Bipolar

Kenali 13 Gejala Bipolar Ringan yang Sering Disepelekan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Dalam istilah medis mengenai jenis gangguan mental pada anak maupun dewasa, dikenal adanya suatu penyakit dengan nama gangguan bipolar. Sesuai dengan namanya, “bi” berarti dua, gangguan ini merupakan sebuah gangguan mental yang berhubungan dengan dua keadaan yang saling bertolak belakang. Gangguan bipolar ini berhubungan dengan perubahan suasana hati, pikiran, dan perilaku. Penderita gangguan ini biasanya mengalami gejolak emosi yang berlebihan, bisa senang atau sedih. Penyebab bipolar ini antara lain dari faktor biologis yang tidak dapat dikendalikan oleh si penderita.

Dua situasi yang dialami oleh penderita bipolar adalah dua situasi yang saling bertolak belakang. Gangguan ini dapat terjadi dalam hitungan hari, minggu, bulan, ataupun tahun. Pada suatu waktu, penderita dapat merasa sangat senang namun tiba-tiba akan merasa sangat sedih dan tidak bersemangat seperti orang depresi. Akan tetapi ada perbedaan depresi dan gangguan bipolar. Pada kasus bipolar ringan, penderita akan menunjukkan beberapa gejala yang belum terlalu ekstrim. Berikut adalah beberapa gejala bipolar ringan yang sering disepelekan:

  • Sering Menyendiri. Terkadang beberapa orang memang suka menyendiri dan tidak suka berada di keramaian. Fase menyendiri atau antisosial ini biasanya terjadi karena adanya kondisi depresi sehingga membuat si penderita merasa enggan untuk bersosialisasi dengan orang sekitar. Ia akan lebih nyaman berada seorang diri.
  • Suka Murung. Salah satu gejala bipolar ringan adalah penderitanya suka terlihat murung. Ciri ini juga merupakan tanda terjadinya depresi pada seseorang. Agak susah dibedakan antara murung akibat depresi atau murung akibat bipolar. Oleh karena itu, ketika seseorang murung akan lebih baik untuk segera mencari tahu penyebabnya dan segera diatasi.
  • Nafsu Makan Menurun. Gejala bipolar ringan selanjutnya adalah adanya perubahan nafsu makan. Penderita biasanya akan merasakan tidak nafsu makan. Walaupun begitu, ada pula penderita yang justru mengalami nafsu makan yang meningkat akibat gangguan bipolar ini.
  • Mudah Marah. Orang yang mengalami gangguan bipolar ringan terkadang menunjukkan gejala mudah marah atas suatu hal yang sepele. Gejala ini sebenarnya sama dengan mereka yang mengalami depresi. Ia akan menjadi sangat sensitif terhadap apa yang tidak sesuai dengan dirinya.
  • Terlalu Sedih. Gejala bipolar ringan selanjutnya adalah perasaan yang mudah sedih atau terlalu sedih ketika menghadapi sesuatu. Rasa sedih yang ia tunjukkan tidak akan terlihat normal seperti pada umumnya. Penderita bipolar terkadang akan merasa sedih bahkan sampai menangis dan mengurung diri dari orang-orang sekitar.
  • Terlalu Senang. Selain merasakan sedih yang berlebihan, penderita bipolar ringan juga sering merasakan senang yang terlalu berlebih. Gejala bipolar ringan ini terkadang dinilai terlalu berlebihan bahkan tidak wajar bagi sebagian orang. Namun berbeda bagi si penderita, ia akan merasa apa yang dilakukannya sangatlah wajar.
  • Sering Berubah Pikiran. Satu hal yang dimiliki penderita bipolar adalah ketidaktepatan pendirian. Hal ini karena ia akan mudah mengubah keputusannya akibat pengaruh dari orang lain. Itulah mengapa jalan pikiran orang yang menderita bipolar akan susah ditebak dan juga mudah terpengaruh oleh hasutan orang.
  • Pesimis. Penderita bipolar akan menunjukkan gejala pesimis. Ia akan merasa tidak bersemangat dan takut gagal ketika akan melakukan sesuatu. Gejala bipolar ringan ini akan menyebabkan ia merasa tidak yakin dengan kemampuan yang ada dalam dirinya. Terkadang hal ini juga yang menjadi faktor ia menarik diri dari pergaulan dengan lingkungan sekitar.
  • Tidak Produktif. Dampak dari beberapa gejala bipolar ringan di atas adalah penderita menjadi tidak produktif. Misalkan saja ketika ia lebih memilih untuk mengurung diri dari masyarakat dan pergaulan tentunya akan menghambat segala perkembangan dalam hidupnya. Selain itu, sifat pesimis juga akan menghambat keberhasilannya.
  • Mudah Merasa Bersalah. Ketika dalam masa depresi, penderita bipolar akan sering merasa mudah bersalah atas apa yang terjadi di sekitarnya. Ia akan merasa segala kesalahan yang ada di sekitarnya merupakan akibat perbuatannya. Perasaan bersalah ini akan muncul secara tiba-tiba dan tanpa alasan yang jelas.
  • Sulit Berkonsentrasi. Gejala bipolar ringan ini biasanya akan muncul ketika penderita bipolar mengalami depresi. Ia akan merasa terlalu sedih atau terlalu terbebani dengan masalah yang ia hadapi. Akibatnya, pikirannya akan mudah terpengaruh dan sulit berkonsentrasi dalam kegiatan yang sedang ia lakukan. Penderita mungkin perlu menerapkan beberapa cara meningkatkan konsentrasi dalam setiap aktivitas.
  • Insomnia. Penderita bipolar ringan juga akan sering mengalami insomnia, terutama ketika ia sedang mengalami depresi. Hal ini karena ia akan mengalami banyak pikiran terhadap segala permasalahan yang ia hadapi. Semua permasalahan ini akan menguras pikirannya dan menyebabkan ia mengalami susah tidur atau biasa dikenal dengan insomnia. Untuk mengatasi hal ini penderita dapat menerapkan beberapa terapi menghilangkan insomnia.
  • Halusinasi. Penyakit bipolar juga berpotensi menjadi salah satu penyebab halusinasi. Ia akan sering mengalami halusinasi atas pikiran-pikiran buruknya. Semua pikiran buruk yang ada dalam pikirannya akan ia anggap sebagai hal yang nyata dalam kehidupannya. Hal ini jugalah yang terkadang menjadi penghambatnya dalam beraktivitas.

Itulah beberapa gejala bipolar ringan yang patut diwaspadai dan jangan mudah disepelekan. Gejala ini patutnya diwaspadai oleh orang-orang sekitar dan juga harus paham mengenai cara menghadapi orang bipolar. Jangan sampai keadaan ini justru membuatnya dikucilkan dan dijauhi oleh orang-orang sekitar. Padahal, penderita bipolar harus mendapatkan penanganan yang tepat agar gejala bipolar tidak bertambah parah. Keluarga terdekat harus memahami bagaimana cara menyembuhkan bipolar. Untuk menghindari gangguan bipolar ini, akan lebih baik untuk selalu menerapkan cara menjaga kesehatan mental.