Merk Obat A

Arsigran – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Arsigran termasuk ke dalam golongan obat keras yang termasuk dalam DOWA (Daftar Obat Wajib Apotek), yaitu obat keras yang bisa didapatkan di apotek tanpa resep dari dokter.

Komposisi

Arsigran mengandung siproheptadin yang merupakan golongan obat antihistamin generasi pertama sebagai zat aktifnya.

Indikasi

Arsigran diindikasikan untuk pengobatan berbagai reaksi alergi, seperti rhinitis alergi, pruritus dan urtikaria

Mekanisme Kerja Obat

Siproheptadin memiliki efek antialergi dengan bekerja sebagai antagonis reseptor histamin H1. Histamin adalah suatu senyawa yang diproduksi oleh tubuh yang akan menimbulkan reaksi alergi (seperti ruam-ruam pada kulit, gatal, mata berair, hidung meler dan bersin-bersin) saat berikatan dengan reseptornya. Siproheptadin dapat mengurangi gejala-gejala tersebut dengan mencegah histamin berikatan dengan reseptornya.

Selain itu, siproheptadin juga memiliki aktivitas antikolinergik, yaitu mencegah neurotransmitter acetylcholine berikatan dengan reseptornya pada sistem saraf. Hal ini akan mengakibatkan penurunan aktivitas saraf parasimpatetik. Saraf parasimpatetik adalah sistem saraf yang mengatur gerakan otot polos pada saluran pernapasan, saluran pencernaan, saluran kencing dan bagian-bagian tubuh lainnya sehingga penghambatan aktivitas pada saraf ini dapat menurunkan aktivitas otot polos pada bagian-bagian tubuh tersebut.

Selain sebagai antihistamin dan antikolinergik, siproheptadin juga memiliki aktivitas antiserotonin (mencegah neurotransmitter serotonin berikatan dengan reseptornya) dan dapat melakukan blokade pada kanal ion kalsium.

Dosis dan Cara Pemberian

  1. Dosis Arsigran untuk dewasa: 3 x 4 mg sehari
  2. Dosis Arsigran untuk anak 2-6 tahun: 2-3 x 2 mg sehari, tidak boleh lebih dari 12 mg/hari
  3. Dosis Arsigran untuk anak 7-14 tahun: 2-3 x 4 mg sehari, tidak boleh lebih dari 16 mg/hari
  4. Arsigran dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan (sebelum atau sesudah makan)

Kontraindikasi

Pasien dengan kondisi-kondisi berikut tidak diperbolehkan mengkonsumsi Arsigran:

  1. Hipersensitif terhadap kandungan Arsigran
  2. Bayi prematur dan bayi baru lahir
  3. Sedang menjalani terapi menggunakan obat MAOI (Mono Amine Oxidase Inhibitor), misalnya moklobemid, fenelzin, isokarboksazid
  4. Ulkus peptikum
  5. Glaukoma sudut sempit
  6. Pembesaran kelenjar prostat
  7. Usia lanjut
  8. Ibu menyusui

Keamanan Penggunaan pada Ibu Hamil dan Menyusui

  • Siproheptadin termasuk ke dalam kategori B untuk penggunaan pada ibu hamil, yaitu obat yang cukup aman untuk digunakan oleh ibu hamil
  • Belum diketahui apakah siproheptadin didistribusikan oleh tubuh ke dalam ASI, namun penggunaannya pada ibu menyusui dikontraindikasikan karena dikhawatirkan dapat menimbulkan efek negatif bagi bayi

Efek Samping

Berikut adalah efek samping yang mungkin Anda alami setelah mengkonsumsi Arsigran

  1. Efek samping pada sistem saraf: mengantuk, pusing, sistem koordinasi terganggu, insomnia, tremor, euphoria, merasa cemas, mudah marah, delirium, kejang
  2. Efek samping pada otot: merasa lelah
  3. Efek samping pada sistem kardiovaskular: jantung berdebar, tachycardia (denyut jantung lebih cepat), aritmia, hipotensi / darah rendah, hipertensi / darah tinggi
  4. Efek samping pada saluran pencernaan: anoreksia, mual, muntah, diare, konstipasi / sembelit
  5. Efek samping pada hati: penurunan fungsi hati, kolestasis
  6. Efek samping pada ginjal: retensi urin (sulit buang air kecil)
  7. Lain-lain: vertigo, berkeringat secara berlebih, impoten, mulut kering, tinnitus

Tidak semua pasien yang menggunakan Arsigran akan mengalami efek samping di atas, bahkan beberapa efek samping di atas merupakan efek samping yang sangat jarang terjadi. Namun jika Anda merasakan efek samping apapun, baik yang telah disebutkan di atas maupun efek samping lainnya setelah mengkonsumsi Arsigran, segeralah konsultasikan hal tersebut kepada dokter dan/atau apoteker agar efek samping yang Anda rasakan bisa segera ditindaklanjuti.

Interaksi Obat

Berikut adalah obat-obatan yang mungkin menimbulkan interaksi obat jika digunakan bersamaan dengan Arsigran:

  1. Siproheptadin tidak boleh digunakan bersamaan dengan obat antidepresan golongan MAOI (Mono Amine Oxidase Inhibitor) seperti isokarboksazid, linezolid, fenelzin, rasagiline, selegilin, tranilsipromin karena MAOI memiliki aktivitas antikolinergik seperti siproheptadin sehingga dapat meningkatkan aktivitas antikolinergiknya
  2. Penggunaan metirapon bersamaan dengan siproheptadin dapat menurunkan efek siproheptadin karena bersifat sebagai antagonis farmakodinamik (efek yang berlawanan)
  3. Penggunaan prokarbazin bersamaan dengan siproheptadin dapat meningkatkan aktivitas antikolinergik siproheptadin sehingga penggunaannya secara bersamaan perlu dihindari
  4. Penggunaan eluxadoline dan fentanil bersamaan dengan siproheptadin dapat meningkatkan risiko terjadinya konstipasi parah yang dapat mengakibatkan ileus paralytic (kelumpuhan usus)
  5. Penggunaan natrium oxybate dan clobazam bersamaan dengan siproheptadin dapat meningkatkan efek depresan pada sistem saraf pusat (efeknya berupa mengantuk, mudah tertidur, depresi sistem pernafasan)
  6. Obat-obat berikut memiliki efek sedatif (mengantuk) sama seperti siproheptadin sehingga penggunaannya secara bersamaan dapat meningkatkan efek sedatifnya: alfentanil, alprazolam, amisulpride, amitriptilin, amobarbital, amoxapine, aripiprazole, butabarbital, butalbital, klordiazepoksid, klorfeniramin, klorpromazin, klonazepam, klozapin, kodein, desipramin, diazepam, dimenhidrinat, difenhidramin, haloperidol, imipramin, lorazepam, olanzapin, tramadol
  7. Obat-obat berikut bersifat sebagai agonis serotonin (mendukung kerja serotonin) sedangkan siproheptadin bersifat sebagai antagonis serotonin (menghambat kerja serotonin) sehingga akan terjadi penurunan efek obat tersebut jika digunakan bersamaan dengan siiproheptadin: almotriptan, citalopram, escitalopram, fluoksetin, fluvoksamin, paroksetin, sumatriptan

Selalu konsultasikan mengenai obat apapun, baik herbal maupun sintetis yang sedang atau akan Anda gunakan kepada dokter dan/atau apoteker untuk memastikan bahwa penggunaan obat tersebut bersamaan dengan Arsigran tidak akan menimbulkan efek samping yang akan merugikan Anda. Jika ternyata obat tersebut tidak bisa digunakan bersamaan dengan Arsigran, dokter atau apoteker mungkin akan menyarankan pemberian jeda waktu pemberian antara satu obat dengan obat lainnya atau mengganti salah satu obat dengan obat lain sebagai alternatif.

Perhatian

  1. Siproheptadin merupakan jenis obat keras yang termasuk dalam DOWA (Daftar Obat Wajib Apotek), yaitu obat keras yang bisa didapatkan di apotek tanpa resep dari dokter dengan jumlah maksimal pembelian tertentu dan harus diserahkan oleh apoteker. Pembelian siproheptadin di apotek tanpa resep dokter hanya bisa dilakukan oleh pasien yang sebelumnya sudah pernah mendapat resep siproheptadin dari dokter dengan jumlah maksimal pembelian 10 tablet
  2. Jangan mengubah dosis Arsigran yang telah diresepkan oleh dokter
  3. Jika gejala alergi yang Anda alami tidak kunjung membaik, segeralah berkonsltasi kepada dokter
  4. Kenali penyebab munculnya reaksi alergi pada tubuh Anda dan sebisa mungkin hindari paparan terhadap makanan/benda tersebut
  5. Perlu dilakukan penyesuaian dosis Arsigran bagi penderita penyakit ginjal
  6. Hindari penggunaan Arsigran pada pasien lanjut usia karena berpotensi besar menimbulkan efek antikolinergik yang berlebih, juga dapat memperparah kondisi pasien yang memang sudah memiliki gangguan pada saluran kencing dan pembesaran kelenjar prostat. Jika penggunaan Arsigran pada pasien lanjut usia tidak dapat digantikan dengan obat lain, Arsigran harus diberikan dengan dosis serendah mungkin
  7. Arsigran memiliki efek depresan terhadap sistem saraf pusat (dapat menimbulkan rasa kantuk dan menurunkan kesadaran serta tingkat fokus), oleh karena itu jangan mengemudikan kendaraan atau mengoperasikan mesin/peralatan yang akan menimbulkan bahaya jika dioperasikan dalam keadaan kurang fokus
  8. Penggunaan pada pasien yang memiliki riwayat asma atau gangguan pernapasan lainnya harus dimonitor secara ketat karena efek antikolinergik dari Arsigran berpotensi menimbulkan pengecilan saluran napas dan dapat memperburuk kondisi gangguan pernapasan tersebut.