Merk Obat C

Cardiover – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Cardiover adalah obat jantung yang tergolong dalam obat antagonis kalsium dengan cara kerja menghambat influx kalsium melalui calcium channel pada sel otot jantung dan otot polos. Cardiover sangat efektif untuk angina pektoris dan gangguan aritmia, terutama pada takiaritmia supraventrikular. Obat ini diproduksi oleh Landson/Pertiwi Agung dan termasuk dalam kelas phenylalkylamine derivatif selektif calcium-channel blocker dengan efek jantung langsung.

Penggunaan obat ini sebenarnya merupakan proses untuk memaksa jantung agar berdetak dalam ritme normal dengan menggunakan obat-obatan atau alat elektrik. Dokter akan memaksa jantung agar berdetak secara normal memakai berbagai obat-obatan, namun bila langkah ini gagal, dokter akan memberikan kejut listrik untuk menyalakan kembali jantung pasien tersebut.

Untuk cardiover elektrik biasanya menghabiskan waktu 30 menit dan dilakukan ketika pasien sedang tertidur, agar tidak merasakan rasa sakit atau tidak nyaman selama tindakan berlangsung. Pasien yang terbangun dengan kejut listrik tersebut, kemungkinan besar tidak akan mengingat tindakan tersebut sama sekali.

Secara normal saat dalam kondisi istirahat, jantung orang dewasa berdetak sebanyak 70 sampai 100 kali setiap menitnya, sedangkan untuk anak-anak jantung berdetak sekitar 60 sampai 100 kali per menitnya. Detak jantung ini dianggap ideal untuk menjaga organ tubuh agar berfungsi sebagaimana mestinya dan saat seseorang sedang tidak menjalankan aktivitas olahraga.

Bila jantung berdetak terlalu cepat dan dalam interval tidak teratur bahkan dalam kondisi istirahat, maka kondisi seperti disebut arhythmia, dimana nafas pendek, kelelahan bahkan pingsan. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat membuat komplikasi serius. Cardiover biasa dipakai pada perawatan atrial fibrillation, atrial flutter, atrial tachycardia, and ventricular tachycardia. Cardiover ini tidak boleh dilakukan diluar rumah sakit, hanya bisa di dalam rumah sakit.

Kandungan Cardiover

Cardiover mengandung Verapamil HCL yang merupakan obat efektif untuk penyakit cardiovascular. Didalam Cardiover terdapat HCL yang merupakan asam hidroklorida yang tidak berwarna dan jernih dari hydrogen klorida dalam air.

Cardiover bekerja dengan menghambat masuknya kalsium melalui membran sel yang mengakibatkan terjadinya pengurangan aktivitas kalsium yang tergantung pada myosin ATP-ase, sehingga efek kalsium antagonis akan terasa. Proses ini berpengaruh terhadap penurunan produksi energi dalam jumlah tinggi yang didapat dari pembakaran phosphat, sehingga memperkecil kebutuhan oksigen otot jantung dan kenaikan laju pengaliran darah pada arteri koroner.

Proses ini disertai juga dengan penurunan resistensi periferyang karena terjadi pengecila tonus vascular. Penurunan resistensi perifer akan mengurangi beban jantung dan akan mengurangi berbagai kebutuhan jantung, akibat adanya lanjutan terjadinya pengurangan konsumsi oksigen di otot-otot jantung. Dengan perlambatan waktu konduksi dan memperpanjang masa refraker pada nodus AV, Cardiover mampu menghentikan takikardia di supraventrikular dan memperlambat respon ventrikel terhadap kecepatan denyut atrium. Komposisi Cardiover adalah Verapamil HCL 80 mg.

Fungsi Cardiover

  • Fokus utama dari Cardiover adalah pengobatan penyakit cardiovaskular (jantung).

Indikasi Cardiover

  • Indikasi utama dari Cardiover adalah angina pektoris dan takiaritmia supraventrikular.

Dosis dan Cara Penggunaan Cardiover

  • Cardiover digunakan pada usia dewasa dengan dosis 240 – 480 mg dalam 3 – 4 dosis terbagi dan dikonsumsi 3 kali sehari 1 tablet (Penggunaan dan keamanan dosis di atas 480 mg/hari belum dapat dipastikan)
  • Konsumsi Cardiover sebaiknya diberikan 1½ jam sebelum makan

Kemasan

  • Kemasan Tablet Cardiover adalah 80 mg x 10 x 10

Peringatan dan Perhatian Cardiover

  1. Tidak boleh diberikan kepada penderita yang sudah memiliki blokade di nodus AV
  2. Sangat hati – hati memberikan Cardiover kepada penderita dengan disfungsi nodus SA, karena efeknya sangat kuat terhadap konduksi AV
  3. Tidak boleh diberikan kepada penderita disfungsi jantung berat, kecuali bila keadaan ini ditimbulkan oleh denyut jantung yang cepat
  4. Bila terjadi payah jantung, mutlak diperlukan pemberian “Cardiac glycosides” sebelum diobati dengan menggunakan Cardiover
  5. Pada kondisi akut, seperti pada infark miokard dan stroke tingkat akut, kemungkinan dapat terjadi penurunan tekanan darah, terutama jika ada hipotensi
  6. Hati – hati pemberian kepada penderita dengan kondisi kegagalan fungsi hati dan ginjal
  7. Hati – hati pemakaian terhadap wanita hamil dan menyusui
  8. Keamanan dan efektivitas Cardiover pada anak-anak dibawah umur 18 tahun belum diketahui dengan pasti

Interaksi Cardiover

Interaksi Cardiover yang mungkin terjadi adalah mempertinggi tingkat plasma obat karena adanya siklosporin, teofilin, digoksin dan carbamazepin. Interaksi lain yang juga bisa terjadi adalah mengurangi efek obat karena adanya lithium, rifampisin dan fenobarbital. Apabila Cardiover dikonsumsi dengan  obat lain, akan terjadi :

  • Munculnya bradikardia atau blok AV karena adanya efek aditif dari Cardiover yang dikombinasikan dengan S-Brokter atau Digitalis pada nodus SA atau nodus AV
  • Menekan nodus SA sehingga memperberat bradicardisinus karena kombinasi Cardiover dengan antihipertensi (Reserpin atau Metildopa)

Efek Samping Cardiover

Tidak semua orang mengalami efek samping sama antara satu dengan yang lainnya. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi :

  • Efek samping yang sering terjadi adalah hipotensi, ortostastik, mual, sakit kepala tegang, konstipasi dan gelisah
  • Efek samping yang jarang terjadi adalah udema, pergelangan kaki kelelahan, bradikardi, aritmia
  • Efek samping yang sangat jarang terjadi adalah nyeri pergelangan tangan, reaksi alergi kulit, nyeri sendi bahu, gynecomastla

Kontradiksi Cardiover

Kontradiksi Cardiover diantaranya adalah :

  1. Komplikasi akut myocardial infark
  2. Cardiovascular shock
  3. Penyakit sindrom sinus
  4. Hipotensi atau syok kardiogenik
  5. Disfungsi ventrikular kiri yang parah
  6. Penderita yang hipersensitif terhadap Cardiover
  7. Blokade atrio ventricular derajat 2-3. . Blok SA
  8. Penderita dengan atrial flutter atau fibrilasi atrial dan accessory by pass tract (seperti wolf, gejala parkinson white, lown ganong, Levine Syndromes)