Merk Obat H

Holoxan – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Cara Penggunaan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Holoxan termasuk ke dalam golongan obat keras yang hanya bisa diperoleh dengan menggunakan resep dokter.

Komposisi

Holoxan merupakan obat berbentuk sediaan injeksi yang mengandung ifosfamide sebagai senyawa aktifnya. Obat ini tersedia dalam bentuk serbuk injeksi di dalam kemasan vial, serbuk ini akan dilarutkan dengan pelarut yang sesuai oleh tenaga medis sebelum diberikan kepada pasien.

Indikasi

Holoxan diindikasikan untuk karsinoma payudara, serviks, ovarium, sarkoma jaringan lunak dan kanker testis

Mekanisme Kerja Obat

Sel-sel di dalam tubuh kita selalu melakukan pembelahan sel setiap harinya, baik untuk melakukan perbaikan jaringan yang rusak maupun melakukan pertumbuhan. Sebenarnya, tubuh kita memiliki sistem pengaturan yang akan mengatur agar pembelahan sel dilakukan seperlunya saja. Namun, berbagai hal seperti radikal bebas, senyawa radioaktif, hingga gaya hidup yang tidak sehat dapat mengganggu fungsi pengaturan pembelahan sel di dalam tubuh. Akibatnya, sel-sel tertentu di dalam tubuh akan terus mengalami pembelahan sel dengan kecepatan yang tidak terkendali. Kondisi seperti inilah yang disebut kanker.

Pertumbuhan sel kanker yang tak terkendali ini dapat mnegganggu fungsi sel-sel normal di sekitarnya, bahkan sel kanker dapat melakukan metastasis, yaitu pertumbuhan yang menyebar ke bagian tubuh lain, bahkan bagian tubuh yang jauh dari tempat asal terjadinya kanker (misalnya kanker paru-paru yang menyebar sampai ke otak). Oleh karena itu, kanker harus segera ditangani sebelum menjadi lebih parah.

Dalam setiap proses pembelahan sel, perlu dilakukan sintesis DNA. DNA merupakan materi genetik yang harus ada di dalam sel sebagai syarat sel tersebut bisa hidup sehingga proses sintesis/pembuatan DNA adalah tahap yang sangat penting dalam pembelahan sel. Ifosfamide merupakan salah satu obat yang diindikasikan untuk menangani kanker. Obat ini bekerja menghambat pertumbuhan sel kanker dengan cara menghambat sintesis DNA di dalam sel kanker. Jika sintesis DNA dihambat, maka pertumbuhan sel kanker juga diharapkan akan terhambat.

Dosis dan Cara Penggunaan

  1. Dosis Holoxan yang biasa diresepkan adalah 1,2 g/m2 luas permukaan tubuh/hari, diberikan sebagai infus intravena selama 30 menit
  2. Holoxan diberikan selama 5 hari berturut-turut setiap 3-4 minggu sekali, disesuaikan dengan kondisi pasien
  3. Sebelum diberikan kepada pasien, tenaga medis akan melarutkan serbuk injeksi Holoxan dengan pelarut yang sesuai (biasanya menggunakan SWI / Sterile Water for Injection atau larutan NaCl fisiologis)
  4. Untuk mencegah terjadinya efek samping berupa sistitis hemoragik, biasanya pemberian Holoxan disertai dengan pemberian mesna dosis 240 mg/m2 luas permukaan tubuh (diberikan 15 menit sebelum, 4 jam setelah dan 8 jam setelah pemberian Holoxan)
  5. Jika dosis Holoxan dinaikkan/diturunkan berdasarkan pertimbangan dokter, maka dosis mesna juga perlu disesuaikan

Kontraindikasi

Pasien dengan kondisi-kondisi berikut tidak diperbolehkan menggunakan Holoxan:

  • Hipersensitif (alergi) terhadap ifosfamide
  • Myelosupresi parah

Kategori Keamanan bagi Ibu Hamil dan Menyusui

  • Ifosfamide termasuk ke dalam kategori D, yaitu obat yang hanya boleh digunakan oleh ibu hamil dalam kondisi penyakit yang mengancam nyawa dan tidak ada obat lain yang lebih aman untuk digunakan
  • Ifosfamide dapat diekskresikan (dikeluarkan) melalui ASI, ibu menyusui sebaiknya tidak menyusui bayinya selama dalam masa pengobatan menggunakan Holoxan untuk menghindari terjadinya efek samping pada bayi yang disusui

Interaksi Obat

Berikut adalah obat-obat yang mungkin menimbulkan interaksi obat dengan Holoxan:

  1. Ifosfamide dapat menurunkan efektivitas vaksin berikut jika diberikan secara bersamaan: vaksin adenovirus, influenza, MMR (Measles Mumps Rubella / campak gondong rubella), cacar air
  2. Penggunaan obat-obat berikut secara bersamaan dengan ifosfamide dapat meningkatkan risiko terjadinya nefrotoksisitas (kerusakan pada ginjal) dan ototoksisitas (kerusakan pendengaran): bacitracin, warfarin
  3. Penggunaan obat-obat berikut secara bersamaan dengan ifosfamide dapat meningkatkan risiko terjadinya penurunan sistem imun sehingga pasien akan lebih rentan terkena infeksi: natalizumab, nivolumab, tacrolimus, tofacitinib

Sebelum Anda memulai terapi dengan menggunakan Holoxan, beritahukanlah kepada dokter yang menangani Anda mengenai obat yang sedang Anda gunakan atau obat yang telah Anda gunakan dalam 1-2 minggu terakhir untuk memastikan bahwa pemberian Holoxan tidak akan menimbulkan interaksi dengan obat yang sedang atau telah Anda gunakan tersebut.

Perhatian

  1. Jangan mneggunakan Holoxan tanpa resep dari dokter
  2. Holoxan diberikan kepada pasien sebagai infus (dimasukkan ke dalam pembuluh darah vena dengan kecepatan infus tertentu) sehingga pemberiannya hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten, misalnya dokter atau perawat (pemberian oleh perawat pun hanya boleh dilakukan atas resep dokter)
  3. Holoxan hanya boleh diresepkan oleh dokter spesialis onkologi
  4. Pasien yang mendapat Holoxan dianjurkan untuk minum air putih dalam jumlah yang cukup (minimal 2 L/hari) sebelum memulai terapi sampai 72 jam setelah pemberian Holoxan untuk meminimalisir risiko terjadinya sistitis hemoragik akibat pemberian obat ini
  5. Jika Anda adalah wanita yang masih dalam masa reproduksi, sebaiknya Anda menggunakan kontrasepsi selama dalam masa terapi menggunakan Holoxan karena obat ini dapat membahayakan janin yang sedang dikandung
  6. Jika Anda merasakan efek samping setelah mendapatkan Holoxan, beritahukanlah hal tersebut kepada dokter yang menangani Anda agar efek samping tersebut bisa segera ditindaklanjuti
  7. Diperlukan penyesuaian dosis Holoxan untuk pemberian pada pasien dengan penyakit ginjal atau gangguan fungsi hati
  8. Vial Holoxan yang belum dibuka dapat disimpan pada suhu ruangan atau pada lemari pendingin