Sakit Kepala

Sakit Kepala Tegang – Jenis Penyakit, Penyebab dan Pengobatan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Sebagian besar orang pasti pernah yang namanya mengalami sakit kepala tegang di mana kondisi ini masih termasuk dalam jenis sakit kepala paling umum. Meski begitu, penderita biasanya tak akan menganggap hal ini sebagai hal yang serius dan malah menganggapnya sebagai sakit kepala yang biasa saja. Namun Anda tentu perlu bertindak ketika rasa nyeri terus menghantui di kedua sisi kepala.

Penyebab dari sakit kepala tegang sendiri belumlah diketahui secara jelas, namun sebetulnya ada beberapa kondisi yang termasuk di dalam faktor peningkat risiko. Bila Anda ingin tahu lebih tentang penyakit ini, ketahui segala jenis penyakit yang mampu memicu kepala sakit dan tegang, berikut informasi lainnya.

(Baca juga: kepala sering terasa berat)

1. Stres

Kondisi stres tampaknya dialami oleh hampir semua orang dan hal ini tergolong umum. Stres adalah suatu keadaan yang terjadi ketika Anda sedang merasa terbeban, baik itu dikarenakan pekerjaan atau mengalami rasa takut serta gugup. Stres sebetulnya tak membahayakan tubuh asalkan tidak pada tingkat kronis.

Penyebab

Stres terjadi sebagai reaksi dari tubuh kita dalam menghadapi atau justru melarikan diri dari sebuah keadaan. Di otak kita ada yang namanya hipotalamus di mana salah satu bagiannya bertanggung jawab sebagai pendeteksi pemicu stres atau untuk mengerti adanya ancaman. Sesudah ditentukan sesuatu merupakan stressor, maka hipotalamus bakal mengirim sinyal ke kelenjar adrenal yang letaknya di area organ ginjal. Dari situlah, hormon adrenalin dan kortisol dilepas.

Detak jantung serta pasokan tenaga biasanya akan meningkat disebabkan oleh hormon adrenalin, sementara untuk konsentrasi glukosa di aliran darah akan meningkat dikarenakan hormon kortisol. Ketika tubuh terlalu sering berada di bawah tekanan, maka otomatis produksi dari hormon kortisol dan juga adrenalin pun terus berlanjut.

Pengobatan/Pencegahan

Ada banyak cara menghindari stres maupun cara mengatasi stres yang sangat ampuh. Sebelum kecemasan dan stres menjadi depresi yang lebih parah, biasanya orang yang menderita stres akan mengambil obat statin yang memang mampu membuat risiko jenis-jenis penyakit jantung, kadar kolesterol tinggi serta tekanan darah tinggi berkurang.

Hanya saja, untuk pengobatan yang lebih tepat dan aman supaya sakit kepala tegang bisa berkurang dan tak menyerang lagi adalah:

  • Stres biasanya dapat diatasi dengan tidur karena tidur adalah saat di mana tubuh Anda bisa lebih rileks. Tidur juga adalah cara yang paling alami dalam membuat sistem daya tahan tubuh lebih baik. Bahkan tidur juga adalah cara yang sangat oke untuk menekan nafsu makan.
  • Membicarakan masalah atau beban Anda yang menjadi penyebab stres dengan seorang teman, orang terdekat atau bahkan seorang ahli adalah solusi yang baik. Masalah pikiran Anda dijamin menjadi lebih baik.
  • Melatih Pernapasan. Kelihatannya memang sangat sederhana, tapi bila melakukannya secara rutin akan sangat membantu dalam mengendalikan stres. Pernapasan yang lebih baik juga bakal menenangkan hati serta pikiran Anda.

(Baca juga: makanan untuk menghilangkan stres)

2. Insomnia

Kondisi di mana seseorang sulit tidur di malam hari biasanya disebut juga dengan istilah insomnia. Tak hanya membuat kondisi fisik penderita menjadi lemas dan cepat lelah, tapi ini kemudian menjadi faktor pemicu dari sakit kepala tegang. Hal ini secara otomatis menyebabkan tubuh tak berstamina dan akhirnya menjadi terhambat dalam melakukan kegiatan esok harinya.

Penyebab

Insomnia atau sulit tidur bisa jadi disebabkan oleh adanya banyak pikiran di mana stres turut ambil bagian dalam menjadikan Anda sulit tidur. Namun, hal tersebut bukanlah satu-satunya faktor peningkat risiko seseorang dalam mengalami sulit tidur. Gaya hidup yang kurang tepat serta ketidaknyamanan akan ruang tidur Anda juga bisa memengaruhi sedikit banyak.

Jika Anda meminum obat-obatan tertentu, biasanya ada juga obat yang memberikan efek samping insomnia. Atau, Anda juga bisa merasa sulit tidur disebabkan oleh gangguan kesehatan fisik. Hal-hal tersebut adalah segala kemungkinan terjadinya insomnia. Jadi, ada baiknya untuk segera mencari tahu apa penyebab tidak bisa tidur berikut solusinya supaya sakit kepala tegang pun dapat teratasi dengan baik.

Pengobatan/Pencegahan

Sesudah Anda ke dokter dan memberi tahu segala jenis kondisi gejala, biasanya dokter akan memeriksa kondisi tubuh Anda dengan seksama. Ketika penyebab sudah diketahui, barulah dokter pun akan mampu memberikan resep obat atau anjuran dalam mengobati insomnia Anda. Seperti misalnya, apabila penyebab insomnia diketahui adalah gangguan kecemasan yang masih termasuk dalam gangguan kesehatan, maka dokter akan mencarikan solusi bagi kondisi dasar dari timbulnya rasa cemas.

Terapi perilaku kognitif pun terkadang adalah hal yang disarankan oleh dokter dalam sejumlah kasus insomnia. Terapi ini biasanya bakal mendukung pasien dalam membuat perilaku berubah berikut juga pola pikirnya. Ketika perilaku serta pola pikir sudah berhasil diubah, maka biasanya tidur pun menjadi lebih baik dan nyenyak.

Namun, obat tidur pun juga terkadang tak terlewatkan untuk diberikan kepada pasien selama beberapa waktu dengan catatan apabila memang diperlukan. Obat tidur bukanlah solusi utama, melainkan hanya solusi sementara. Gejala insomnia bisa ditangani sesudah mengetahui apa saja akar dari masalahnya, dan obat tidur bukanlah solusi yang tepat untuk dipakai dalam jangka panjang.

(Baca juga: penyebab insomnia)

3. Dehidrasi

Selain dari stres dan juga insomnia, penyebab dari sakit kepala tegang adalah kurangnya cairan di dalam tubuh. Bahaya dehidrasi begitu mengerikan bila Anda terus-menerus meremehkannya. Tubuh setiap manusia memerlukan cairan dan air putih adalah yang paling baik untuk memenuhinya ketimbang minuman-minuman lainnya.

Penyebab

Yang menjadi pemicu dari dehidrasi sendiri terkadang adalah kebiasaan pola hidup dan makan kita yang kurang begitu baik, seperti misalnya malas minum. Diare pun menjadi alasan mengapa seseorang bisa sampai dehidrasi dan akhirnya memengaruhi kondisi kepala. Pola makan, aktivitas fisik berlebihan, dna juga kondisi iklim merupakan faktor penyebab lainnya yang perlu untuk Anda ketahui.

Keadaan di mana tubuh mengalami dehidrasi adalah saat tubuh tak mengonsumsi cairan secara cukup demi menggantikan cairan yang sudah hilang akibat aktivitas fisik. Olahraga ketika cuaca panas adalah yang paling sering juga menjadi pemicu dehidrasi pada seseorang selain dari berkeringat berlebih karena demam maupun muntah-muntah.

Pengobatan/Pencegahan

Perlu diketahui bahwa dehidrasi bukan hanya menjadi suatu keadaan di mana seseorang memiliki cairan tubuh yang kurang, melainkan juga menjadi pertanda bahwa tubuh kekurangan mineral. Untuk dehidrasi yang dialami orang dewasa hingga akhirnya menjadi sakit kepala tegang, minum banyak air putih adalah kebiasaan yang harus segera dimulai. 8-10 gelas adalah yang paling dianjurkan ketika Anda hendak mengonsumsi air putih demi memenuhi asupan tubuh.

Ketika kondisi dehidrasi lebih buruk, maka Anda bisa ke dokter dan juga mengikuti beberapa pantangan. Selain memperbanyak asupan air putih, Anda bisa mencoba untuk menghindari segala jenis minuman bersoda serta minuman dengan kandungan kafein. Dehidrasi yang lebih serius mampu memicu kerusakan otak sampai kejang-kejang, bahkan berakibat kematian.

(Baca juga: bahaya akibat kurang minum air putih)

4. Serangan Panik

Nama lain dari serangan panik adalah panic attack di mana kondisi ini mampu muncul dalam diri seseorang dalam intensitas yang cukup tinggi. Datangnya rasa panik juga sangat mendadak yang tidak disertai dengan pemicu jelas. Pada kondisi ini, penderitanya bakal merasakan ketakutan sampai hilang kendali begitu juga dengan rasa nyeri di bagian dada.

Penyebab

Walau bukan termasuk di dalam kondisi penyakit berbahaya, serangan panik sebaiknya tetap Anda waspadai. Pada sebagian besar penderita dari serangan panik ini, mereka akan mengalaminya secara tiba-tiba dan bahkan saat sedang tertidur. Telah diketahui bahwa serangan panik masih termasuk di dalam reaksi pertahanan alami tubuh saat sedang dalam kondisi yang berbahaya dan mengancam.

Meski memang penyebab serangan panik belumlah diketahui betul apa saja penyebabnya secara pasti, tetap ada beberapa faktor yang memang perlu diwaspadai karena mampu meningkatkan risiko serangan panik.

  • Faktor genetik.
  • Pernah mengalami kejadian traumatis (contohnya: kecelakaan berat atau kekerasan seksual).
  • Stres yang sangat berlebihan (contohnya: kehilangan seseorang yang sangat dekat atau dicintai).
  • Temperamen tinggi di mana sangat mudah dipengaruhi oleh emosi negatif serta faktor stres.
  • Pernah mengalami pelecehan fisik atau seksual ketika masih kecil.
  • Kebiasaan merokok.
  • Konsumsi minuman dengan kandungan kafein tinggi secara berlebihan.
  • Dalam hidup penderita ada perubahan besar yang terjadi (contohnya: bercerai atau memiliki anak lagi tanpa perencanaan).

Pengobatan/Pencegahan

Sakit kepala tegang yang disebabkan oleh serangan panik perlu diobati secepatnya, atau kondisi dapat menjadi lebih buruk dan bisa berkembang menjadi fobia. Dalam mengobati serangan seperti ini, ada 2 jenis yang bisa diperoleh oleh penderitanya, yakni seperti:

  1. Psikoterapi

Cara pengobatan ini dianggap lebih manjur, yakni dengan terapi wicara. Terapi kognitif, perilaku maupun kombinasi dari kedua metode adalah yang terbaik. Dengan cara inilah biasanya para penderita kemudian bisa paham betul bahwa serangan panik dan tanda-tandanya tak akan membahayakan diri mereka.

Gejala biasanya bakal mengalami penurunan dalam beberapa minggu sampai akhirnya benar-benar hilang dalam beberapa bulan. Setelah itupun penderita masih bisa melakukan perawatan diri sendiri dari psikoterapi yang sudah ditempuh, yakni:

  • Mengikuti program terapi atau pengobatan yang sudah ada ketentuannya.
  • Menjaga suasana hati dengan tetap aktif dalam hal fisik.
  • Mengelola stres dengan cara yoga, latihan pernapasan dan relaksasi otot.
  • Menjauhi kebiasaan merokok.
  • Menghindari konsumsi minuman beralkohol.
  • Menjauhi konsumsi obat-obatan keras apalagi yang tak berdasar dari resep dokter.
  • Menghindari minuman berkafein.
  • Menjaga waktu tidur agar tetap cukup setiap harinya.
  • Saat serangan panik menghampiri ketika sedang menyetir, jangan khawatir dan menepilah. Apapun kegiatan yang sedang dilakukan, berhentilah sejenak untuk melatih pernapasan supaya kembali tenang.
  1. Obat-obatan

Pemberian obat-obatan pun tidak terelakkan tentunya dan yang pasti dokter biasanya tak ragu untuk memberikan penderita obat-obatan berjenis antidepresan. Gangguan panik biasanya bisa diatasi dengan obat sejenis tersebut supaya depresi juga berkurang. Rata-rata obat-obatan ini tidaklah disarankan untuk penggunaan jangka panjang sebab mampu memicu ketergantungan.

(Baca juga: penyebab cemas berlebihan)

Demikianlah kondisi penyakit yang mampu memicu sakit kepala tegang beserta segala informasi mengenai penyebab dan pengobatannya. Bila memang harus ke dokter, periksakanlah agar menjadi jelas dan terobati dengan tepat.