Mata Juling

4 Cara Menyembuhkan Mata Juling – Tanda Awal dan Diagnosa

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Mata juling tentu sudah tak asing lagi bagi kita dan pastinya tak sulit untuk langsung membayangkan seperti apa kondisi kelainan mata satu ini. Strabismus adalah istilah medis yang sering digunakan untuk menyebut mata juling ini. Ketika dua mata tidak berada di tempat yang sama, inilah yang dinamakan dengan mata juling.

Orang-orang dengan masalah gangguan pengendalian otot mata yang buruk biasanya akan cenderung mengalami hal ini. Atau risiko mata juling juga lebih besar terjadi pada orang yang menderita rabun dekat. Kondisi mata tak sejajar ini biasanya ditunjukkan dengan contoh seperti satu mata kelihatan menatap lurus, namun mata lainnya seperti sedang melihat arah lain.

Mata juling yang banyak kita lihat yaitu dua bola mata mengumpul di tengah adalah konvergen, yakni mata juling mengarah ke dalam. Sementara ada juga kasus divergen, yakni mata juling yang mengarah ke luar. Namun bisa juga mata juling ini menggambarkan kondisi satu mata lebih tinggi ketimbang mata lainnya.

(Baca juga: jenis kelainan refraksi pada mata – penyebab mata bengkak)

Tanda Awal Mata Juling

Pada kebanyakan kasus, mata juling adalah kelainan yang terjadi semenjak masa kanak-kanak yang artinya lebih sering dialami juga oleh anak-anak. Setelah mengetahui penyebab mata juling, deteksi juga tanda awalnya. Mata yang kurang kelihatan terkoordinasi merupakan tanda awal juga.

Anak berpotensi menutup satu matanya demi menyamarkan penglihatan ganda yang terkait dengan strabismus dengan menutup satu matanya. Atau, bisa juga dengan memiringkan kepala supaya penglihatan yang tadinya kurang sejajar bisa menjadi sejajar kembali. Bila Anda cukup teliti, ada banyak anak-anak atau khususnya para bayi keturunan Tionghoa yang akan kelihatan seperti memiliki mata juling.

Mata juling yang dimaksud adalah konvergen dan ini merupakan sebuah efek dari Mongoloid atau yang diketahui juga sebagai lipatan kulit mata yang cukup tebal. Karena hal tersebut, bagian mata dalam akhirnya menjadi otomatis tertutupi dan menjadi pemicu mengapa posisi kedua bola mata terlihat dekat satu dengan yang lain.

(Baca juga: penyebab mata kabur)

Metode Diagnosa Mata Juling

Setelah mengintip sedikit apa saja yang menjadi penyebab serta tanda awal dari mata juling, sangat penting juga untuk mengetahui metode diagnosanya. Strabismus dapat didiagnosa oleh dokter lewat pemeriksaan mata secara komprehensif. Dokter biasanya akan berfokus pada bagaimana mata bergerak dan fokus pada obyek tertentu sebagai pengujiannya.

Sebelum mengetahui bagaimana cara menyembuhkan mata juling pada manusia, prosedur diagnosa di bawah ini termasuk yang tak boleh Anda lewatkan. Sebaiknya kenali dulu langkah-langkah diagnosa yang nantinya kemungkinan akan Anda tempuh.

  • Pemeriksaan Riwayat Kesehatan

Setiap pasien dalam proses diagnosa selalu akan ditanya tentang riwayat kesehatannya oleh dokter di awal pemeriksaan. Dokter juga akan meminta pasien maupun orang tua pasien untuk menjelaskan gejala yang terjadi secara mendetil. Tak hanya itu, segala tentang kesehatan umum, obat yang tengah dikonsumsi bila ada, serta faktor lingkungan yang memicu gejala pun akan ditanyakan.

  • Pemeriksaan Ketajaman Visual

Pada proses ini, dokter bakal mengukur ketajaman visual dari pasiennya sehingga didapatkan nantinya hasil tentang beberapa banyak bagian visi yang sudah terkena dampaknya. Pada tes ini, pasien pada umumnya akan diminta untuk membaca dari jarak yang dekat maupun jauh dengan ukuran huruf yang bervariasi juga. Ada jarak standar juga yang dipakai oleh dokter dalam menilai.

  • Refraksi atau Pembiasan

Pada metode diagnosa ini, dokter sengaja melakukannya supaya dapat menentukan kekuatan lensa yang tepat bagi pasiennya. Hal tersebut juga diperlukan demi mengompensasi kesalahan bias seperti astigmatisme atau rabun jauh. Phoropter adalah nama alat yang digunakan dokter-dokter spesialis mata dalam menempatkan serangkaian lensa yang berada di depan mata.

Tak hanya alat itu saja, ada juga alat-alat lainnya yang kemungkinan akan dokter gunakan, seperti retinoskop yang bisa memeriksa kondisi fokus cahaya. Alat genggam atau otomatis juga bisa saja dimanfaatkan demi mengevaluasi kekuatan bias mata dan dengan alat ini pasien kemudian tak perlu lagi menjawab pertanyaan dokter.

  • Pengujian Fokus dan Keselarasan

Dokter mata dalam proses diagnosa pun harus menilai seberapa baik fokus mata Anda dan bagaimana mata Anda berkoordinasi serta bergerak. Supaya mendapatkan gambaran yang lebih jelas, dokter akan meminta supaya Anda mengubah fokus mata, menggerakkannya dan bekerja secara bersama-sama. Dari pemeriksaan inilah biasanya akan diketahui masalah pada mata.

  • Pemeriksaan Kesehatan Mata

Setelah sederetan langkah pengujian tersebut, dokter masih harus memeriksa kesehatan mata Anda dengan mengamati struktur internal serta eksternal dari mata. Tujuannya adalah untuk mengusir penyakit mata yang berpotensi besar menjadi penyebab dari strabismus. Pengujian ini digunakan supaya dokter mampu menentukan seperti apa dan bagaimana mata pasien merespon kondisi saat melihat normal.

Tetes mata akan digunakan oleh dokter apabila pasien tak mampu menanggapi atau merespon secara lisan. Tetes mata ini akan secara sementara menjaga kondisi mata dari pengubahan fokus selama diuji oleh dokter. Dari hasil tes terakhir ini berikut juga evaluasi tes-tes lainnya, dokter spesialis mata akan mampu menentukan pasiennya menderita strabismus atau tidak. Setelah metode diagnosa yang dilakukan komplit, barulah dokter akan mengajak Anda mendiskusikan pilihan cara menangani strabismus tersebut.

(Baca juga: penyebab mata sayu)

Cara Menyembuhkan Mata Juling

Untuk menangani mata juling, jelas akan bervariasi karena akan ditentukan juga dari jenis kondisi mata juling itu sendiri. Namun ketika sudah menjalani proses diagnosa, penentuan cara menangani dan menyembuhkannya akan lebih gampang bagi sang dokter. Ada beberapa pilihan pengobatan mata juling yang bisa dicoba demi mata yang lebih selaras dan terkoordinasi.

  1. Lensa Prisma

Lensa ini terbilang khusus karena memang pada lensa ini ada kekuatan prisma yang diresepkan di dalamnya. Prisma berguna untuk mengubah cahaya yang masuk ke mata dan tugasnya adalah sebagai pengurang jumlah putaran mata untuk melihat obyek tertentu. Bagi yang tampak masih asing dengan lensa prima, ini sebenarnya adalah lensa dengan bentuk apex atau bagian/puncak yang tipis.

Tak hanya itu, ada juga bagian yang tebal atau dasar di mana kita menyebutnya base dan pemindahan bayangan pun dapat terjadi karena adanya perbedaan bentuk tersebut. Nilai 1 prisma diketahui memiliki arti pemindahan bayangan dengan 1 cm jauhnya dari obyek yang 1 meter jaraknya.

Ada beberapa kasus di mana penderita strabismus disebut juga atau dimasukkan ke dalam kategori strabismus laten dan pemakaian lensa prisma bisa dilakukan secara bersamaan dengan kacamata normal ataupun dengan ukuran astigmatisma, hypermetropia, maupun miopia. Tanyakan detil pada dokter tentang solusi pengobatan ini berikut juga efek sampingnya bila ada.

  1. Lensa Kontak atau Kacamata Khusus

Untuk menangani mata juling, kacamata khusus akan disediakan yang nantinya bisa digunakan oleh pasien. Lensa kontak juga merupakan alternatif dari kacamata yang bisa pasien gunakan. Kacamata atau lensa kontak ini justru paling kerap dianggap sebagai satu-satunya pengobatan yang lebih sederhana dan paling dibutuhkan oleh kebanyakan pasien mata juling. Layaknya mata minus, plus maupun silinder, strabismus pun juga membutuhkan kacamata.

  1. Operasi Otot Mata

Bedah tampaknya memang cukup menyeramkan ketika Anda sekali mendengarnya, namun operasi selalu menjadi alternatif di kala memang otot mata sudah begitu parah. Dengan langkah operasi, otot pada mata bisa diubah panjang maupun posisinya supaya ketidaksejajaran yang terjadi dapat diminimalisir. Dengan begitu, penglihatan akan jauh lebih baik.

Metode pengobatan dengan operasi biasanya juga diimbangi dengan terapi visi, jadi kalaupun Anda sudah melakukan operasi, terapi visi akan lebih memaksimalkan hasil pengobatan supaya koordinasi mata lebih meningkat. Keduanya adalah solusi yang terbilang sempurna karena koordinasi mata akan jauh lebih baik hasilnya ketika memperoleh pengobatan melalui operasi dan terapi visi.

  1. Terapi Visi

Sudah sedikit dibahas sebelumnya bahwa terapi visi ini perlu didapat oleh pasien meski sudah menempuh jalur operasi. Terapi visi atau terapi penglihatan ini cukup berperan besar dalam membuat tingkat koordinasi mata dan fokusnya meningkat. Ini karena dalam prosedur terapi, mata akan dilatih bersama dengan otak untuk bekerja sama supaya performanya lebih efektif.

Terapi mata juling satu ini termasuk di dalam jenis pengobatan non-bedah yang juga sebenarnya sangat ampuh untuk mengatasi masalah mata malas atau juga refraksi mata yang kita tahu sebagai presbiopi, miopi, astigmatisma, serta hiperopia. Untuk menghambat maupun mencegah perkembangan penyakit memang sangat baik menggunakan cara ini.

Terapi visi ini berbentuk senam mata sehingga akan membantu membuat otot dan gerakan mata lebih terstruktur. Namun jangan salah, terapi ini tak hanya membatasi pada latihan bagi mata Anda, walaupun memang teknik utamanya adalah hal tersebut. Perlu diketahui bahwa terapi ini pun berfokus pada teknik perilaku yang akan membuat proses pengolahan gambar dan persepsi di mata meningkat.

Bahkan dengan cara ini pula hubungan antara otak dan mata menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Itulah mengapa terapi penglihatan atau visi ini cukup banyak juga dipilih karena kemampuannya untuk mencegah maupun mengobati masalah mata tertentu. Pengobatan semacam ini bisa dilakukan saat Anda sedang bersama dokter supaya hasilnya jauh lebih efektif dan tentunya lebih sempurna.

(Baca juga: kelainan pada retina mata)

Metode

Ada beberapa hal yang akan dilakukan oleh dokter atau ahli optometri di mana awalnya, ia akan mengevaluasi tingkat keseriusan dari gangguan mata lewat pemeriksaan secara menyeluruh. Sesudah pemeriksaan atau metode diagnosa selesai, hasilnya akan membantu dokter untuk mengetahui penanganan jenis apa yang harus diberikan.

Dokter selanjutnya akan melakukan pembuatan rencana di mana hal ini bakal meliputi kondisi mental, fisik, serta perilaku dari pasien. Prosedur perlu dilakukan secara berkelanjutan yang maksudnya adalah saat ada peningkatan pada pasien, otomatis dokter perlu meningkatkan tekniknya juga. Hal ini bakal sangat membantu pasien untuk jauh lebih baik.

Terapi ini pun membutuhkan sejumlah alat, seperti misalnya papan penyeimbang, lensa terapeutik, plester mata khusus, serta penyaring. Pasien harus mendapatkan terapi ini dari ahlinya dan memang seorang ahli yang terlatih. 1 jam adalah lama durasi dari setiap sesi terapi ini dan pada umumnya bakal dilakukan di ruang dokter atau klinik.

(Baca juga: jenis-jenis penyakit mata)

Efek Samping

Risiko atau bahaya dari terapi visi memang jauh lebih sedikit ketimbang efek samping operasi mata, namun bukan lantas berarti efek sampingnya sama sekali tidak ada. Ingat bahwa tak seluruh masalah kesehatan mata bisa diatasi dengan melakukan terapi penglihatan atau visi ini. Penting juga diketahui dari awal bahwa terapi ini tak selalu berhasil, terutama untuk mengobati disleksia dalam waktu jangka panjang.

Biasanya jika tidak berhasil pada rencana perawatan awal, maka dokter akan melakukan perubahan di mana perawatan diperlambat. Konsultasikan seluruh prosesnya dengan dokter ahli optometri karena memang sebelum menjalaninya, setiap pasien perlu tahu bagaimana metodenya dan juga apa saja efek sampingnya.

(Baca juga: cara menghilangkan lemak di mata – gejala mata minus)

Untuk menyembuhkan mata juling rupanya masih bisa, namun kenali lebih dulu faktor-faktor pemicunya, begitupun tanda awal supaya bisa langsung didiagnosa. Dari diagnosa yang didapat itulah dokter baru bisa menyarankan cara menyembuhkan mata juling yang tepat.