Merk Obat A

Anafranil – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Obat Anafranil atau yang disebut juga dengan nama generiknya, yaitu Clomipramine, adalah merupakan sebuah jenis obat yang masuk kedalam golongan obat tricyclic antidepressant (TCA) yang sering kali dipakai untuk mengobati pasien yang memiliki OCD (gangguan obsesif kompulsif).

Obat Anafranil ini bekerja dengan cara mengembalikan keseimbangan beberapa senyawa alami yang berada di bagian otak, seperti senyawa serotonin sehingga membuat otak menjadi rilex dan tidak mengalami depresi lagi. Obat Anafranil sendiri sering kali disebut sebagai obat anti depresi yang paling kuat diantara obat anti depresi lainnya, sehingga penggunaanya tidak boleh sembarangan.

Obat Anafranil sendiri dimasukkan ke dalam golongan obat keras oleh BPOM, yang dimana obat ini diberi label dengan lingkaran merah dengan huruf K besar berada di dalam lingkaran tersebut. Oleh karena obat Anafranil ini masuk kedalam golongan obat keras, maka dalam penggunaannya wajib menggunakan rujukan ataupun resep dari dokter.

Sebagai informasi tambahan, obat Anafranil ini dibuat dan diedarkan oleh PT Novartis Indonesia, yang dimana dalam peredarannya obat ini dikemas dalam bentuk tablet 25 mg, 50 mg, dam 75 mg.

Indikasi:

Berikut ini adalah merupakan beberapa indikasi dari penggunaan obat Anafranil yang perlu diketahui oleh calon pengguna yang akan mengkonsumsinya, yaitu sebagai berikut:

  1. Untuk terapi mengatasi gangguan obsesif kompulsif (memikirkan sesuatu secara terus menerus).
  2. Menghilangkan gangguan depresi secara menyeluruh.
  3. Mengobati gangguan panik dengan ataupun tanpa agoraphobia.
  4. Memperbaiki kerusakan tubuh yang diakibatkan oleh neurotransmitter kokain.
  5. Mambantu mengurangi gangguan dismorfik tubuh.
  6. Mengatasi Disfungsi seksual.
  7. Mengurangi gangguan nyeri kronis, contohnya seperti nyeri kepala.
  8. Sering digunakan untuk mengatasi kecanduan pada pecandu narkoba
  9. Membantu mengurangi keinginan untuk melakukan suatu kegiatan yang sering berulang-ulang yang dapat menyebabkan kehidupan penderitanya menjadi terganggu.

Dosis & Cara Penggunaan:

Berikut ini adalah pemberian dosis dan tata cara penggunaan obat Anafranil yang dianjurkan oleh produsen, yang perlu diketahui pengguna sebelum mengkonsumsinya, yaitu sebagai berikut:

Dosis penggunaan obat Anafranil untuk Gangguan Obsesif Kompulsif:

  • Dosis awal dapat diberikan 2-3 kali per hari masing-masing sebanyak 25 mg.
  • Dosis dapat ditingkatkan menjadi 2-3 kali per hari masing-masing sebanyak 50 mg pada minggu pertama.
  • Pada kasus berat, pemberian dosis dapat ditingkatkan maksimal menjadi 2-3 kali per hari masing-masing sebanyak 75 mg.

Dosis penggunaan obat Anafranil untuk Gangguan Depresi:

  • Dosis awal dapat diberikan 2-3 kali per hari masing-masing sebanyak 25 mg.
  • Dosis dapat ditingkatkan menjadi 2-3 kali per hari masing-masing sebanyak 50 mg pada minggu pertama tergantung pada kondisi pengguna.
  • Pada kasus berat, pemberian dosis dapat ditingkatkan maksimal menjadi 2-3 kali per hari masing-masing sebanyak 75 mg.

Dosis penggunaan obat Anafranil untuk Gangguan Panik:

  • Dosis awal dapat diberikan 1-2 kali per hari masing-masing sebanyak 25 mg.
  • Dosis dapat ditingkatkan menjadi 1-2 kali per hari masing-masing sebanyak 50 mg tergantung pada kondisi pengguna.

  • Pemberian obat Anafranil ini tidak boleh dihentikan selama paling sedikit 6 bulan
  • Sebelum menghentikan penggunaan obat ini, dosis harus diturunkan secara bertahap sampai benar-benar berhenti menggunakannya

Dosis penggunaan obat Anafranil untuk Rehabilitasi Kokain:

  • Dosis awal dapat diberikan 1 kali per hari masing-masing sebanyak 25 mg.
  • Dosis dapat ditingkatkan menjadi 2-3 kali per hari masing-masing sebanyak 25 mg tergantung pada kondisi pengguna.
  • Pemberian obat Anafranil ini tidak boleh dihentikan selama paling sedikit 6 bulan

Dosis penggunaan obat Anafranil untuk Gangguan Nyeri Kronis:

  • Dosis awal dapat diberikan 2-3 kali per hari masing-masing sebanyak 25 mg.
  • Dosis dapat ditingkatkan menjadi 2-3 kali per hari masing-masing sebanyak 50 mg pada minggu pertama.
  • Pada kasus berat, pemberian dosis dapat ditingkatkan maksimal menjadi 2-3 kali per hari masing-masing sebanyak 75 mg.

Kontra Indikasi:

Berikut ini adalah merupakan beberapa kontra indikasi dari penggunaan obat Anafranil yang perlu diketahui oleh calon pengguna yang akan mengkonsumsinya, yaitu sebagai berikut:

  1. Hentikan penggunaan obat Anafranil ini kepada pengguna yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap senyawa Clomipramine ataupun obat dari golongan trisiklik anti-depresan lainnya.
  2. Jangan sembarangan dalam memberikan obat Anafranil ini pada penderita yang sedang ataupun pernah mengalami penyakit gangguan hati berat ataupun penyakit gangguan ginjal berat
  3. Pengguna yang sedang mengalami ataupun baru saja mengalami Infark miokard, dilarang mengkonsumsi obat Anafranil ini
  4. Dilarang menggunakan obat Anafranil ini untuk pengguna yang sedang mengalami penyakit glukoma
  5. Pada pengguna yang mengalami reaksi sensitivitas silang terhadap golongan obat diabenzapin, pemberian obat Anafranil harus segera dihentikan.
  6. Penggunaan obat Anafranil ini tidak boleh dilakukan dan diberikan bersamaan dengan obat golongan MAOI.
  7. Sangat tidak disarankan memberikan obat Anafranil ini pada pengguna yang sedang mengalami masalah gangguan mikturisi atau gangguan buang air kecil.
  8. Pengguna dengan kondisi mengalami Sindrom pemanjangan QT kongenital, tidak diperkenankan mengkonsumsi obat Anafranil ini.
  9. Penelitian yang telah dilakukan telah membuktikan bahwa obat Anafranil ini dapat terlarut dalam ASI, oleh sebab itu untuk ibu yang sedang menyusui dilarang mengkonsumsi obat ini. Hal tersebut disebabkan karena sudah terbukti bahwa obat ini dapat menimbulkan risiko yang berbahaya bagi bayi yang sedang menyusu kepada ibu yang menggunakan obat ini.
  10. Berbahaya memberikan obat Anafranil ini kepada pengguna yang memiliki riwayat serangan jantung serta pengguna yang memiliki masalah gangguan irama jantung.
  11. Oleh BPOM amerika (FDA), obat Anafranil ini digolongkan sebagai obat kategori D untuk kehamilan, sehingga ibu hamil dilarang menggunakan obat ini. Obat Anafranil ini telah terbukti dapat menyebabkan kelainan jantung congenital pada janin yang dimana ibunya sedang mengkonsumsi obat Anafranil ini.

Efek Samping:

Berikut ini adalah merupakan beberapa efek samping yang mungkin dapat timbul dari penggunaan obat Anafranil yang perlu diketahui oleh calon pengguna yang akan mengkonsumsinya, yaitu sebagai berikut:

  1. Demam
  2. Mulut kering.
  3. Mual.
  4. Sakit perut.
  5. Pusing.
  6. Mengantuk.
  7. Merasa lelah.
  8. Kesulitan tidur (insomnia).
  9. Hilangnya nafsu makan sehingga berat badan menurun.
  10. Sembelit.
  11. Perasaan cemas.
  12. Perasaan gelisah.
  13. Mengalami amnesia.
  14. Menyebabkan orgasme saat menguap.
  15. Kesulitan berkonsentrasi.
  16. Meningkatnya keringat pada tubuh.
  17. Muntah.
  18. Diare.
  19. Mengalami mati rasa atau kesemutan.
  20. Kaburnya penglihatan.
  21. Menurunnya gairah seks.
  22. impotensi
  23. Kesulitan mengalami orgasme pada saat berhubungan
  24. Sulit buang air kecil

Sementara itu dibawah ini adalah merupakan efek samping lainnya yang sangat jarang terjadi pada saat mengkonsumsi obat Anafranil ini, yaitu sebagai berikut

  1. Mengalami glaukoma
  2. Denyut jantung menjadi cepat.
  3. Menyebabkan kebingungan.
  4. Mengalami ketakutan yang ekstrem
  5. Alveolitis alergi
  6. Munculnya pikiran untuk menyakiti diri sendiri
  7. Halusinasi
  8. Agitasi
  9. Tekanan darah tinggi atau hipertensi.
  10. Tubuh menjadi hiperaktif
  11. Mengalami Rigid (otot menjadi sangat kaku)
  12. Munculnya kejang
  13. Mudah mengalami perdarahan seperti gusi berdarah ataupun mimisan.
  14. Kulit menjadi pucat
  15. Reaksi anafilaktik atau anafilaktoid,
  16. Mengalami sesak napas (asma)
  17. Mengalami kehilangan koordinasi tubuh (lumpuh)
  18. Mengalami tremor atau gemetaran.
  19. Pingsan
  20. Menimbulkan gejala reikosis, konvulsi, ataksia, dan aritrnia.
  21. Hepatitis
  22. Hiperpireksia.

Interaksi dengan Obat Lain:

Jika Anda mengonsumsi obat lain atau produk toko pada waktu bersamaan, efek dari Anafranil Tablet dapat berubah. Ini dapat meningkatkan resiko Anda untuk efek samping atau menyebabkan obat Anda tidak bekerja dengan baik.

  • Penggunaan obat Anafranil bersamaan dengan obat-obatan yang masuk kedalam golongan obat Tiazid, Fenotiazin, Estrogen, dan Kortikosteroid dapat menyebabkan kemampuan dari obat Anafranil menjadi menurun.
  • Pemberian obat pengencer darah seperti obat Warfarin pada saat mengkonsumsi obat Anafranil ini dapat menurunkan efek farmakodinamik dari obat Warfarin.
  • Mengkonsumsi obat Anafranil dengan obat-obatan dari golongan probenesid dapat jadi penyebab tingginya resiko terkena efek samping obat Analtram tersebut.

Peringatan dan Perhatian:

Berikut ini adalah merupakan beberapa peringatan dari penggunaan obat Anafranil yang perlu diketahui dan di perhatikan oleh calon pengguna yang akan mengkonsumsinya, yaitu sebagai berikut:

  1. Pada penderita epilepsi, pemberian obat Anafranil ini harus diberikan secara hati-hati
  2. Selalu gunakan obat Anafranil ini sesuai dengan dosis yang sesuai dengan anjuran produsen ataupun sesuai dengan resep dokter, karena apabila digunakan secara sembarangan dapat menyebabkan risiko bunuh diri pagi penggunanya
  3. Selalu berhati-hati dalam memberikan obat Anafranil ini kepada pecandu alkohol, karena dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan hati bagi penggunanya.
  4. Jangan sembarangan dalam memberikan obat Anafranil ini pada pengguna yang memiliki riwayat terjadinya peningkatan TIO dalam tubuh
  5. Pengguna yang mengkonsumsi obat Anafranil dalam dosis tinggi dapat mengalami skizofrenia
  6. Extra hati-hati apabila memberikan obat Anafranil ini pada penderita yang mengalami malabsorpsi glukosa-galaktosa
  7. Waspadai efek sampingnya pada saat memberikan obat Anafranil ini pada pengguna yang sudah lanjut usia.
  8. Simpan obat Anafranil ini ditempat yang kering dan jauhkan dari sinar matahari langsung