Ternyata Paha dan Dada Ayam Berbeda Nutrisinya, Begini Rinciannya

95

Tak hanya sekali, sering dari kita jika tengah memesan makanan di suatu restoran ayam maka pramusaji akan menanyakan “dada atau paha?”
Nah, beberapa memilih dada yang terkenal dengan volume dagingnya, yang lain pun yakin memilih paha atas pertimbangan ‘lebih juicy’. Kira-kira, mana yang Anda pilih? Mana yang lebih sehat?

Perbandingan dari Kandungan Nutrisi

1. Kandungan Protein

Sebagai salah satu sumber protein hewani, kita bisa mendapatkan 21 gram protein pada paha ayam panggang seberat 85 gram. Dalam berat yang sama, kita bisa mendapatkan 25 gram protein dari bagian dada ayam. Angka ini sebenarnya sudah mencukupi kebutuhan protein harian orang dewasa dimana kita membutuhkan sekirar 56 gram bagi dewasa laki-laki dan 46 gram bagi dewasa perempuan. Pemenuhan protein dianggap sangat penting karena fungsi utama protein sebagai pembangun sel, pembentuk massa otot, serta pembentuk sistem imun tubuh.

2. Kandungan Lemak

Lemak sendiri memiliki 2 jenis, yaitu lemak jenuh dan lemak tak jenuh (jika dijumlahkan maka disebut lemak total. Lemak jenuh yang berada pada aliran darah bersifat lebih berbahaya karena berpotensi membentuk sumbatan sehingga terjadi aterosklerosis. Bagian dada ayam seberat 85 gram mengandung 2 gram lemak jenuh pada 7 gram lemak total. Sedangkan bagian paha ayam dengan berat yang sama memiliki 3,5 gram lemak jenuh dari 13 lemak total yang dikandung. Kita bisa saja membatasi asupan lemak dari ayam dengan memisahkan kulit ayam untuk tidak dikonsumsi.

3. Kandungan Jumlah Kalori dan Kolesterol

Pada 85 gram dada ayam, terdapat 170 kalori dan 70 miligram kolesterol. Dengan berat yang sama, pada paha ayam terdapat lebih banyak kalori dan kolesterol yaitu sebesar 210 kalori dan 80 miligram kolesterol. Jumlah kolesterol dalam dada maupun paha ini sudah mencukupi kebutuhan kolesterol harian yang dianjurkan.

Jumlah kandungan nutrisi yang sudah dijelaskan di atas hanya angka perkiraan dari kandungan daging ayam mentah saja. Teknik pengolahan dan bumbu yang digunakan juga akan mempengaruhi kandungan gizi pada ayam, tidak peduli bagian ayam mana yang kita gunakan.

Mengolah ayam menggunakan teknik menggoreng dengan minyak tentu akan meningkatkan nilai kalori olahan ayam. Untuk Anda yang sedang menjalani program diet, pilihan teknik pengolahan lain seperti kukus, rebus, dan panggang bisa dijadikan solusi yang lebih sehat dalam mengurangi jumlah kolesterol dan lemak. Tambahan bumbu seperi madu dan tepung bumbu pada daging ayam juga bisa mempengaruhi kandungan gizi khususnya kandungan kalori.

Dari fakta-fakta di atas, kedua bagian daging ayam cenderung memiliki nilai gizi yang seimbang walau protein yang dikandung lebih banyak pada bagian paha serta kalori, lemak, dan kolesterol lebih banyak terdapat pada bagian dada. Kunci dari sehat atau tidaknya olahan ayam yang kita makan adalah teknik dan makanan sampingan selain ayam pada menu makanan kita. Alangkah lebih baik bila kita mengetahui kebutuhan nutrisi harian dan menghitung nilai gizi dari makanan sehingga tidak berlebihan maupun kurang gizi.