Alami Syok Anafilaktik Setelah Makan Es Krim, Apa Penyebabnya?

220

Seorang bocah perempuan 9 tahun asal Inggris meninggal dunia setelah makan es krim saat berlibur bersama keluarganya. Setelah dilakukan pemeriksaan, bocah ini dipercaya alami syok anafilaltik akibat kandungan susu dan kacang-kacanganan dalam es krim yang ia konsumsi. Rupanya, susu dan kacang-kacangan tersebut menimbulkan reaksi alergi. Bagaimana alergi bisa sebabkan syok? Apa saja yang bisa menyebabkan terjadinya syok anafilatik hingga berujung kematian?

Apa Itu Syok Anafilaktik?

Anafilaktik berasal dari kata ana yang bearti balik dan phylaxis yang perlindungan. Anafilaktik menggambarkan respons imun yang seharusnya melinfungi tubuh, malah berbalik menyerang tubuh (antifilaksis atau anafilaksis).

Syok anafilaktik merupakan suatu respon hipersensitivitas tipe 1 yang diperantarai oleh IgE dengan tanda adanya penurunan curah jantung dan tekanan darah arteri. Hal ini disebabkan akrena adanya reaksi antigen-antibodi dalam tubuh karena masuknya suatu antigen (sesuatu yang dianggap asing oleh tubuh) yang bersifat sensitif dalam aliran darah. Syok anafilaktik diawali dengan hipotensi nyata sebagai respons dari vasodilatasi (pelebaran pembulih darah) mendadak dan disertai kolaps pada sistem sirkulasi sehingga bisa sebabkan kematian. Syok anafilaktik merupakan suatu kondisi gawat darurat.

Penyebab Syok Anafilatik

Terdapat beberapa faktor yang diduga meningkatkan resiko terjanya syok anafilaktik contohnya adanya alergen (hal yang menyebabkan alergi) seperti makanan, obat, sengatan serangga, dan lateks. Selain itu, transfusi darah, latihan fisik, dan cuaca dingin juga bsia memicu terjadinya alergi hingga bermanifestasi menjadi syok anafilaktik.

Alergen yang terpapar akan memicu terjadinya alergi yang ditandai dengan gejala yang bervariasi, Secara klinis, terdapat tiga tipe dari reaksi anafilaktik yaitu:

  • Reaksi cepat yang terjadi dalam beberapa menit hingga satu jam pasca paparan alergen
  • Reaksi moderat yang terjadi antara satu hingga 24 jam pasca paparan alergen
  • Rekasi lambat yang terjadi lebih dari 24 jam pasca paparan alergen

Gejala yang ditunjukan pun bervariasi dari ringan hingga berat, bahkan tak jarang gejala yang muncul langsung kepada gejala yang berat. Gejala ringan identik degan keluhan kesemutan, sesak dimulut, hidung tersumbat, gatal, bersin, dan mata berair. Gejala ringan biasanya meliputi batuk-batuk, mengi, serta pembengkakan jalan nafas sehingga penderita kesulitan bernafas. Gejala berat biasanya timbul tiba-tiba dengan gejala seperti pada gejala ringan dan sedang dengan tambahan sesak berat serta sianosis (bagian tertentu pada tubuh mulai membiru karena kekurangan oksigen).

Dari penjelasan di atas, dapat kita ketahui bahwa pemicu awal dari terjadinya syok anafilaktik adalah paparan alergen. Pencegahan terbaik untuk mencegah syok anafilaktik adalah dengan menghindari alergen tersebut. Namun, reaksi syok anafilaktis memang sulit untuk dicegah bila kita tidak mengetahui bahwa kita memiliki alergi terhadap zat tertentu. Oleh karena itu, dengan membaca label keterangan pada kemasan makanan, menghindari kontak dengan serangga, atau mengonsumsi antibiotik sesuai peresepan dokter,  kita dapat terhindar dari reaksi alergi dan syok anafilaktik.