Gitas – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

√ Verified Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Gitas merupakan obat produksi Interbat yang merupakan cairan injeksi yang mengandung Hyoscine Butylbromide 20 mg/ml dan berfungsi sebagai antispasmodik.

Indikasi Gitas

Hyoscine Butylbromide merupakan obat yang digunakan untuk melegakan kram otot pada perut, lambung (usus), kantung empedu, dan sistem kemih (uretra). Selain itu, hyoscine butylbromide berguna untuk meringankan

Mekanisme Kerja Gitas

Hyoscine meredakan kram dengan merelaksasi otot halus di dalam lambung, usus, kantung empedu, dan uretra. Bentuk injeksi berfungsi untuk melegakan kram otot yang mungkin terjadi selama diagnostic. Hyoscine akan mengurangi gerakan peristalsis otot halus yang menyebabkan pelegaan kejang pada organ tertentu pada sistem pencernaan. Obat ini mampu mengurangi kram perut dalam waktu 15 menit karena kerjanya yang sangat cepat.

Cara Penggunaan Gitas

Dosis umum Gitas adalah 10 – 20 mg yang diinjeksikan secara intramuscular (ke dalam otot), intravena (menuju vena), atau subkutan (di bawah kulit). Dosis harian maksimum adalah 100 mg. Berbagai faktor dapat mempengaruhi dosis obat yang dibutuhkan, seperti berat badan, kondisi medis lain, dan obat lain. Apabila dokter merekomendasikan dosis yang berbeda dengan yang tercantum, maka hindari perubahan dosis yang Anda gunakan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Kontraindikasi

Hindari penggunaan obat apabila Anda:

  1. Mengalami alergi dengan penggunaan hyoscine atau bahan lain yang terkandung di dalam obat
  2. Alergi terhadap atropinik lain (seperti atropin, skopolamin)
  3. Memiliki myasthenia gravis
  4. Memiliki megacolon (kolon yang mengalami pembesaran)
  5. Glaukoma
  6. Hipertrofi prostat obstruktif (pembesaran prostat)

Bentuk injeksi dari Hyoscin Butylbromide sebaiknya dihindari apabila:

  • Anda menerima obat secara injeksi intramuscular dan di saat yang bersamaan juga mengonsumsi obat pengencer darah (seperti antikoagulan warfarin, heparin)
  • Mengalami penyempitan saluran gastrointestinal
  • Memiliki detak jantung yang sangat cepat
  • Memiliki angina
  • Gagal jantung kongestif

Efek Samping

Berbagai obat memiliki berbagai efek samping. Efek samping merupakan respon yagn tidak diinginkan saat obat digunakan dalam dosis normal. Efek samping dapat bersifat ringan atau parah, sementara, atau permanen.

Segera konsultasikan dengan dokter apabila Anda mengalami efek samping dengan gejala berikut.

  1. Penglihatan yang kabur secara sementara waktu
  2. Sembelit
  3. Penurunan kemampuan untuk berkeringat
  4. Diare
  5. Kepala sering pusing
  6. Mulut kering
  7. Detak jantung yang cepat
  8. Kemerahan
  9. Mual

Namun, apabila Anda mengalami efek samping serius seperti kesulitan urinasi, napas pendek, kulit memerah dan gatal, serta penglihatan berubah, maka segera konsultasikan dengan dokter. Bahkan, Anda perlu menghentikan pengobatan apabila terjadi beberapa gejala berikut, seperti mata memerah yang perih dengan hilangnya daya penglihatan dan gejala reaksi alergi (seperti kesulitan bernapas, gatal-gatal, pembengkakan pada wajah, mulut, lidah, atau tenggorokan).

Perhatian

  • Hindari penggunaan Gitas saat Anda sedang hamil atau menyusui. Obat ini sebaiknya tidak digunakan selama kehamilan apabila manfaat lebih besar dibandingkan dengan risiko. Apabila Anda hamil saat menggunakan obat ini, maka segera hubungi dokter. Belum diketahui apakah obat ini dapat menembus air susu ibu. Apabila Anda sedang menyusui bayi Anda, maka mungkin saja dapat mempengaruhi bayi Anda. Segera konsultasikan dengan dokter terkait hal tersebut.
  • Hindari melakukan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi karena obat ini dapat mengakibatkan gangguan penglihatan. Tunggu hingga penglihatan kembali normal sebelum Anda mengemudi atau menggunakan berbagai mesin.
  • Konsultasikan dengan dokter apabila Anda mengonsumsi obat lain seperti antidepresan tetrasiklik seperti doxepin, obat untuk mengatasi alergi seperti antihistamin, obat yang mengontrol detak jantung seperti kuinidin atau disopiramid, obat untuk mengobati gangguan mental parah seperti haloperidol atau flufenazin, obat yang dapta mengatasi gangguan pernapasan seperti tiotropium, ipratropium, atau atropine, amantadine untuk penyakit Parkinson, metoklopramid untuk meredakan rasa mual
fbWhatsappTwitterLinkedIn