Categories: Darah Tinggi

5 Bahaya Garam bagi Penderita Hipertensi

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Garam merupakan bumbu wajib yang harus ada di dapur kita. Setiap kali kita memasak tentu garam adalah bumbu wajib yang harus kita tambahkan dalam setiap jenis masakan. Sayangnya, banyak kasus menunjukkan asupan garam yang berlebih pada masyarakat Indonesia. Banyak orang yang tidak terlalu mempedulikan dampak negatif dari asupan garam yang berlebih.

Bahaya Garam bagi Penderita Hipertensi

Salah satu dampak negatif asupan garam yang berlebih adalah meningkatnya resiko untuk menderita hipertensi. Sebenarnya, garam bukanlah penyebab dari meningkatnya tekanan darah. Namun, garam merupakan gabungan dari senyawa natrium (Na) dan klorida (Cl). Kandungan natrium di dalam garam itulah yang menyebabkan kenaikan tekanan darah (hipertensi). Adapun penjelasan selengkapnya mengenai bahaya asupan garam berlebih bagi penderita hipertensi adalah:

  1. Asupan garam per hari setiap orang tidak boleh lebih dari satu sendok teh atau 6 gram garam atau lebih tepatnya 2.300 mg natrium. (baca juga: bahaya konsumsi garam berlebih)
  2. Asupan garam sebanyak setengah sendok teh mampu meningkatkan tekanan sistolik sebesar 5 poin dan tekanan diastolik sebesar 3 poin.
  3. Jika penderita hipertensi tidak memperhatikan asupan garam setiap harinya tentu tekanan darah akan mengalami peningkatan. (baca juga: bahaya konsumsi garam berlebihan)
  4. Natrium yang berlebih di dalam tubuh akan diikat oleh ginjal. Jumlah natrium yang terlalu banyak akan menyebabkan rasa haus sehingga membuat seseorang banyak mengkonsumsi cairan. Akibatnya, volume darah juga akan mengalami peningkatan. Sayangnya, volume darah yang meningkat tersebut tidak diimbangi dengan kapasitas pembuluh darah sehingga menyebabkan tekanan darah mengalami peningkatan. (baca juga: penyebab lemak menumpuk di lengan)
  5. Kandungan natrium berlebih di dalam darah juga akan menyebabkan kerusakan dinding pembuluh darah. Dinding pembuluh darah yang mengalami pengelupasan akan mengakibatkan penyumbatan yang berakibat pada gangguan kardiovaskuler atau gangguan ciri-ciri jantung bocor.

Itulah sebabnya seseorang yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi sebaiknya mengontrol asupan garam setiap harinya. Kandungan natrium di dalam garam akan meningkatkan volume dan juga tekanan darah. Namun, garam bukanlah satu-satunya sumber natrium. Untuk menjaga tekanan darah tetap stabil, Anda juga harus menghindari berbagai makanan yang mengandung bahan penyedap (monosodium glutamat/MSG). MSG adalah penyedap yang terbukti mampu meningkatkan kadar natrium di dalam tubuh. (baca juga: 60 bahaya penyedap rasa makanan dan MSG bagi kesehatan)

Alasan Kenapa Harus Mengontrol Asupan Garam

Penderita hipertensi harus menjaga asupan garam setiap harinya agar jumlah natrium di tubuhnya tidak mengalami peningkatan. Namun, menjaga dan mengontrol asupan garam tidak hanya penting bagi penderita hipertensi saja. Seseorang yang memiliki tubuh sehat juga harus mengontrol asupan garam jika tidak ingin beresiko terkena berbagai jenis gangguan kesehatan. Berikut penjelasan selengkapnya mengapa kita harus menjaga asupan garam setiap harinya:

1. Hipertensi

Seperti dijelaskan sebelumnya, asupan garam berlebih akan meningkatkan jumlah natrium sekaligus tekanan darah dalam tubuh. Resiko untuk terkena hipertensi akan semakin meningkat seiring bertambahnya usia. Karena itu, semakin tua usia seseorang ada baiknya jumlah asupan garam setiap harinya juga dikurangi. (baca juga: cara mencegah darah tinggi)

2. Gangguan Kardiovaskuler

Gangguan kardiovaskuler sebenarnya adalah dampak berkelanjutan dari tekanan darah tinggi. Sistem kardiovaskuler sangat rentan mengalami kerusakan karena natrium yang berada di dalam darah mengakibatkan adanya pengikisan pada pembuluh darah. (baca juga: bahaya rokok bagi jantung manusia)

3. Stroke

Berdasarkan penelitian, asupan garam berlebih ternyata juga dapat meningkatkan resiko untuk terkena stroke. Namun, mengurangi jumlah asupan garam setiap harinya justru akan mengurangi resiko untuk terkena stroke. Bahkan menurut penelitian, mengurangi satu gram asupan garam setiap harinya dapat menurunkan resiko untuk terkena stroke sebesar seperenam. (baca juga: penyebab stroke iskemik dan hemoragik)

4. Pembengkakan Jantung

Menurut penelitian, seseorang yang tidak memiliki riwayat hipertensi namun tidak mengontrol asupan garamnya dapat menderita pembengkakan jantung. Hal tersebut terjadi seiring meningkatnya resiko kerusakan kardiovaskuler. (baca juga: jantung bocor ASD dan VSD)

5. Retensi Cairan

Natrium bersifat mengikat banyak cairan dalam tubuh. Makin banyak garam yang kita konsumsi tentu akan semakin banyak pula kadar natrium dalam tubuh kita. Meningkatnya kadar natrium akan diimbangi dengan pengikatan cairan yang meningkat. Tubuh akan sangat rentan mengalami pembengkakan akibat jumlah natrium yang berlebih di dalam tubuh. (baca juga: akibat kelebihan cairan otak)

6. Permasalahan dalam Sistem Pencernaan

Asupan garam berlebih juga dapat meningkatkan resiko gangguan pada sistem pencernaan. Mengkonsumsi garam berlebih akan meningkatkan resiko terbentuknya ulkus (luka) pada lambung dan juga usus duabelas jari. Selain itu, resiko untuk terkena kanker perut dan juga kanker lambung akan meningkat ketika asupan garam dalam bentuk monosodium glutamat (MSG) terlalu banyak. Tidak hanya itu saja, asupan garam berlebih juga akan menyebabkan enzim pepsin mengalami penurunan. Padahal, enzim pepsin merupakan enzim yang berperan penting dalam proses pencernaan makanan.

7. Osteoporosis

Resiko untuk mengalami pengeroposan tulang ternyata juga akan meningkat ketika asupan garam ke dalam tubuh berlebihan. Alasannya, asupan garam berlebih akan menghambat penyerapan kalsium dalam tubuh. Tubuh yang kekurangan kalsium akan menyebabkan tulang tidak kuat dan mudah mengalami pengeroposan karena kalsium adalah komponen paling penting untuk menjaga kekuatan tulang. (baca juga: gejala osteoporosis)

Demikian beberapa dampak negatif yang dapat muncul akibat asupan garam berlebih dalam tubuh. Perhatikanlah asupan garam harian Anda. Usahakan agar jumlah garam yang Anda konsumsi setiap harinya tidak lebih dari 1 sendok teh. Bahkan jika Anda adalah penderita hipertensi, sebaiknya Anda mengkonsumsi garam kurang dari 1 sendok teh setiap harinya.

baca juga: