Albuminuria

5 Gejala Penyakit Albuminuria – Faktor Risiko dan Pencegahan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Cukup jarang terdengar nama penyakit seperti albuminuria ini, namun sebagian dari kita tentunya menjadi penasaran seperti apakah penyakit ini. Albuminuria juga dikenal dengan istilah lain, yakni proteinuria. Albumin merupakan protein utama yang ada pada darah dan protein sendiri adalah senyawa kompleks yang bisa dijumpai di hampir seluruh bagian tubuh manusia, tak terkecuali, kuku, rambut, tulang dan otot.

Perlindungan pun diberikan kepada tubuh dari segala bentuk infeksi dari protein yang ada pada aliran darah. Tak hanya itu, tugasnya juga membantu proses pembekuan darah serta menjaga supaya cairan di seluruh tubuh tetap seimbang. Lalu, bagaimana proses terjadinya albuminuria di dalam tubuh manusia?

Organ ginjal kita bakal menyaring segala limbah serta zat racun yang tubuh tidak perlukan sewaktu darah lewat ke organ ini. Ginjal pun akan membuangnya melalui urin kita saat buang air kecil dan itulah kinerja ginjal yang dalam kondisi sehat. Sementara itu, albumin dan protein lain adalah zat yang tubuh masih perlukan sehingga tak akan dibuang.

Hanya saja, ketika ginjal telah dalam keadaan rusak, otomatis proses penyaringan pun akan terganggu dan tidak lancar. Karena itulah, akhirnya dampak buruk pun terjadi di mana muncul kebocoran protein dari darah ke dalam urin. Seiring berjalannya waktu, apabila kondisi albuminuria ini tak diatasi, jumlah protein pun bertambah banyak di dalam urin.

Ketika semakin banyak penumpukan protein pada urin, ginjal pun menjadi rusak dan hal ini memicu penyakit ginjal karena organ ini kehilangan fungsinya. Ginjal yang rusak lebih berat dan tak ada penanganan yang tepat, gagal ginjal adalah risikonya. Lalu, bisakah kita mencegahnya sebelum parah dengan mengetahui apa saja gejala penyakit albuminuria?

(Baca juga: gangguan pada sistem ekskresi  ciri-ciri penyakit ginjal – ciri-ciri gagal ginjal)

  1. Pembengkakan pada Wajah

Wajah membengkak mungkin biasanya dijumpai ketika baru saja bangun tidur, entah itu akibat dari alergi atau adanya selulit. Bengkaknya wajah juga bisa dikarenakan kenaikan berat badan sehingga wajah lebih kelihatan besar dari biasanya. Atau, bisa jadi gigi yang berlubang menjadi penyebab wajah membesar, tapi ternyata penyakit albuminuria pun bisa menjadi sebab utama, maka waspadai hal ini.

  1. Pembengkakan pada Pergelangan Tangan

Biasanya edema atau pembengkakan terjadi juga di area pergelangan tangan yang disebabkan oleh penyakit albuminuria ini. Tangan yang membengkak bisa jadi memang akibat kadar asam urat yang tinggi sehingga menjadi salah satu gejala asam urat. Namun apapun penyebabnya, silakan menemui dokter untuk kejelasan pastinya. Agar ketika memang benar albuminuria adalah sebab utamanya, dokter dapat langsung memberikan penanganan.

  1. Pembengkakan pada Pergelangan Kaki

Bila bicara soal pembengkakan pada kaki, tentu ini bisa jadi gejala jenis-jenis penyakit jantung. Selain pergelangan tangan dan juga wajah, bagian kaki pun terancam membesar. Segera periksakan ke dokter untuk menemukan jawaban pasti dari kondisi Anda, apakah benar karena penyakit jantung, albuminuria atau penyakit lain.

  1. Pembengkakan pada Perut

Perut membesar memang kerap diduga sebagai akibat kembung atau gas di mana ada hubungannya dengan gangguan pencernaan. Tapi perut membesar tak selalu berhubungan dengan lambung atau hati. Perut, kaki, tangan serta wajah yang berpotensi membengkak bisa jadi dikarenakan adanya ketidaksempurnaan pada proses pengeluarkan sistem pembuangan hasil dari metabolisme tubuh. Intinya, ketika metabolisme tubuh tak berjalan dengan baik, hal ini kemudian berdampak pada bagian-bagian tubuh tersebut sehingga menjadi lebih besar.

  1. Tak Ada Gejala

Mungkin Anda cukup bingung menemukan hal ini. Namun memang benar bahwa terkadang tidak ada gejala awal yang bisa diamati maupun dirasakan pada penyakit ginjal. Itulah mengapa terkadang salah satu tanda dari albuminuria ini dapat terdeteksi berkat hasil tes urin yang dilaksanakan ketika seseorang rajin check up ke dokter. Sementara itu, biasanya tes darah adalah sarana untuk melihat seberapa baik dan normal kinerja ginjal.

(Baca juga: tanda-tanda penyakit ginjal)

Faktor Risiko Albuminuria

Selain gejala tersebut, Anda pun perlu menambah pengetahuan dengan mengetahui faktor apa saja yang bisa meningkatkan potensi seseorang terkena albuminuria.

Keduanya adalah dua faktor risiko tertinggi dan paling umum untuk meningkatkan potensi albuminuria pada seseorang. Ini karena keduanya dapat menyebabkan kerusakan pada area ginjal yang kemudian mengarah pada albuminuria. Namun ada beberapa faktor risiko lainnya yang tak ada hubungannya dengan darah tinggi maupun diabetes, seperti:

  • Gangguan daya tahan tubuh.
  • Infeksi
  • Racun
  • Trauma, kemungkinan akibat cedera.
  • Obat-obatan
  • Faktor usia, yakni 65 tahun ke atas.
  • Obesitas
  • Faktor keturunan, yaitu adanya riwayat keluarga yang memiliki kondisi penyakit ginjal.
  • Preeklamsia atau tekanan darah tinggi serta proteinuria yang terjadi atau dialami selama masa kehamilan.
  • Ras dan etnis tertentu.
  • Kurang minum air putih; hal ini justru akan membuat kinerja ginjal lebih berat.
  • Kelebihan vitamin C, protein dan kalsium sehingga kinerja glomerulus harus lebih keras.

(Baca juga: gejala awal penyakit ginjal)

Pencegahan Albuminuria

Ada sejumlah langkah pencegahan yang sebetulnya bisa dilakukan supaya albuminuria tak terjadi. Di bawah ini merupakan cara untuk mengurangi risiko albuminuria:

  • Rajin check up ke dokter untuk memeriksakan kesehatan. Dengan demikian, akan ketahuan adanya masalah atau gangguan pada organ ginjal Anda.
  • Jadikan kebiasaan untuk mengonsumsi air putih banyak setiap harinya, paling tidak 8 gelas sehari. Ini juga akan menjauhkan Anda dari bahaya dehidrasi.
  • Hindari memenuhi asupan gizi tertentu di mana nanti akhirnya menjadi tidak seimbang antara asupan gizi satu dengan lainnya. Segala asupan gizi perlu diseimbangkan supaya metabolisme tubuh tetap bekerja dengan baik.
  • Kendalikan kadar gula darah. Ingat bahwa faktor risiko dari albuminuria salah satunya adalah diabetes yang artinya gula darah berkadar tinggi.
  • Kendalikan kadar tekanan darah. Tekanan darah yang tinggi tak hanya menimbulkan gejala penyakit jantung, tapi juga berpengaruh pada ginjal dan mampu menyebabkan albuminuria.
  • Batasi diet garam dan protein. Penderita gejala albuminuria atau gangguan pada ginjal dapat diminta oleh dokter untuk ke ahli gizi supaya dapat memperoleh bantuan dalam merencanakan menu yang sehat. Ini adalah proses pengubahan gaya hidup yang berawal dari pola makannya.

(Baca juga: kopi bagi penderita ginjal – jenis penyakit ginjal makanan pantangan bagi penderita penyakit ginjal)

Sebelum keadaan ginjal jauh lebih serius, sebaiknya Anda mulai berjaga-jaga dengan check up ke dokter secara teratur. Berdiet dan berolahragalah dengan rutin ditambah juga berpola hidup sehat secara menyeluruh. Karena saat ginjal sudah parah, proses penyaringan darah atau transplantasi ginjal berpotensi menjadi solusi yang mau tidak mau harus dijalani oleh pasien.