Kalfoxim – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Cara Penggunaan

137

Kalfoxim merupakan obat yang dibuat untuk mengobati berbagai macam penyakit infeksi yang diakibatkan oleh serangan bakteri. Di dalam Kalfoxim, terkandung zat aktif bernama Cefotaxime yang merupakan jenis antibiotik yang hanya akan bekerja untuk mengobati infeksi bakteri. Artinya, Kalfoxim tidak bisa digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh virus seperti pilek maupun juga flu.

Kalfoxim tersedia dalam bantuk vial dan termasuk ke dalam obat keras. Ketika anda menggunakan obat keras, anda harus benar-benar memperhatikan takaran dosisnya. Jika anda salah di dalam pemberian dosis, maka obat ini malah bisa menyebabkan permasalahan yang dikhawtirkan malah membuat kondisi yang anda alami tidak kunjung sembuh.

Fungsi Kalfoxim

  1. Kalfoxim merupakan obat yang dibuat untuk mengobati infeksi saluran pernapasan bawah.
  2. Kalfoxim juga digunakan sebagai obat untuk mengatasi infeksi saluran kemih.
  3. Obat ini juga terbukti ampuh digunakan untuk mengatasi septimeka, ginekologi, maupun juga sebagai solusi untuk penyakit intraabdomen.
  4. Infeksi kulit dan jaringan juga masuk ke dalam salah satu indikasi dari Kalfoxim.
  5. Beberapa penyakit lain yang bisa disembuhkan dengan menggunakan Kalfoxim adalah infeksi tulang dan juga sendi maupun juga infeksi susunan saraf pusat.

Merk Obat

Kalfoxim sebenarnya memiliki beberapa nama atau merk obat lainnya yang di dalamnya sama-sama mengandung cefotaxime. Nama-nama obat tersebut antara lain:

  • Biocef
  • Cefarin
  • Clacef
  • Clafexim
  • Clatax
  • Efotax
  • Starclaf
  • Taxecap
  • Taxef
  • Taxegram
  • Taxfor
  • Yaforan
  • Zenotaxim
  • Baxima
  • Cefor
  • Cefotaxime Hexpharm
  • Cefotaxime Indo Farma
  • Cefovell
  • Claforan
  • Combicef
  • Ethiclaf
  • Foxim
  • Goforan
  • Incetax
  • Soclaf
  • Taximax
  • Tirdicef, dan lain sebagainya

Kontraindikasi Kalfoxim

  • Dianjurkan untuk seseorang yang pernah mengalami alergi terhadap kandungan di dalam Kalfoxim untuk b.erhati-hati ketika menggunakan Kalfoxim.
  • Anda yang ternyata pernah memiliki riwyaat hipersensitivitas juga dianjurkan untuk berhati-hati atau sebaiknya anda tanyakan kepada dokter mengenai kondisi anda tersebut dan apakah memang diperbolehkan menggunakan Kalfoxim.
  • Penggunaan Kalfoxim bagi ibu hamil dan juga ibu menyusui masih belum dianjurkan. Untuk info selengkapnya bisa anda tanyakan kepada dokter.

Dosis Kalfoxim

Seperti apa yang sudah kami jelaskan di awal bahwasanya Kalfoxim merupakan obat vial. Artinya, obat ini akan digunakan atau diberikan kepada pasien dengan cara disuntik. Pastikan kondisi anda sedang prima agar supaya obat ini tidak menimbulkan efek samping yang berpengaruh terhadap anda.

  • Untuk dosis yang harus diberikan kepada orang dewasa adalah sebanyak 1 sampai dengan 2 g. Dosis ini akan diberikan untuk setiap 8 sampai dengan 12 jam.
  • Sementara untuk dosis yang diberikan kepada anak-anak adalah 50 sampai dengan 180 mg /kg /BB setiap harinya. Nantinya, dosis tersebut akan dibagi ke dalam 2 sampai 3 dosis.

Cara Penggunaan Kalfoxim

  1. Anda harus menggunakan Kalfoxim seperti apa yang sudah diberikan oleh dokter.
  2. Kalfoxim termasuk obat keras sehingga anda harus benar-benar memperhatikan takaran dosis yang diberikan kepada anda.
  3. Gunakan Kalfoxim secara rutin sebagaimana instruksi yang telah diberikan oleh dokter.
  4. Jika anda ingin menggunakan Kalfoxim dalam waktu yang lama, maka kami menganjurkan agar anda juga bertanya kepada dokter.
  5. Penggunaan Kalfoxim untuk ibu hamil dan juga ibu menyusui masih belum diketahui keamanannya sehingga anda harus berkonsultasi kepada dokter. Namun, mungkin dokter akan menyarankan anda menggunakan oabt merk lain.

Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan

  • Kalfoxim kemungkinan bisa menimbulkan pembengkakan terhadap area bekas suntik.
  • Anda harus menyuntikkan pada kulit yang bukan merupakan bekas luka.
  • Jika anda mengalami kondisi seperti mual tanpa muntah atau nyeri pada bagian lambung, maka kami sarankan agar anda menghubungi dokter.