Bell's Palsy

Kenali Bell’s Palsy, Penyakit yang Bikin Setengah Wajah Atlet Bulutangkis Ini Lumpuh

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Chan Peng Soon, atlet bulutangkis asal Malaysia dikabarkan menderita lumpuh pada setengah bagian wajahnya yang disebut dengan kondisi Bell’s Palsy. Ia awalnya memberitahukan kondisinya itu lewat Instagram, yakni melalui video yang ia unggah agar para pengikutnya mengerti keadaannya. Kelumpuhan rupanya ia alami pada sisi kiri wajahnya dan hal ini terjadi beberapa hari terakhir.

Bahkan baru-baru inilah ia menyadari kalau tak dapat melakukan permainan dengan baik pada kompetisi Final Tur Dunia BWF di Cina gara-gara kondisi wajahnya tersebut. Menurut lansiran dari World of Buzz, dirinya mengatakan bahwa saat berbicara tak ada rasa apapun pada sisi kiri wajahnya alias kebas.

Dari ketidakmampuan otot wajah untuk dikontrol, cara bicaranya pun akhirnya terpengaruh, termasuk juga kesehatan mata kirinya. Gara-gara lumpuh itu jugalah, kelopak mata kirinya tak dapat ia tutup dengan benar seperti normalnya. Alhasil, performanya pada waktu pertandingan tak dapat maksimal karena ia tak bisa menutup mata kirinya bahkan ketika buliran keringat masuk ke mata.

Penyebab dan Gejala

Bell’s Palsy diketahui merupakan kondisi otot wajah yang lumpuh sehingga menjadi sebab sisi wajah salah satunya tiba-tiba mengalami penurunan. Kondisi yang diketahui tak bersifat permanen ini pun belum jelas apa penyebab utamanya. Hanya saja, hal ini paling kerap dikaitkan dengan paparan infeksi virus, seperti:

  • Influenza B
  • Rubella
  • Coxsackievirus
  • Adenovirus
  • Cytomegalovirus
  • Epstein-Barr
  • Herpes Zoster
  • Herpes simplex
  • Gondong

Tak hanya itu, ada pula beberapa faktor yang mampu menjadi peningkat potensi seseorang mengalami Bell’s Palsy. Memiliki penyakit diabetes, infeksi pernafasan, sakit flu, atau bahkan kehamilan pada trimester ketiga maupun yang seminggu pasca melahirkan.

Seperti yang dialami oleh Chan Peng Soon, gejala bisa datang secara dadakan tanpa bisa dikenali dari awal dan bertahap. Umumnya menurut Mayo Clinic, gejala Bell’s Palsy yang harus diwaspadai antara lain adalah:

  • Salah satu sisi wajah mengalami kelemahan ringan atau bahkan kelumpuhan total
  • Ngiler tiba-tiba
  • Ekspresi wajah sulit karena wajah terkulai, termasuk sulit tersenyum dan menutup mata
  • Jumlah air liur dan air mata berubah
  • Kemampuan indera perasa menurun
  • Sakit kepala
  • Sensitivitas terhadap suara pada sisi wajah yang terpengaruh dapat meningkat
  • Rahang atau area belakang telinga pada sisi wajah yang terpengaruh merasakan nyeri

Diagnosa dan Pengobatan

Ketika gejala mulai nampak dan menimbulkan ketidaknyamanan pada aktivitas yang sedang dilakukan, segera periksakan ke dokter sebelum terlalu lama. Pada dasarnya tak ada pemeriksaan khusus untuk penyakit satu ini, namun pemeriksaan fisik adalah yang utama. Dokter akan mengecek apakah pasien bisa menggerakkan otot wajah dengan menunjukkan gigi, mengerutkan dahi, mengangkat alis, menutup mata dan gerakan lainnya sesuai permintaan dokter.

Agar tidak salah mengarah pada penyakit lain seperti tumor, penyakit Lyme, infeksi dan stroke yang juga memiliki gejala hampir mirip dengan Bell’s Palsy, dokter kemungkinan meminta pasien menempuh pemeriksaan lanjutan. Pemeriksaan MRI, elektromiografi, serta CT scan sangat dibutuhkan sebelum dokter bisa menghasilkan diagnosa.

Beberapa jenis perawatan atau metode pengobatan yang umumnya diberikan oleh dokter kepada pasien yang positif terdiagnosa Bell’s Palsy antara lain adalah:

  • Pemberian obat antivirus dan kortikosteroid
  • Terapi fisik untuk melatih otot-otot
  • Operasi, khususnya operasi plastik; meskipun langkah pengobatan ini begitu jarang, ada kemungkinan dibutuhkan dengan tujuan untuk memperbaiki masalah saraf wajah.

Pada kasus Chan Peng Soon, walau sulit menerima kenyataan akan kondisinya kini, ia tetap memilih menjalani perawatan dan berusaha yang terbaik agar bisa pulih lagi.