Acetyl Spiramycin Kyowa – Obat Apa – Fungsi – Dosis dan Efek Samping

√ Verified Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Acetyl Spiramycin Kyowa atau nama generiknya Spiramycin adalah salah satu obat yang berfungsi untuk mengobati berbagai macam infeksi. Umumnya sering digunakan untuk mengobati toxoplasmosis pada ibu hamil karena obat ini dapat mengurangi terjadinya infeksi pada bayi yang dikandung. Obat ini juga dapat digunakan untuk masalah lain sesuai anjuran dokter.

Obat yang tergolong antibiotik mikrolid ini tidak dapat berfungsi jika bayi yang belum lahir sudah terinfeksi parasit toksoplasmosis. Tentunya  Harus Anda ketahui, toksoplasmosis merupakan infeksi yang disebabkan parasit toxoplasma gondii atau T. gondii yang sering ditemukan pada kotoran kucing yang terinfeksi. Parasit ini pada umumnya menginfeksi hewan berdarah panas seperti anjing, domba, dan sapi bahkan bisa juga menginfeksi manusia.

Indikasi

Kegunaan Spiramycin adalah untuk hal-hal berikut :

  • Mengobati toxoplasmosis pada ibu hamil

Toxoplasma adalah suatu infeksi yang disebabkan oleh parasit bernama toxoplasma gondii yang menumpang pada tubuh hewan seperti kucing. Hewan ini adalah salah satu hewan yang banyak diketahui secara umum menjadi bagian pertama terjangkitnya toxoplasma. Selain kucing, hewan yang menjadi inang bisa melalui kelinci, anjing, sapi, domba, ayam, burung maupun yang lainnya yang berdarah panas.

  • konjungtivitis

Konjungtivitis atau juga sering disebut mata merah adalah penyakit iritasi atau peradangan yang terjadi pada konjungtiva (selaput bening) yang melapisi bagian depan mata. Pada saat terjadi peradangan pada pembuluh darah kecil di konjungtiva, bagian mata yang seharusndya berwarna putih akan terlihat merah atau merah muda.

  • infeksi telinga

Salah satu jenis penyakit yang sangat umum. Biasanya penyakit infeksi telinga ini terjadi pada anak-anak dan dewasa. Kadang – kadang orang tua juga bisa terkena infeksi telinga namun dalam resiko yang lebih rendah. Infeksi telinga awalnya akan menyebabkan rasa sakit pada bagian liang telinga (otitis externa) dan telinga bagian tengah. Infeksi telinga dalam bahasa medis sering disebut dengan istilah otitis media

  • infeksi kulit

infeksi kulit kebanyakan disebabkan oleh bakteri. Bakteri dapat menginfeksi kulit dan masuk ke dalam tubuh melalui berbagai metode, seperti gigitan serangga atau hewan, ingesti, injeksi, sensual transmission, dan juga inhalasi. Adapun tingkat keparahan infeksi bakteri di kulit akan bergantung pada berbagai faktor, seperti daya tahan tubuh dan juga jumlah bakteri yang menginfeksi.

  • Infeksi Saluran Pernapasan

Infeksi saluran pernapasan (ISPA)adalah infeksi sinus, tenggorokan, saluran udara atau paru-paru apapun, yang biasanya disebabkan oleh virus atau bakteri.

Dosis & Cara Penggunaan

Dosis pada obat ini akan berbeda untuk pasien yang berbeda. Ikutilah kata dokter atau petunjuk pada label. Informasi berikut hanya mencakup dosis rata-rata obat ini saja. Jika dosis Anda berbeda, jangan ubah kecuali  dokter menyuruh Anda melakukannya.

Jumlah obat yang Anda minum tergantung pada kekuatan obatnya. Begitu juga jumlah dosis yang Anda minum setiap hari, waktu yang diperbolehkan di antara dosis, dan lamanya Anda minum obat. Hal ini  tergantung pada masalah medis yang Anda gunakan dengan obatnya.

Dalam bentuk oral (kapsul atau tablet):

  • Untuk Orang dewasa dan remaja : Gunakan 1 sampai 2 gram (3.000.000 sampai 6.000.000 Unit Internasional [IU]) dua kali sehari, atau 500 mg sampai 1 gram (1.500.000 sampai 3.000.000 IU) tiga kali sehari. Untuk infeksi berat, dosisnya 2 sampai 2,5 gram (6.000.000 sampai 7,500,000 IU) dua kali sehari.
  • Untuk Anak-anak dengan berat badan 20 kilogram (kg) (44 pon) atau lebih : Gunakan dosis berdasarkan pada berat badan. Dosis biasa adalah 25 mg (75.000 IU) per kg (11,4 mg per pon) berat badan dua kali sehari, atau 17 mg (51.000 IU) per kg (7,7 mg per pon) dari berat badan tiga kali sehari.

Dalam bentuk dosis injeksi:

  • Untuk Dewasa dan remaja : Gunakan 500 mg (1.500.000 IU) kemudian disuntikkan secara perlahan ke pembuluh darah setiap delapan jam. Untuk infeksi berat, dosisnya 1 gram (3.000.000 IU) kemudian disuntikkan secara perlahan ke pembuluh darah setiap delapan jam.
  • Untuk Anak-anak : Penggunaan dan dosisnya harus ditentukan oleh dokter.

Dalam bentuk sediaan rektum (supositoria):

  • Untuk Dewasa dan anak-anak berusia 12 tahun ke atas : Dua atau tiga 750 mg (1.950.000 IU) supositoria per hari.
  • Untuk Anak sampai usia 12 tahun : Supositoria dua atau tiga 500 mg (1.300.000 IU) per hari.
  • Untuk Bayi baru lahir : Dosis didasarkan pada berat badan. Dosis yang biasa digunakan adalah supositoria 250 mg (650.000 IU) per 5 kg (supositoria 250 mg supra per 11 pon) satu kali sehari.

Kontraindikasi

Hipersensitivitas pada Spiramycin adalah sebuah kontraindikasi. Sebagai tambahan, Spiramycin tidak boleh dikonsumsi jika Anda memiliki kondisi berikut:

Efek Samping 

Di samping kegunaannya, Spiramycin dapat menyebabkan beberapa efek yang tidak diinginkan. Meskipun tidak semua efek samping ini mungkin terjadi, jika memang terjadi, mereka mungkin memerlukan perhatian medis.

Segera tanyakan kepada dokter jika ada efek samping berikut ini:

  1. Ruam kulit dan gatal
  2. Pendarahan yang tidak biasa atau memar
  3. Sakit di tempat bekas suntikan
  4. Tinja berdarah
  5. Sakit dada
  6. Demam
  7. Mulas
  8. Detak jantung tak teratur
  9. Mual
  10. Pingsan berulang
  11. Sakit perut dan nyeri tekan
  12. Muntah
  13. Mata putih berwarna kuning

 Pertimbangan Sebelum Menggunakan Spiramycin

Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memutuskan apakah perlu menggunakan Spiramycin atau tidak. Sebaiknya dibicarakan terlebih dahulu dengan dokter jika Anda khawatir atau punya masalah dengan hal-hal berikut ini:

  • Alergi

Ceritakan ke dokter jika Anda pernah memiliki reaksi alergi atau tidak biasa terhadap obat ini atau obat-obatan lainnya. Begitu juga beritahukan ke dokter jika Anda memiliki ciri-ciri alergi lainnya, Baik itu pada makanan, pewarna, pengawet, maupun hewan. Untuk produk non resep, bacalah label atau bahan kemasan dengan hati-hati.

  • Pediatrik

Pediatrik adalah salah satu cabang ilmu pada bidang kedokteran yang berkonsentrasi pada pencegahan, diagnosis, pengobatan dan penanganan seluruh jenis penyakit pada pasien berusia muda, yaitu bayi dan anak hingga remaja atau dewasa muda. Usia maksimal pasien pediatrik berkisar antara 18 dan 21 tahun. Usia ini merupakan masa transisi pasien memasuki perawatan kesehatan dewasa.

Obat ini telah diuji pada anak-anak dan dalam dosis efektif. Hasilnya belum terbukti menyebabkan efek samping atau masalah pada anak-anak dibandingkan pada orang dewasa.

  • Geriatrik

Sebaliknya dengan Pediatrik, Geriatrik adalah salah satu cabang ilmu pada bidang kedokteran yang mempelajari keadaan-keadaan fisiologis dan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan orang-orang lanjut usia dengan fokus pada penuaan dini dan tatalaksana penyakit terkait usia lanjut.

Banyak obat yang belum dipelajari secara khusus pada orang tua. Oleh karena itu, mungkin tidak diketahui apakah mereka bekerja dengan cara yang persis sama dengan orang dewasa muda atau jika mereka menimbulkan efek samping atau masalah yang berbeda pada orang tua. Tidak ada informasi spesifik yang membandingkan penggunaan Spiramycin pada orang tua dengan penggunaan pada kelompok usia lainnya.

  • Interaksi obat

Meskipun obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan bersamaan sama sekali, dalam kasus lain dua obat yang berbeda dapat digunakan bersamaan meskipun terjadi interaksi. Dalam kasus ini, dokter mungkin ingin mengganti dosisnya atau tindakan pencegahan lainnya yang mungkin saja diperlukan. Saat Anda minum obat ini, sangat penting untuk  dokter mengetahui daftar obat yang Anda gunakan. hal ini dilakukan agar tidak terjadi komplikasi obat yang malah merugikan tubuh anda sendiri,.

  • Interaksi lainnya 

Setelah Obat-obatan tertentu yang tidak boleh digunakan bersamaan, kali ini dengan faktor lainnya. Contohnya,  apakah digunakan sebelum atau sesudah makan, apakah aman jika makan jenis-jenis makanan atau minuman tertentu, apalagi jika itu adalah makanan berbahaya yang beredar di masyarakat.  Tentunya hal ini akan lebih baik Anda diskusikan dengan dokter secara langsung untuk mendapatkan jawaban yang lebih meyakinkan.

fbWhatsappTwitterLinkedIn