Itamol – Fungsi – Obat Apa – Dosis dan Cara Penggunaan

Itamol kaplet mengandung paracetamol yang biasa digunakan untuk mengatasi demam, sakit kepala, sakit gigi, nyeri sendi, flu dll. Itamol kaplet tersedia dalam 2 varian, yaitu Itamol Paracetamol dan Itamol Forte.

Itamol diproduksi oleh Berlico Mulia farma dan termasuk golongan Obat Bebas (bisa didapatkan tanpa resep dokter).

Fungsi

  1. Menurunkan demam
  2. Meredakan rasa sakit ringan atau sedang seperti sakit kepala, sakit gigi, migrain, nyeri sendi, nyeri haid, rasa sakit pada arthritis dll.
  3. Penanganan utama untuk sakit flu

Kontraindikasi

  • Hipersensitivitas terhadap paracetamol
  • Gangguan fungsi hati dan penyakit ginjal

Komposisi

Paracetamol 500 mg per kaplet

Dosis dan Penggunaan

  • Dewasa     : 1 tablet 3 – 4 kali sehari
  • Anak-anak : 1/2 tablet 3 – 4 kali sehari (12 tahun keatas)
  • Anak-anak : 1/4 tablet 3- 4 kali sehari (1 – 6 tahun)

Penggunaan itamol kapsul untuk anak dibawah 12 tahun sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter, pada kondisi tertentu memerlukan dosis yang berbeda pula. Itamol kapsul sebaiknya dikonsumsi sesudah makan untuk meminimalisir resiko efek samping pada saluran pencernaan.

Penggunaan Bagi Ibu Hamil & Menyusui

Kandungan paracetamol yang terdapat dalam itamol kaplet sampai sejauh ini belum menunjukan resiko yang berarti untuk penggunaan pada ibu hamil & menyusui, Food and Drugs Administration (FDA) mengklasifikasikan paracetamol kedalam kategori C, artinya, belum ada penelitian yang memadai terkait penggunaan paracetamol bagi ibu hamil & menyusui, potensi negatif mungkin ditemukan.

Selalu konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter sebelum menggunakan obat yang mengandung paracetamol untuk ibu hamil & menyusui.

Interaksi Obat

  • Kafein
  • Metoclopramide
  • Carbamazepine
  • Kolestiramin
  • lixisenatide
  • Warfarin
  • Pixantrone
  • Isoniazid
  • Acenocoumarol

Penggunaan paracetamol dengan zat kafein secara bersamaan merupakan penanganan pertama untuk meredakan migrain. Paracetamol juga bisa beraksi terhadap alkohol.

Peringatan

  1. Hentikan penggunaan jika terjadi reaksi alergi seperti gatal-gatal hebat, ruam, pucat, arthralgia, dll.
  2. Kombinasi penggunaan paracetamol dengan obat jenis lain sebaiknya hanya dilakukan menurut anjuran dokter, pemakaian dosis secara keliru bisa berakibat buruk bagi kondisi tubuh.
  3. Paracetamol yang dikonsumsi oleh ibu menyusui bisa mempengaruhi kandungan ASI dalam jumlah tertentu.
  4. Jika pengguna memiliki riwayat ketergantungan alkohol, sebaiknya dilakukan konsultasi dengan dokter sebelum mengkonsumsi paracetamol. Penggunaan paracetamol untuk jangka panjang terhadap pecandu alkohol beresiko tinggi menyebabkan kerusakan organ hati, terutama jika dosis yang dikonsumsi lebih tinggi.
  5. Hati-hati jika pengguna memiliki penyakit asma, dokter biasanya tidak menganjurkan penggunaan paracetamol bagi penderita penyakit asma, terutama anak-anak.
  6. Penggunaan jenis obat tertentu dengan zat lain secara bersamaan tidak dianjurkan untuk jangka panjang, terutama dalam dosis tinggi.

Petunjuk Penyimpanan

Selalu simpan kemasan itamol di tempat tertutup yang tidak terpapar sinar matahari secara langsung, jaga suhu ruangan tetap stabil dan jangan disimpan di tempat lembab atau basah. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Apabila masa kadaluarsa obat telah habis, jangan dikonsumsi lagi dan segera buang ke tempat sampah. Penggunaan obat kadaluarsa hanya akan memperburuk kondisi tubuh dan beresiko menimbulkan efek negatif lainnya.

Tentang Zat Aktif

Paracetamol atau acetaminophen merupakan jenis obat pereda nyeri (analgetic) dan penurun demam (antipiretik). Paracetamol memiliki efek anti-inflamasi, kendati demikian, obat ini bukan golongan obat NSAID (Nonsteroidal Anti-Inflammatory Drugs) karena efek anti-inflamasinya tergolong rendah. Paracetamol bekerja dengan cara menurunkan kinerja enzim cyclooxygenase yang berfungsi membentuk prostaglandin (senyawa penyebab nyeri).