Home Merk Obat A-ZMerk Obat B Broncholit – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

Broncholit – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

by Via Viiaa

Broncholit merupakan salah satu obat jenis mukolitik yang dapat mengurangi gejala pada gangguan paru obstruktif kronis dan bronkiektasis dengan cara meringankan proses keluarnya dahak. Penggunaan Bronchilit tidak boleh bersamaan dengan antitusif ( penekan batuk ) atau obat lain yang mampu mengeringkan sekresi bronkus.

Fungsi Broncholit

Karena merupakan salah satu dari jenis obat mukolitik yang berfungsi mengencerkan dahak, maka fungsi Broncholit pun tak jauh berbeda dengan fungsi utama dari jenis obat mukolitik. Secara detail, Broncholit berfungsi untuk terapi adjuvan pada gangguan saluran pernapasan yang muncul dengan ditandai oleh lendir kental yang berlebihan, termasuk didalamnya adalah penyakit saluran pernapasan obstruktif kronis.

Umumnya, Broncholit digunakan bersamaan dengan obat-obatan lain dan berperan sebagai terapi tambahan untuk mengobati penyakit saluran pernapasan yang menyebabkan pasien mengalami kesulitan saat bernapas.

Beberapa penyakit yang dapat diobat dengan menggunakan Bronchilit diantaranya adalah:

  1. bronkitis akut atau kronis,
  2. infeksi sinusitis,
  3. radang tenggorokan,
  4. tracheitis,
  5. emphysema ( emfisema )
  6. pneumoconiosis.

Dosis Penggunaan Broncholit

Jenis penyajian Broncholit adalah dalam bentuk sirup, dan berikut adalah dosis penggunaannya:

  • Dewasa dan Anaka-anak usia > 12 tahun, 15 mL ( satu sendok makan ) tiga kali sehari.
  • Anak-anak usia 5-12 tahun, 5 mL ( satu sendok teh ) tiga kali sehari.
  • Anak-anak usia 2-5 tahun, 2.5 mL ( 1/2 sendok teh ) empat kali sehari.

Penggunaan Broncholit harus sesuai dengan dosis yang sudah ditetapkan agar tidak terjadi overdosis. Beberapa gejala overdosis yang dapat muncul diantaranya adalah:

  1. ruam,
  2. flushing,
  3. mual,
  4. muntah,
  5. bronkospasme,
  6. edema,
  7. takikardia,
  8. hipotensi,
  9. depresi pernapasan,
  10. hemolisis,
  11. koagulasi,
  12. intravaskular diseminata
  13. gagal ginjal.

Efek Samping Broncholit

Broncholit merupakan salah satu jenis obat yang secara umum dapat ditoleransi dengan baik, terutama jika penggunaannya sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Namun, hal ini tidak menutup kemungkinan atas efek samping yang dapat muncul akibat mengkonsumsi Broncholit.

Berikut adalah beberapa efek samping dari Broncholit baik itu efek samping yang ringan maupun berat:

  1. Mual, muntah
  2. Nyeri pada lambung
  3. Nyeri pada ulu hati
  4. Terjadinya gangguan pada sistem kekebalan tubuh
  5. Adanya reaksi anafilaksis ( syok anafilaktik ) dan erupsi obat tetap
  6. Muncul kelainan pada kulit dan jaringan subkutan
  7. Ruam pada kulit dan erupsi kulit alergi
  8. Terjadinya gangguan gastrointestinal
  9. Terjadi pendarahan gastrointestinal ( langka )

Setiap pasien yang mengkonsumsi Broncholit memiliki efek samping yang berbeda-beda, tergantung dari daya tahan tubuh masing-masing. Jika merasa tidak enak pada bagian tertentu saat sedang mengkonsumsi Bronchilit, segera konsultasikan dengan dokter agar dapat dilakukan pemerikaan lebih lanjut.

Kontraindikasi Broncholit

Hindari penggunaan Bronchilit pada pasien-pasien yang memiliki kondisi sebagai berikut:

  • Memiliki riwayat hipersensitif
  • Menderita penyakit ulkus peptikum
  • Sedang mengkonsumsi obat-obatan jenis antitusif ( penekan batuk ) atau obat-obatan yang berfungsi untuk mengeringkan sekresi bronkial

Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan

  1. Penggunaan obat ini sebaiknya dikonsumsi bersamaan dengan makanan atau setelah makan agar tidak mengganggu proses pencernaan.
  2. Jika Broncholit digunakan oleh pasien dengan riwayat penyakit ulkus peptikum, perlu diperhatikan dengan sangat hati-hati. Efek samping mual dan muntah yang diinduksi oleh obat mampu meningkatkan resiko pendarahan gastrointestinal dan karena resiko teoritis mukolitik dapat mengganggu proses dari penghalang mukosa lambung.
  3. Broncholit memiliki kandungan fenilalanin yang berperan sebagai salah satu metabolit aspartman.
  4. Penggunaan Broncholit pada ibu hamil tidak dianjurkan, terutama pada kehamilan yang masih dalam usia trimester pertama.
  5. Penggunaan Broncholit pada ibu menyusui masih belum dipastikan keamanannya, sehingga perlu konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mulai mengkonsumi Broncholit.

You may also like