Penyakit dan Kelainan

7 Pantangan Sebelum Donor Darah yang Perlu Anda Perhatikan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Salah satu tips sebelum donor darah adalah mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi seperti daging merah, ikan, bayam dan buah-buahan. Namun ada beberapa pantangan sebelum donor darah yang perlu Anda perhatikan. Tujuannya tidak lain agar darah yang Anda donorkan nantinya lolos sebagai darah yang memenuhi syarat jadi pendonor darah.

Oleh sebab itulah dilakukan pemeriksaan sebelum donor darah untuk mengetahui apakah Anda memenuhi syarat melakukan donor darah. Tentunya darah yang didonorkan tersebut adalah darah yang berasal dari pendonor yang sehat jasmani serta rohani. Berikut dijelaskan beberapa pantangan sebelum donor darah.

  1. Konsumsi Alkohol dan Kafein

Alkohol dan kafein merupakan minuman yang tidak baik bagi tubuh. Biarpun kedua minuman ini dapat meningkat semangat konsumennya, tetapi pada jangka panjang dapat membuat otot menjadi kendur dan lemas serta mengantuk. Tentunya konsumsi minuman-minuman ini akan berpengaruh besar terhadap darah yang mengalir dalam tubuh. Oleh sebab itu tidak disarankan untuk mengonsumsi kedua minuman ini baik sebelum dan setelah donor darah. Anda bisa menggantinya dengan memperbanyak konsumsi air putih yang sudah tidak perlu diragukan lagi manfaatnya.

  1. Konsumsi Makanan Fast Food dan Es Krim

Makanan fast food dan es krim merupakan makanan yang banyak mengandung lemak. Jika darah Anda banyak mengandung lemak maka darah tidak dapat diuji untuk penyakit menular. Apabila darah tidak dapat diuji tentu saja darah Anda tidak dapat digunakan untuk donor. Sebaiknya tunda dulu untuk mengonsumsi makanan-makanan berlemak tersebut. Ganti saja dengan makanan penambah darah seperti beras merah, kacang almond dan ikan sarden.

  1. Merokok

Kegiatan merokok sebaiknya ditunda dahulu sebelum melakukan donor darah. Hal ini berkaitan dengan darah pendonor yang harus bersih. Rokok banyak mengandung racun seperti nikotin, gas monosikda dan tar yang berbahaya dan mematikan. Sebaiknya hindari terkena paparan asap rokok dan merokok satu jam sebelum dan sesudah donor darah.

  1. Konsumsi Obat-obatan

Mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti aspirin, antiobiotik, anti-hipertensi, steroid dan hormon dapat menyebabkan darah tercemar. Orang-orang yang mengonsumsi obatan-obatan tersebut bahkan dilarang untuk mendonorkan darahnya. Hal ini berkaitan dengan darah yang harus sehat dari pendonor yang juga harus sehat dan tidak mempunyai penyakit tertentu. Ada baiknya Anda mengganti konsumsi obat-obatan tersebut dengan vitamin penambah darah seperti vitamin C yang terdapat pada buah stoberi, buah naga, semangka dan anggur.

  1. Mengalami Menstruasi

Wanita yang sedang mengalami menstruasi sebaiknya menunda untuk mendonorkan darahnya. Hal ini berkaitan dengan banyaknya darah yang sudah keluar saat menstruasi. Pada saat donor, darah yang keluar akan semakin banyak lagi. Tentunya jika wanita menstruasi tetap ingin mendonorkan darahnya akan mengakibatkan bahaya donor darah seperti lemas, pusing hingga pingsan.

[AdSense-B]

  1. Sedang Tidak Enak Badan seperti Flu dan Batuk

Calon donor dengan keadaan tidak sehat seperti flu dan batuk perlu untuk menunda waktu donor darah hingga tubuhnya menjadi sehat kembali. Tubuh yang sedang sakit tentunya sistem kekebalan tubuh atau imunnya sedang terganggu. Begitu juga dengan peredaran darah saat tubuh sedang sakit yang akan sedikit terganggu. Pastinya darah orang yang sedang sakit tidak baik memenuhi syarat jadi pendonor darah.

  1. Sedang dalam Masa Kehamilan dan Menyusui

Bagi wanita yang sedang dalam masa kehamilan, tidak dianjurkan untuk mendonorkan darahnya. Hal ini berkaitan dengan banyaknya darah yang diambil saat donor darah yang dapat menyebabkan anemia. Selain itu wanita hamil yang berdonor darah mengakibatkan sirkulasi darah yang kurang dalam rahim sehingga dapat berbahaya bagi janin.

Sebaiknya bagi wanita hamil, tunggu selama 9 bulan setelah melahirkan jika ingin mendonorkan darahnya. Sedangkan bagi ibu menyusui juga tidak disarankan untuk mendonorkan darahnya karena dikhawatirkan akan menggagu produksi ASI. Tak hanya itu saja, dikhawatirkan kandungan nutrisi dalam ASI yang seharusnya diberikan pada bayi menjadi berkurang saat donor darah.

Demikian 7 pantangan sebelum donor darah yang perlu Anda ketahui. Ada baiknya Anda menghindari hal-hal tersebut supaya darah yang nantinya didonorkan lolos dalam pemeriksaan sebelum donor darah. Dengan menghindari pantangan-pantangan tersebut tentunya donor darah yang Anda lakukan dapat berjalan lancar. Selain itu darah yang Anda donorkan juga dapat bermanfaat bagi orang yang membutuhkan.