6 Gejala Kolestasis yang Mudah Dikenali

√ Verified Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Mengidentifikasi gejala kolestasis di dalam tubuh bukanlah hal yang sulit. Anda bisa melihat dari luar tubuh beberapa tanda-tanda yang memungkinkan anda mengidap penyakit ini. Jika anda merasa mengalami gejala-gejala ini, maka anda harus langsung memeriksakannya ke dokter. Ini ditujukan agar anda mendapatkan perawatan lebih lanjut dari penyakit anda. Gejala-gejala kolestasis yang harus anda waspadai adalah:

  1. Gatal pada Hampir Seluruh Bagian Tubuh

Gejala kolestasis pertama yang paling umum adalah gatal-gatal di tubuh. Rasa gatal ini akan anda rasakan hampir di seluruh bagian tubuh anda. Umumnya rasa gatal ini tidak akan disertai ruam-ruam di kulit. Akan tetapi, pada beberapa kasus anda juga akan menemui rasa gatal dan ruam merah yang cukup parah di beberapa bagian kulit.

Rasa gatal yang akan anda alami tingkatannya bergantung pada kolestasis yang anda alami. Ada rasa gatal yang tidak terlalu parah dan masih bisa anda tahan tanpa merasa tersiksa. Namun, jika kolestasis yang diderita sudah cukup parah, maka anda akan merasakan gatal yang tak tertahankan. Rasa gatal yang anda rasakan umumnya akan semakin memburuk pada malam hari.

  1. Urin Berwarna Keruh

Urin akan terbentuk dari proses ekskresi darah di dalam ginjal. Jika ada banyak cairan empedu di dalam darah, maka cairan ini akan dibuang melalui ginjal menjadi urin. Hal ini akan membuat cairan empedu mempengaruhi warna urin anda. Anda yang mengidap kolestasis akan memiliki warna urin yang lebih keruh seperti teh pekat. Selain pada penderita kolestasis, urin yang keruh juga bisa menjadi gejala infeksi hati yang perlu anda waspadai.

  1. Kulit dan Mata Berwarna Kuning

Anda juga mungkin mengalami gejala kolestasis yang hampir sama dengan gejala penyakit kuning. Penderita kolestasis akan mengalami perubahan warna pada beberapa bagian tubuh. Bagian tubuh yang akan sangat terlihat perubahannya adalah kulit dan mata. Bagian ini akan menjadi lebih kuning daripada orang normal atau keadaan normal tanpa penyakit kolestasis.

Mengapa kulit dan mata anda bisa berwarna kuning? Pada seseorang yang mengidap penyakit kolestasis, cairan empedu akan menumpuk di dalam darah, tepatnya di bagian pembuluh darah. Pembuluh darah terletak tepat di bawah kulit anda. Jika di mata, pembuluh darah terletak dekat dengan permukaan mata. Jika cairan empedu ini menumpuk di dalam darah, maka kulit dan mata anda akan memiliki warna seperti cairan empedu, yaitu cenderung kekuningan.

  1. Feses Berwarna Pucat dan Lebih Busuk dari Biasanya

Ada beberapa kondisi di dalam tubuh yang bisa membuat warna feses menjadi pucat. Salah satunya adalah gejala kanker hati stadium awal. Apapun penyakitnya, feses yang pucat umumnya menunjukan gejala empedu bermasalah, termasuk pada anda yang mengalami penyakit kolestasis.

Penyakit kolestasis akan membuat empedu menumpuk di dalam darah. Hal ini membuat empedu tidak bisa dialirkan ke usus seperti seharusnya. Empedu memiliki fungsi untuk membunuh bakteri yang ada di dalam feses dan memberikan warna kepada feses. Jadi, jika cairan empedu tidak masuk ke dalam usus, feses anda akan berwarna lebih pucat. [AdSense-B]

Selain itu, feses juga akan memiliki bau yang lebih busuk karena bakteri-bakteri masih ada di dalam feses. Beberapa bakteri dan mikroba di dalam feses harusnya sudah mati sebelum feses dikeluarkan jika cairan empedu bisa mencapai usus.

  1. Tulang yang Lebih Rapuh

Salah satu zat gizi yang berperan penting dalam menjaga tulang tetap sehat adalah vitamin D. Vitamin D di dalam tubuh bisa didapatkan dari berbagai zat gizi yang kemudian diolah dengan bantuan sinar matahari yang menyinari tubuh anda. Di dalam tubuh, vitamin D akan diserap di usus dengan bantuan senyawa yang terdapat di dalam garam empedu.

Oleh karena itu, pada penderita kolestasis penyerapan vitamin D mengalami gangguan. Senyawa garam empedu akan sulit masuk ke dalam usus karena tertahan di darah. Vitamin D yang ada di dalam makanan tidak bisa diserap dan masuk ke dalam tulang. Hal ini akan meningkatkan risiko tulang anda menjadi lebih rapuh. Selain pada pengidap kolestasis, penyerapan vitamin D yang terganggu juga menjadi ciri-ciri batu empedu kronis.

  1. Lebih Mudah Mengalami Pendarahan

Vitamin K merupakan salah satu vitamin yang berperan penting dalam proses pembekuan darah di dalam tubuh. Misalnya, anda mengalami kecelakaan dan lutut anda berdarah. Darah ini bisa dihentikan jika tubuh anda memiliki vitamin K yang cukup.

Sebagian besar vitamin K di dalam tubuh akan dibentuk dari hasil kerja bakteri di saluran pencernaan. Bakteri akan melakukan sintesis yang hasil akhirnya adalah vitamin K. Membantu proses sintesis di saluran pencernaan adalah fungsi empedu. [AdSense-C]

Sehingga, jika cairan empedu menumpuk di dalam darah dan tidak bisa mencapai saluran pencernaan, bakteri tidak bisa menghasilkan vitamin K. Selain itu, cairan empedu juga berfungsi dalam proses penyerapan lemak di dalam tubuh. Jika proses penyerapan lemak terganggu, maka vitamin K juga akan berkurang dari tubuh. Ini disebabkan oleh sifat vitamin K yang larut di dalam lemak.

Dampak pertama yang paling akan terasa oleh anda ketika kadar vitamin K berkurang adalah pendarahan yang lebih sering dari biasanya.

Kolestasis bisa terjadi disebabkan oleh penyakit yang terjadi di sekitar empedu. Misalnya, kolestasis menjadi komplikasi batu empedu, gejala sirois hati, dan komplikasi kanker hati. Oleh karena itu, ketika anda menemui gejala kolestasis anda harus segera memeriksakan diri ke dokter. Jika kolestasis yang anda alami disebabkan oleh penyakit-penyakit tersebut, anda bisa segera mendapatkan pengobatan sebelum penyakit ini semakin parah. Jika penyakit tersebut telah sembuh, maka kolestasis anda juga bisa menghilang.

fbWhatsappTwitterLinkedIn