Sponsors Link

ADHD Pada Anak

advertisement

Beberapa orang mungkin belum pernah mendengar tentang attention deficit hyperactivity disorder. Disorder atau gangguan ini yang biasa disebut ADHD merupakan suatu gangguan hiperaktif dan gangguan dalam memusatkan perhatian. ADHD mulai terlihat pada saat anak – anak yang berusia sekitar 6 tahun, dimana pada usia tersebut anak sudah mulai masuk ke dalam dunia sekolah. ADHD akan sangat terlihat pada anak – anak di dalam kelas ketika sedang mengikuti proses belajar mengajar.

Gejala Anak Mengalami Gangguan ADHD

1. Inatensi

InatensiInatensi ini terlihat ketika seorang anak sedang mengikuti proses belajar – mengajar di dalam kelas. Anak – anak yang mengalami gangguan ADHD ini akan bersikap tidak acuh, serta sulit dalam mendengarkan perkataan orang lain. Selain itu anak akan mudah terdistrak, terganggu perhatiannya, dan juga akan menjadi pelupa. Terkadang guru akan  menganggap bahwa anak tersebut mengalami intelegensi yang buruk dan di bawah rata – rata, namun sebenarnya tidak ada masalah pada IQ anak.

Gejala yang menunjukkan inatensi pada anak:

  • Sering sekali melakukan kecerobohan yang tidak wajar.
  • Sering sulit dalam memusatkan perhatian secara terus menerus pada berbagai kegiatan.
  • Sering terlihat acuh saat diajak bicara.
  • Sering gagal dalam menyelesaikan tugas.
  • Sering sekali mengalami kehilangan barang, karena kurangnya perhatian terhadap barangnya.
  • Sering melupakan tugas dan pekerjaan dalam kegiatan sehari – hari.
  • Perhatiannya sangat mudah teralihkan.
  • Sangat sering menghindari tugas yang membutuhkan waktu berpikir yang cukup lama.

2. Hiperaktif – Impulsif

hiperaktifHiperaktif – Impulsif merupakan gejala atau symptom lain dalam mendiagnosa seorang anak yang mengalami ADHD. Hiperaktif dan Impulsif ini membuat seorang anak tidak dapat menahan dirinya sendiri dalam melakukan sesuatu. Selain itu anak tersebut juga tidak bisa diam, dan menjadi hiperaktif.

Gejala Umum Hiperakif:

  • Sering menggerak – gerakan anggota badannya secara tidak wajar.
  • Tidak bisa diam dan banyak bertanya hal – hal yang tidak penting.
  • Sering terlalu banyak bicara.
  • Ceplas ceplos, dalam menjawab tanpa berpikir terlebih dahulu.
  • Sering memanjat – manjat, berlari – lari ketika harus tenang dan diam di dalam kelas.
  • Sering tidak sabar dalam menunggu giliran.
  • Sering memotong dan menyela pembicaraan orang lain.

Anak yang mengalami gangguan attention deficit hyperactivity disorder atau ADHD bukanlah merupakan anak yang mengalami autism, mental retardation dan gangguan mental psikologis lainnya. Gangguan ini hanya terlihat melalui perilaku yang ditunjukkan anak – anak, terutama pada saat berada di sekolah dan berada pada lingkungan bermainnya.

Perlu diingat, anak – anak yang mengalami attention deficit hyperactivity disorder memiliki skor intelegensi yang baik dan tidak masuk ke dalam kategori idiot atau imbicil. Mereka adalah anak – anak dengan intelegensi normal, namun mendapatkan nilai yang sangat buruk di kelas. Hal ini disebabkan oleh gejala ADHD seperti kurang perhatian dan kondisi hiperaktif.

Penyebab Gangguan ADHD pada Anak < 6 Tahun

1. Cedera Otak

Cedera atau kerusakan pada bagian otak tertentu pada saat masa kehamilan ataupun masa persalinan memiliki pengaruh yang tinggi dalam membentuk gejala ADHD, seperti hiperaktif dan impulsive. Kondisi ibu yang sering mengkonsumis alcohol dan mengkonsumsi obat – obatan pada saat mengandung bisa membuat cedera otak yang parah bagi anak.

2. Rokok

Sekali lagi, rokok telah membuktikan dirinya sebagai barang yang sangat merusak kesehatan. Selain banyak penyakit fisik yang ditimbulkan, ternyata rokok juga berpengaruh terhadap penyakit yang berhubungan dengan mental. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa ibu yang merokok selama masa kehamilan akan menyebabkan gangguan ADHD pada anaknya kelak.

3. Tertundanya Kematangan Otak

Secara neurologis, ADHD juga diakibatkan oleh kematangan otak yang tertunda. Proses kematangan otak yang tertunda ini dipengaruhi banyak hal, mulai dari nutrisi, pola asuh, hingga lingkungan tempat tinggal dan kurangnya stimulus.

4. Timah Hitam / Timbal

Salah satu bahan kimia yang berbahaya, yang ternyata secara medis dapat mempengaruhi kondisi seorang anak, dan dapat menimbulkan gangguan ADHD.

5. Makanan yang Tidak Sehat

Sebagai manusia yang berkembang, seorang anak haruslah terpenuhi nutrisinya sehari – hari dengan memberikan asupan makanan yang sehat. Namun ada beberapa makanan yang mungkin menimbulkan alergi tertentu yang berbahaya bagi anak dan dapat menimbulkan gejala ADHD.

Lalu apa yang harus kita lakukan untuk menangani kasus ADHD? Hingga saat ini tidak ada obat yang benar – benar sanggup menyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan kondisi psikologis dan mental seseorang. Meskipun ada, obat – obat tersebut hanyalah berfungsi sebagai penekan yang dapat meminimalisir efek yang ditimbulkan, dan bersifat sementara.

Penanganan untuk ADHD

  • Pemberian Obat

pemberian-obat-anakPemberian obat merupakan salah satu hal yang dapat membantu penderita ADHD yang sifatnya hanya sementara. Obat – obatan hanya akan membantu sebentar dalam menekan perilaku anak – anak yang menderita attention deficit hyperactivity disorder, namun tidak dapat menyembuhkan secara total.

Dari sini, bisa dikatakan untuk tidak bergantung pada, sebab obat hanyalah faktor pendukung pemulihan secara sesaat dan hanya pereda gejala dikala anak merasakan gejala ADHD menyerang secara tiba-tiba.

  • Terapi Behavioristik

Merupakan bentuk terapi umum secara psikologis. Anak – anak dengan attention deficit hyperactivity disorder dapat dilatih untuk lebih tenang dan dapat meminamilisir impulsifitas serta hiperaktivitas mereka melalui terapi behavioristic. Ada banyak sekali jenis – jenis terapi behavioristic yang bisa di gunakan. Atau juga bisa membawa anak – anak dengan ADHD ke psikolog agar dapat diberikan penangan yang tepat.

  • Beri Perhatian Khusus dalam Hal Pengembangan Kemampuan, terutama Hobi dan Kreativitas

Ini adalah suatu hal yang sangat penting dalam mengahadapi anak – anak yang mengalami ADHD. Anak – anak yang mengalami ADHD sejak dini sudah harus dibina dan dikembangkan apa saja talenta dan kemampuan yang dimilikinya. Anak – anak tersebut mungkin tidak bisa mengikuti pelajaran di sekolah dengan baik, atau sulit bergaul dengan teman sebayanya namun pasti memiliki kemampuan yang menonjol. Jika para orangtua bisa menemukan hal tersebut, maka anak – anak dengan ADHD bisa memiliki masa depan yang cerah, dan tidak memiliki beban hidup yang berat ketika sudah menginjak masa remaja hingga dewasa.

Sudah banyak contoh kasus anak-anak yang memiliki ADHD berhasil menciptakan kreasi – kreasi yang menarik baik itu di bidang kesenian maupun bidang lainnya. Karena pada dasarnya anak – anak yang mengalami ADHD memiliki intelegensi yang baik dan beberapa memiliki intelegensi yang diatas rata – rata.

advertisement

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!