjabarannya :

  1. Fistula Intersfingter

Pada jenis ini, penderita Fistula Ani akan mengalami infeksi pada saluran yang melintasi sfingter ani intema dimana pada kondisi tersebut akan menyebabkan hilangnya kontrol atau pengendalian yang dilakukan oleh cincin otot polos.  Dampaknya yakni anus akan kesulitan dalam mengontrol pembukaan dan penutupan pada permukaan kulit disekitar anus.

  1. Fistula Transsfingter

Pada jenis ini, saluran fistula yang melewati sfingter interna maupun saluran eksterna tetap dapat mengontrol anus untuk membuka atau menutup. Dimana pada kondisi ini cincin otot polos masih dapat dikontrol pergerakannya.

  • Fistula Kompleks

Ketika kelenjar anus mengalami infeksi maka akan terbentuk sebuah abses kecil pada area intersfincter. Selanjutnya abses akan mengalami fibroses serta pembengkakan pada area luar kelenjar anus. Pada umumnya hal ini akan terjadi pada garis kripte yang berada pada area anus itu sendiri.

Proses terjadinya fistula diawali dengan abses yang tidak lagi mampu keluar dari kelenjar yang telah terinfeksi sehingga menyebabkan perluasan peradangan hingga perineum, beberapa bagian anus bahkan secara keseluruhan. Dimana dari proses tersebut akan memicu terbentuknya abses perianal yang berujung pada pembentukan fistula. Selain fistula simple, Parks telah mengklasifikannya kedalam empat golongan berikut ini :

  1. Intersphinteric Fistula

Pada golongan ini, gejala yang akan dialami oleh penderita yakni terdapatnya lubang pada ruang yang terletak diantara muskulus sfingter eksterna dan interna. Selain itu, muara dari lubang tersebut juga terletak dengan area yang sangat dekat dengan lubang anus.

  1. Transphinteric Fistula

Pada golongan ini, gejala yang akan dialami oleh penderita yakni terdapatnya lubang diantara muskulus sfingter eksterna dan muskulus interna. Setelah melewati muskulus sfingter eksterna maka akan berada pada setiap satu bahkan dua inchi pada bagian luar lubang anus. Selanjutnya kita bisa melihat bentuk dari huruf U pada tubuh dengan lubang eksternal yang terletak pada kondisi fistula horseshoe.

  1. Suprasphinteric Fistula

Pada kondisi ini akan diawali pada bagian ruang antara sfingter interna dan sfingter eksterna yang membelah pada menghadap atas muskulus pubrektalis kemudian akan turun diantara pubrektal dan levator ani. Dimana selanjtnya lubang tersebut akan muncul dengan jarak satu bahkan dua inchi di luar anus.

  1. Ekstrasphinteric Fistula

Pada golongan ini, gejala yang akan dialami oleh penderita yakni terdapatnya lubang yang berawal dari calon sigmoid (rektum) yang akan memanjang ke arah bawah. Rektum ini nantinya akan melewati muskulus levator ani dan akan bermuara pada area sekitar anus. Fistula ani pada jenis ini pada umumnya disebabkan karena adanya Abses Appendical, Abses Diverticular bahkan Crohn’s Disease.

C. Gejala dan Cara Diagnosa Fistula Ani

Fistula ani merupakan sejenis ganggguan kesehatan yang dapat di diagnosa kemunculannya secara fisik. Gejala yang diketahui lebih dini serta mendapat penanganan medis sedini mungkin akan membantu proses penyembuhan fistula ani secara lebih cepat.

Langkah  pertama yang dapat anda lakukan sendiri untuk mendiagnosa adanya fistula ani yakni dengan memeriksa permukaan kulit pada sekitar anus. Apabila anda menemukan satu bahkan lebih external opening pada permukaan kulit maka diindikasikan bahwa lubang tersebut merupakan fistula ani. Selain itu, terdapat gejala yang dapat dirasakan oleh penderita fistula ani seperti berikut ini :

  1. Adanya iritas atau ulkus yang terdapat pada kulit disekitar dubur (lubang fistula)
  2. Timbulnya rasa tidak nyaman bahkan sakit ketika melakukan aktivitas ringan yang melibatkan usus semisal buang air besar.
  3. Ketika buang air besar akan ada nanah atau darah yang keluar bersama tinja (Baca : Cara melancarkan buang air besar)
  4. Timbulnya rasa nyeri ketika defekasi, duduk, bergerak, bahkan batuk.
  5. Timbul rasa gatal pada area lubang anus dan lubang fistula
  6. Ketika fistula masih berupa abses maka akan ditemukan benjolan atau massa fluktual pada area lubang anus
  7. Adanya gejala – gejala iritasi seperti demam pada tubuh.
  8. Terjadinya pembengkakan pada area anus
  9. Keluarnya darah dan nanah yang mempunyai bau busuk dari lubang fistula yang terbuka
  10. Tubuh akan menggigil ketika berada pada fase demam serta timbulnya rasa lelah dalam beragam kondisi.

D. Beragam Penyebab Fistula Ani

Fistula ani memang bukan merupakan gangguan medis mematikan layaknya penyakit kanker namun dampak dari penyakit ini sangat berperan besar bagi psikologis penderitanya. Jika kita mengatahui apa saja hal – hal yang menyebabkan terjadinya fistula ani maka kita mempunyai persentase untuk melakukan antisipasi dari serangan penyakit tersebut. Fistula ani terjadi karena adanya infeksi pada kelenjar anus yang menyebabkan nanah tertumpuk dalam massa tertentu.

Setelah itu akan terbentuk saluran yang berada dibawah permukaan kulit yang menghubungkan pada kelenjar yang telah terinfeksi. Pada akhirnya akan timbul lubang fistula yang mengeluarkan darah dan nanah yang berbau busuk. Apabila nanah tersebut tidak segera mengering dalam waktu tertentu maka jalan satu – satunya untuk mengeluarkan nanah adalah dengan cara pembedahan atau operasi. Untuk mengetahui lebih detail apa saja penyebab fistula ani, berikut penjabarannya :

  1. Terjadinya Infeksi Kelenjar pada Area Anus

Ketika terjadi infeksi yang menyebabkan timbulnya abses atau penumpukan cairan nanah pada area bahkan pada lubang anus maka hal ini menandakan anda menderita fistula ani. Kelenjar yang terdapat pada anus apabila terinfeksi bakteri akan menunjukan gejala tersebut.

Dimana pada umumnya penderita yang mengalami hal tersebut merupakan individu yang mempunyai daya tahan tubuh rendah. Selain itu, penderita fistula ani akan mengalami demam, rasa lemas serta lelah ketika adanya tumpukan nanah pada lubang fistula tersebut.

  1. Terjadinya Peradangan pada Usus

Jenis yang menentukan parah tidaknya fistula ani bersumber dari kondisi lubang serta posisi drai fistula itu sendiri. Apabila fistula mempunyai posisi yang semakin dekat dengan otot – otot sphincter yang terdapat pada ujung anus maka kondisi tersebut semakin parah. Selain itu, kondisi yang menunjukan adanya peradangan pada anus yang disebabkan oleh fistula juug adapat dideteksi dari jumlah saluran serta ada tidaknya jaringan yang saling terhubung. Berikut ini penyebab terjadinya komplikasi serta gangguan yang terdapat pada usus besar pemicu timbulnya fistula :

  • Divertikulitis. Yakni kondisi dimana kantong kecil yang terdapat di samping usus besar terinfeksi bakteri.
  • Penyakit Crohn. Yakni situasi  dimana terjadinya inflamasi pada dinding sistem pencernaan yang disebabkan oleh kondisi kronis gejala tersebut.
  1. Penyebab Lain Akibat Penyakit Tertentu

Selain penyabab pasti yang tepah diuraikan diatas, terdapat penyebab timbulnya fistula yang disebabkan karena seseorang mengidap penyakit tertentu. Berikut penjabarannya :

  • Penderita Penyakit Kanker Anorektum
  • Penderita Tuberkolosis yang menyebabkan bakteri yang telah menginfeksi paru – paru menyebar ke organ atau bagian tubuh yang lain.
  • Penderita Penyakit Kelamin yang menular seperi HIV AIDS, Sifilis, dan Klamidia.
  • Merupakan sebuah komplikasi pasca terjadinya suatu operasi atau pembedahan.
  • Penyakit bawaan sejak lahir
  • Akibat timbulnya bisul dalam kadar parah pada area anus
  • Penderita penyakit abses anus
  • Penderita penyakit Divertikulitis
  • Terjadinya cedera rektrum pada area anus
  • Hemoroid
  • Fissura Ani
  • Lordosis yang melebihi batas
  • Colitis Ulseratif
  • Irritable Bowel Syndrome atau IBS
  • Terjadinya infeksi pada area ano-rektalE. Bagaimana Cara Mengatasi Fistula Ani?

bagi anda yang terlanjur difonis menderita gangguan medis penyakit ini, terdapat beberapa kemungkinan sembuh dan norma kembali seperti sedia kala. Meskipun secara umum, penderita fistula ani mempunyai persentase kemungkinan sembuh dalam waktu dekat singkat. Selain itu, penderita juga masih berpotensi mengalami kambuh penyakit fistula ani setelah operasi nantinya. Dokter spesialis kulit akan memeriksa secara fisik keadaan anus menggunakan proktoskopi guna mengetahui kondisi didalam anus. Selanjutnya apabila ditemukan adanya fistula maka anda akan disarankan untuk melakukan pemeriksaaan endonosografi, MRI ( Magnetic Resonance Imaging) Scan, atau CT ( Computerised Tomography ) Scan. Jika anda benar – benat telah di vonis mempunyai lubang fistula maka berikut jenis operasi pembedahan untuk menangani gangguan medis tersebut :

  1. Fistulotomi

Pada jenis operasi pembedahan ini telah mencapai 90 % penanganan pada pasien dengan cara melakukan pembukaan pada seluruh lubang fistula guna mengeluarkan semua kotoran yang ada didalamnya. Pada umumnya metode penanganan ini banyak dipilih oleh sebagian penderita fistula ani karena dianggap mampu mengatasi gejala secara tuntas.

  1. Teknik Seton

Pada jenis operasi pembedahan ini akan menggunakan seutas benar yang akan diletakkan pada bagian dalam saluran fistula. Perlu kita ketahui bahwa metode operasi pembedahan ini mempunyai resiko yang tinggi bagi pasien untuk mengalami terjadinya inkontinensia. Dimana kondisi ini dapat terjadi apabila kumpulan otot yang berada pada ujung anus ( Sphincher) terlewati oleh fistula itu sendiri.

Teknik seton juga mempunyai dua macam penanganan yakni cutting seton yang menarik benang seton secara gradual guna memotong otot sphincher dalam tahapan tertentu. Satu teknik penanganan lainnya yakni loose seton yang membiarkan benang seton tertinggal agar membentuk granulasi yang membuat benang tersebut ditolak oleh tubuh lalu terlepas dengan sendirinya setelah kurun waktu tertentu.

  1. Teknik Advancement Flap

Pada jenis  operasi pembedahan ini akan dilakukan dengan cara pemindahan beberapa bagian jaringan dari area yang dekat dengan anus. Namun jenis penanganan untuk fistula ini mempunyai persentase keberhasilan yang rendah dibandingkan metode penanganan yang lainnya. metode ini juga dikenal sebagai metode yang berkerja menutup lubang menggunakan dinding usus.

  1. Penyumbat Bioprostetik

Pada operasi pembedahan jenis ini akan dilakukan dengan cara membuat penyumbatan yang mempunyai bentuk kerucut.Dimana bahan yang digunakan untuk membuat kerucut tersebut berasal dari jaringan atau organ tubuh manusia. saluran atau lubang fistula akan ditutup menggunakan sumbatan yang berbentuk kerucut tersebut.

  1. Fibrin Glue

Pada jenis operasi pembedahan ini akan dilakukan dengan cara injeksi atau penyuntikan anal fistula plug (AFP) yang merupakan semacam perekat khusus kedalam saluran atau lubang fistula. Dimana AFP ini akan berkerja dengan melakukan rangsangan jaringan alamiah yang mudah terserap tubuh. Kelebihan dari metode ini adalah penggunaannya yang sangat sederhana, tidak menimbulkan rasa sakit serta tergolong aman. Namun perlu kita ketahui bahwa metode ini juga mempunyai kelemahan yang bisa kita jadikan pertimbangan yakni tingkat keberhasilan dalam jangka panjang hanya mencapai 16 % saja.

F. Cara  Perawatan Pasca Operasi Fistula

Setelah dilakukannya sebuah metode penanganan menggunakan teknik operasi atau pembedahan tertentu, pasien juga harus memperhatikan tata cara perawatan pasca operasi berikut ini :

  1. Duduk menggunakan lapisan bantal yang empuk selama luka operasi masih terasa nyeri.
  2. Gunakan pembalut atau handuk tipis untuk melapisi bagian dalam celana dalam karena selama minggu pertama pasca operasi, bekas luka akan berpotensi mengeluarkan cairan berupa nanah dan darah.
  3. Konsumsi obat pereda rasa nyeri seperti parasetamol serta obat pencahar guna melancarkan proses buang air besar.
  4. Menjaga kebersihan bekas luka operasi agar terhindar dari infeksi yang disebabkan oleh bakteri.
  5. Tidak melakukan aktivitas berat selama masa pemulihan pasca operasi
  6. Mengkonsumsi asupan makanan yang membantu proses penyembuhan luka.

No posts to display

Recommended