Kesehatan Wanita

Polip Serviks – Penyebab, Gejala, Pengobatan dan Pencegahan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Polip serviks merupakan penyakit yang menyerang wanita. Istilah serviks sering disamakan oleh kebanyakan orang sebagai rahim.  Padahal serviks hanya merupakan bagian dari organ rahim.  Serviks adalah saluran yang menghubungkan bagian bawah rahim dengan bagian atas vagina.  Serviks ini berfungsi sebagai jalan keluarnya menstruasi, jalan masuknya sel sperma untuk bertemu dengan sel telur (pembuahan), dan jalan keluarnya bayi saat akan dilahirkan.

Polip sendiri adalah sejenis tumor yang bersifat jinak.  Berarti polip serviks adalah tumor jinak yang tumbuh atau berada di serviks.  Bentuk tumor ini bisa hanya berupa penebalan serviks atau penebalan dinding rahim atau benjolan yang tumbuh meninggi pada permukaan saluran serviks.  Meskipun bersifat jinak, banyak wanita mengalami polip serviks terutama bagi wanita yang berusia 40 tahun ke atas.  Beberapa kasus penyakit ini yang bisa berubah menjadi kanker ganas, sebagian besar tidak.  Namun kondisi ini bisa mengganggu kesehatan.  Untuk itu kita perlu mengetahui penyebab, gejala, diagnosis, pengobatan, dan pencegahannya.

Penyebab

Para ahli kedokteran secara umum belum dapat memastikan penyebab polip serviks.  Mereka menyimpulkan dari berbagai kasus  dan membagi penyebabnya menjadi 3.  Tiga penyebab tersebut adalah sebagai berikut.

  • Hormon Estrogen

Hormon estrogen adalah hormon yang hanya dimiliki oleh wanita. Diproduksi oleh kelenjar adrenal di otak dan oleh ovarium. Estrogen berperan dalam masa pubertas (pengembangan ciri-ciri sekunder pubertas). fungsinya dalam tubuh adalah mengatur siklus menstruasi dan mengatur pertumbuhan atau penebalan laipsan rahim. Meningkatnya kadar hormon ini dipercaya dapat menimbulkan polip.  Selama kehidupannya, wanita mempunyai kadar hormon estrogen yang bervariasi.  Kadar paling tinggi ketika dalam masa kehamilan, menyusui, dan menjelang menopause.  Itu sebabnya, polip serviks menyerang wanita yang berusia di atas 40 tahun.

Meningkatnya kadar estrogen melebihi batas normal juga diakibatkan oleh lingkungan.  Bahan-bahan kimia dewasa ini banyak mengandung hormon estrogen sintetik.  Contoh bahan di lingkungan yang menggunahakan estrogen sintetik, yaitu produk olahan daging dan susu dan bahan penyegar udara di ruangan.  Hormon estrogen juga dilepaskan oleh makanan panas yang bersentuhan dengan paha plastik atau polymer (baca : 18 Cara Mengatasi Menopause Dini )

  • Peradangan Serviks

Peradangan / inflamasi / infeksi di saluran serviks juga dipercaya mengakibatkan polip serviks.  Gejala peradangan antara lain berwarna merah di permukaan vagina, iritasi, dan terkikis yang menyebabkan rasa nyeri dan panas. Peradangan bisa terjadi karena infeksi bakteri, infeksi HPV Herpes, infeksi berbagai jenis jamur, keguguran saat hamil, dan perubahan hormon. Terkadang peradangan serviks lebih berbahaya daripada polip itu sendiri.

  • Penyumbatan Pembuluh Darah

Darah yang tersumbat dan mengumpul di serviks mengakibatkan polip apabila terjadi dalam waktu yang lama.

Berdasarkan penyebab polip serviks yang diperkirakan dan dipercaya para ahli di atas, ada beberapa orang dan kondisi yang mempunyai faktor resiko. Faktor resiko polip serviks, yaitu :

  • Usia. Orang yang berusia di atas 40 tahun atau menjelang menopause beresiko tinggi terserang polip serviks, karena hormon estrogen yang meningkat. Begitu pula dengan orang yang sudah melewati kehamilan beberapa kali, yang berarti juga sudah mengalami naiknya hormon estrogen beberapa kali.
  • Obesitas. Kondisi ini memang menimbulkan berbagai penyakit, termasuk polip serviks, karena obesitas meningkatkan resiko penyumbatan darah karena terdesak lemak.
  • Penggunaan tamoksifen. Tamoksifen adalah obat yang digunakan untuk menangani kanker rahim.  Namun ini dipercaya meningkatkan resiko polip.
  • Mengidap hipertensi.  Hipertensi atau darah tinggi dapat menimbulkan penyumbatan darah yang menjadi salah satu penyebab polip serviks.

Baca juga artikel :

Dengan mengetahui penyebab dan faktor resikonya, diharapkan kita dapat lebih memperhatikan polip serviks dan gejala-gejalanya.

Gejala

Setiap penyakit mempunyai ciri, tanda, atau gejala apabila seseorang mengalaminya. Gejala dari suatu penyakit dapat menujukkan orang yang terkena penyakit dan tingkat keparahannya. Begitu pula dengan polip serviks atau polip rahim, memunyai beberapa gejala yang menandainya. (baca : gejala polip rahim)

Gejala-gejala tersebut antara lain :

  • Mual dan muntah – Mual dan muntah yang menandai gejala polip seviks juga banyak dilmilki oleh orang yang mempunyai penyakit lain.  Mual dan mutah ini dirasakan seperti orang yang masuk angina, karena perut yang terasa kembung.  Namun, pada polip serviks diikuti dengan demam yang cukup tinggi.
  • Sakit ketika melakukan hubungan intim – Karena polip serviks adalah benjolan di saluran yang menghubungan sel sprema dengan sel telur, otomatis ketika berhubungan intim akan bergesekan dengan sel sperma maupun penis.  Akibatnya, akan terasa sangat sakit.
  • Pendarahan – Pendarahan juga dapat terjadi ketika penderita polip serviks melakukan hubungan intim dengan pasangannya. Volume pendarahan bervariasi  mulai dari sedikit sampai banyak tergantung pada tingkat keparahan penyakit. Pendarahan juga bisa terjadi berbarengan dengan keluarnya darah haid, sehingga terkadang tidak disadari oleh penderita. Padahal darah haid yang keluar lebih banyak dari biasa.  Patut diwaspadai juga jika terjadi pendarahan di luar siklus haid, siklus haid terlalu pendek, dan pendarahan saat sudah terjadi menopause. Penyebab menstruasi lama tidak berhenti wajib diwaspadai. Diperkirakan 4 dari 10 wanita yang mengalami pendarahan / haid tidak normal adalah penderita polip serviks.
  • Sulit hamil – Untuk polip yang sudah membesar dan menutupi serviks, otomatis akan menutupi aluran yang menghubungkan sperma dengan sel telur.  Akibatnya, penderita sulit hamil.  Sel sperma tidak bisa dibuahi oleh sel telur.
  • Ada beberapa wanita yang menderita polip serviks dan tidak menunjukkan gejala sama sekali.

Komplikasi dan Diagnosis

Sebagai wanita, jika merasa ada yang berbeda dengan haid, sekitar rahim, dan kemaluan, hendaknya segera berkonsultasi dengan dokter.  Karena organ-oragan tersebut meurpakan organ yang sensisitif dan harus selalu terjaga.  Untuk kasus gejala polip servisk, seberapapun gejala yang dirasakan, disarankan untuk konsultasi dengan dokter segera, karena memang ada beberapa orang yang tidak merasakan gejalanya di awal.  Selain itu, walaupun jarang sekali polip ini yang berubah menjadi tumor ganas, tetap harus diwaspadai komplikasi lain pada kesehatan.

Komplikasi dari polip serviks, di antaranya :

  • Resiko keguguran bagi wanita yang sedang mengalami kehamilan. Karena posisi polip yang menghalangi jalan keluarnya bayi justru merangsang bayi untuk keluar sebelum waktunya.
  • Kesulitan sampai tidak bisa hamil.  Polip yang terdapat pada serviks bisa berjumlah satu sampai tiga buah, sehingga menghalangi proses terjadinya pembuahan.  Bahkan, polip serviks yang cukup parah dapat mengakibatkan tidak berproduksinya sel terus, sehingga rahim terus mengalami pendarahan ( baca : Penyebab Kemandulan ).
  • Polip yang dibiarkan tumbuh besar dapat mengakibatkan infeksi jamur atau bakteri karena suasana sekitar rahim yang selalu lembab.  Untuk itu disarankan juga pada wanita untuk memakai celana dalam yang menyerap keringat dan selalu menjaga kebersihan daerah sekitar vagina.  Infeksi pada serviks dapat lebih berbahaya daripada polip itu sendiri.  Vagina yang mengeluarkan cairan berwarna kuning atau puti, kita menyebutnya sebagai keputihan, merupakan tanda adanya infeksi.

Diagnosis yang biasa dilakukan kepada penderita yang ditemukan mempunyai gejala polip, yaitu :

  • Pemeriksaan panggul dengan USG transvaginal. USG ini dapat memberikan gambaran dinding rahim terutama dinding rahim bagian dalam.  Polip serviks akan tampak seperti penebalan dinding rahim.  Namun, dokter akan melihat adanya jarinngan yang tumbuh pada dinding, bukan sekedar penebalan didinding rahim.  Jaringan tersebut seperti jari dengan permukaan halus dan mempunyai warna merah keunguan.  Dokter yang baik akan menjelaskan sambil melihat penampakannya di layar  USG. Dari pemeriksaan ini dikenal ada 2 jenis polip serviks, yaitu polip ektoserviks dan polip endoserviks.  Pada polip ektoserviks jaringan yang tumbuh tampak berasal dari lapisan permukaan seviks paling laur dan banyak diderita oleh wanita yang sudah mengalami menopause. Sedangkan polip endoserviks ketika USG jaringan yang tumbuh akan tampak dari dalam permukaan serviks. Tipe polip ini lebih banyak ditemui pada wanita yang belum mengalami menopause.
  • Histeroskopi. Diagnosis ini menggunakan kamera sangat kecil yang dimasukkan ke dalam rahim.  Dokter akan lebih memastikan polip dengan pemeriksaan rahim bagian dalam.
  • Biopsi. Setelah ditemukannya ada jaringan halus, maka dokter akan menguret jaringan tersebut atau mengangkatnya, kemudian melakukan biopsi. Pengangkatan bisa dilakukan dengan pembedahan atau kuret biasa dengan pemantauan histeroskopi. Biopsi dilakukan untuk memastikan apakah jaringan halus yang tumbuh di dinding rahim merupakan tumor ganas atau bukan. Tumor ganas, atau kanker nantinya akan memerlukan pengobatan tersendiri.  Meskipun demikian, jarang ditemui polip serviks yang berkembang menjadi tumor ganas.

Pengobatan

Setelah memastikan lewat diagnosis pada jaringan yang tumuh di dinding rahim / penebalan dinding rahim merupakan polip serviks, dokter akan menyarankan melakukan beberapa pengobatan.  Pengobatan yang biasa dilakukan pada pebderita polip serviks, yaitu :

1. Terapi hormon

Dokter akan memberikan obat-obatan yang mengurangi produksi hormone estrogen.  Ini dilakukan pada polip serviks dengan gejala ringan.  Umumnya polip akan luruh bersamaan dengan darah menstruasi atau saat melakukan hubungan intim bersama pasangan.

2. Pengangkatan

Pengangkatan dilakukan apabila polip sudah menunjukkan gejala yang parah seperti pendarahan.  Namun pengangkatan polip dapat dilakukan secara sederhana.  Pengangkatan ini umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, sehingga dokter tidak memberi obat penenang /obat bius ketika melakukannya.  Cara pengangkatan teresbut, antara lain :

  • Dengan memasukkan alat kecil dimasukkan ke dalam rahim, sambil melihatnya menggunakan heteroskop, polip dipegang bagian dasarnya dan diputar sampai terlepas dari dinding rahim.
  • Mengikat benang bedah di sekitar dasar polip, kemudian mengguntingnya
  • Memasukkan ring forceps pada polip untuk kemudian menariknya hingga polip terlepas dari dinding rahim

3. Penghancuran dasar polip

Cara ini dilakukan tanpa pembedahan manual.  Penghancuran dasar polip bisa dilakukan dengan memasukkan nitrogen cair, abrasi electrocauter / menggunakan jarum elektrik panas, dan bedah laser.  Nitrogen cair mempunyai suhu rendah, dimasukkan ke dalam dinding rahim atau tepatnya membuat kondisi polip menjadi beku dan mudah dilakukan penghancuran. Sedangkan abrasi electrocauter / penggunaan jarum elektrik panas digunakan pada polip serviks yang dekat dengan lubang vagina. Tekniknya seperti menghilangkan tahi lalat / kutil.

4. Pembedahan besar

Pembedahan besar yang dimaksud di sini adalah seperti operasi Caesar jarang dilakukan, kecuali pada kasus polip serviks yang sudah menutupi seluruh dinding rahim. Setelah mengalami pengangkatan atau penghancuran polip beberapa penderita akan mengalami pusing dan mual, serta pendarahan.  Ini akan terjadi selama beberapa hari.  Pengobatan dengan jalan di atas dilihat dari beberapa kasus mempunyai tingkat keberhasilan yang cukup tinggi dan aman.

5. Pengobatan secara alami

Saat ini banyak penawaran untuk pengobatan polip serviks secara alami.  Anda bisa mencoba obat penebalan dinding rahim alami ini apabila polip serviks dipastikan oleh dokter lewat diagnosanya dan masih dalam tahap awal.  Karena apabila polip sudah menyebar di dinding rahim atau mempunyai gejala yang parah seperti pendarahan, diperlukan tindakan yang cepat dan tepat sebelum menyebabkan komplikasi.

Baca juga artikel :

Pencegahan

Sering kita dengar pepatah yang mengatakan mencegah lebih baik daripada mengobati.  Pernyataan tersebut benar adanya, karena umumnya mengobati memerulukan waktu, biaya, dan tenaga yang tidak sedikit.  Polip serviks juga dapat dicegah perkembangan atau pertumbuhannya, antara lain dengan cara sebagai berikut :

  • Melakukan pap smear

Pap smear yang rutin dilakukan akan membantu menemukan semua gejala dini penyakit atau kelainan pada rahim.  Untuk Anda yang tidak mempunyai riwayat penyakit rahim dokter akan menyarankan papsmear dilakukan 3 sampai 5 tahun sekali.  Sementara, untuk Anda yang mempunyai riwayat pernah mengalami masalah dengan rahim dan vagina, disarankan melakukan pap smear setahun sekali.

  • Memakai jenis sabun yang benar

Banyak  sabun yang beredar dikhususkan untuk vagina dengan berbagai manfaat kesehatan vagina dan rahim, dan kepuasan hubungan intim.  Pastikan sabun yang digunakan tidak mengandung antiseptik, ramah lingkungan, dan PH sabun sama dengan PH kondisi vagina.  Sabun yang mengandung antiseptik  secara berlebihan malah akan mengundang  pertumbuhan jamur dan bakteri.

  • Menjaga kebersihan

Organ intim wanita merupakan bagian yang sensitif terhadap berbagai penyakit di luar dan bagian dalam.  Salah satu pencegahan terhadap penyakit-penyakit tersebut adalah menjaga kebersihannya.  Mengganti pembalut sesering mungkin saat menstruasi, menggunakan celana dalam dari  bahan yang menyerap keringat, dan mencuci tangan sebelum memegang organ intim tersebut merupakan bagian cara tersebut.  Pembalut yang tidak diganti dalam waktu lama, akan menyebabkan darah kotor mengumpul akan menjadi tempat tumbuhnya bakteri (baca : Vaginitis)

  • Pantangan makanan

Pantangan makanan dipercaya banyak orang dan beberapa di antaranya terbukti secara kelinis untuk kesehatan organ intim wanita dan rahim. Makanan pantangan yang disarankan adalah makanan olahan dalam bentuk kemasan yang pengawetnya mengandung karsinogen, mi instan, minuman ringan (cola, bersoda, dan sebagainya),  dan makanan yang diawetkan atau sering dipanaskan. Apabila sudah pernah menderita penyakit rahim sejenis polip sebelumnya beberapa sayuran dan buah-buahan juga dianjurkan untuk tidak dikonsumsi misalnya kol, toge, nanas, duku anggur. Sayuran dan buahan itu diyakini akan menambah dan mempercepat pertumbuhan sel tumor dan mengandung alkohol.

Bagi wanita yang pernah mengalami polip serviks, tindakan pengobatan meskipun aman dan sederhana tidak menjamin 100%. Demikian pula dengan segala pencegahan yang sudah dilakukan. Polip serviks dapat tumbuh kembali.  Begitu pula wanita yang belum pernah terserang polip serviks. Pencegahan belum menjamin tidak timbulnya polip.

Karena seperti telah diuraikan di atas, secara medis penyakit ini belum diketahui penyebab pastinya. Para ahli baru membuat kesimpulan berdasarkan kasus-kasus yang ada.  Maka, segera berkonsultasi dengan dokter kandungan, apabila Anda mempunyai kondisi / gejala pada organ intim dan rahim yang tidak seperti biasa. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi pembaca semua.