Frisium – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

√ Verified Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Memperkenalkan merek obat Frisium yang biasa diberikan sebagai resep dokter kepada pasienya, yang mengalami keluhan penyakit seperti kejang dan tanda- tanda epilepsi penyebab dan solusinya. Selain itu, obat merek Frisium ini biasanya dikonsumsi bersamaan dengan obat lainya untuk membantu mengatasi pasien yang mengalami epilepsy. Penyakit epilepsy yang cukup mengkhawatirkan ini, tentunya harus segera ditangani ketika sedang kambuh secara tiba-tiba. Frisium berbentuk tablet dan dapat dikonsumsi oleh pasien dewasa dan anak-anak. Obat epilepsy ini diproduksi oleh pabrik farmasi Sanofi Aventis.

Kandungan Frisium

Merek obat frisium yang termasuk golongan antikonvulsan dengan kandungan zat Clobazam di dalamnya. Zat ini memiliki kinerja dengan cara mengontrol kejang serta mampu menyeimbangkan aliran listrik pada area otak pasien yang mengalami epilepsy. Selain itu, pasien juga akan merasa ototnya tidak menegang saat kejang, sebab obat Frisium ini juga berfungsi untuk melemaskan otot selain untuk  pengobatan epilepsi .

Fungsi Frisium

Obat resep dokter dengan merek Frisium ini memang direkomendasikan untuk pasien yang menderita penyakit epilepsy dan sering kambuh kapan saja dan dimana saja. Dengan kandungan Clobazam ini, Frisium tentunya berfungsi untuk mengatasi kejang saat epilepsy dan membantu untuk melemaskan otot pasien yang menjadi tegang, saat kejang-kejang sedang terjadi. Gejala lain seperti Ansietas, gangguan psikosomatik juga dapat diredakan dengan obat ini.

Dosis Frisium

Dosis suatu obat sangat penting untuk diperhatikan oleh pasien yang mengkonsumsinya. Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan kinerja obat dan mempercepat proses penyembuhan ciri ciri epilepsi. Adapun untuk dosis Frisium yang dianjurkan sebagai berikut:

  • Untuk Pasien dengan Gejala Kecemasan

Berikan dosis di awal sebanyak 20 hingga 30 mg/hari, jika pasien merupakan pasien dewasa muda. Sedangkan pasien yang usianya sudah lanjut, berikan dosis pemeliharaan saja, sebanyak 10- 15 mg/hari. Adapun untuk anak-anak di usia 3 hingga 15 tahun , berikan dosis sebanyak 5 – 10 mg/harinya.

  • Untuk Epilepsi

Jika pasien epilepsy adalah anak-anak berusia lebih dari 15 tahun, berikan dosis 5 – 15 mg/hari. Dosis tersebut bisa dinaikan hingga 60 mg/hari. Untuk anak berusia 3 tahun – 15 tahun, berikan dosis sebanyak 5 mg/hari dan dosis pemeliharaan sebanyak 0.3 – 1 mg/kg bb/hari.s

Pastikan memberikan obat sesuai dosis yang sesuai anjuran makan. Untuk Frisium ini, sebaiknya diberikan kepada pasien epilepsi bersama atau tanpa makanan

Efek Samping Frisium

Konsumsi obat-obatan resep dokter tentunya dapat menimbulkan beberapa efek samping yang cukup mengganggu, selain dari bahaya epilepsi yang ditimbulkan. Efek sampingnya seperti berikut ini:

  1. Menimbulkan kantuk
  2. Sakit kepala
  3. Mulut kering
  4. Berbicara menjadi tidak jelas
  5. Menurunya nafsu makan
  6. Gangguan pernafasan

Kontraindikasi Frisium

Konsumsi obat tablet Frisium ini ternyata dapat menimbulkan kontraindikasi terhadap pasien yang memiliki ketergantungan dengan alcohol atau obat tertentu. Selain itu, pasien juga dapat mengalami kejang demam  serta penyakit otot kronis, berhenti nafas saat tidur hingga mengalami gangguan fungsi hati.

Hal- hal yang Perlu Diperhatikan

Sebelum mengkonsumsi obat Frisium ini, ada beberapa hal penting yang harus diketahui pasien seperti:

  1. Tidak menjalankan alat berat atau mesin ketika sedang dalam pengaruh obat ini
  2. Jangan hentikan pemakaian obat Frisium ini tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter
  3. Jika mengalami alergi karena zat clobazam ini segera hubungi dokter

Frisium Untuk Ibu Hamil

Tablet merek frisium dengan kandungan clobazam ini cukup aman dikonsumsi oleh pasien yang sedang hamil. Namun, hal tersebut harus dikonsultasikan dulu dengan dokter terkait. Dengan begitu Frisium dapat dikonsumsi dengan aman.

fbWhatsappTwitterLinkedIn