Kesehatan Gigi

Gigi Bungsu – Penyebab, Gejala, Diagnosa, Pengobatan dan Perawatan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Apakah pernah merasakan rasa nyeri pada area belakang rahang yang sangat mengganggu dan tak nyaman? Ada potensi bahwa rasa nyeri tersebut timbul disebabkan oleh gigi bungsu yang tengah mengalami pertumbuhan. Istilah lain untuk menyebutkan gigi bungsu ini adalah wisdom teeth atau gigi geraham terakhir alias ketiga yang tumbuhnya bisa belasan tahun pada usia seseorang di awal 20 tahun.

Gigi bungsu ini dapat menyebabkan beberapa masalah dan yang paling banyak dialami oleh orang-orang adalah rasa nyeri yang begitu luar biasa. Biasanya, gejala ini terjadi ketika ruang yang tersisa untuk pertumbuhan gigi bungsu tidak ada di bagian gusi sehingga ketika muncul akan terasa begitu sakit.

Baca juga:

Penyebab

Munculnya atau tumbuhnya gigi bungsu biasanya terjadi pada orang-orang yang usianya antara 17-24 tahun dan pada beberapa kasus pertumbuhannya akan miring. Sayangnya, tak tersedia cara pencegahan akan pertumbuhan miring dari gigi bungsu. Pertumbuhannya sangatlah alami dan hal ini ditentukan oleh faktor benih gigi itu sendiri, jadi pertumbuhan akan lurus kalau benihnya sudah bagus.

Kemunculan gigi bungsu pada umumnya yang pertama adalah ketika kita berusia 6 tahun dan yang kedua bakal tumbuh saat sudah berusia 12 tahun. Sementara yang terakhir, gigi geraham atau gigi bungsu pada dasarnya seharusnya mengalami pertumbuhan di usia 10 tahun. Hanya saja, ruang yang tak begitu cukup menjadi masalah keterlambatannya.

Bentuk rahang menjadi salah satu penyebab atau faktor risiko dari pertumbuhan gigi bungsu yang berbeda-beda waktunya pada setiap orang. Bentuk rahang setiap orang tidaklah sama dan gigi bungsu ini bisa saja terhalangi oleh gigi geraham lainnya yang telah timbul ketika tak ada ruang cukup untuk pertumbuhannya.

Gejala

Pertumbuhan gigi bungsu bisa saja tak sempurna sehinga akhirnya menjadi penyebab penumpukan plak dari sisa makanan yang masuk ke mulut atau bakteri. Ketika sisa makanan menyelip di bagian gigi bungsu atau sela-selanya, hal ini tak boleh dibiarkan atau malah membuat potensi penyakit gusi meningkat.

Selain rasa nyeri yang begitu luar biasa dan mengganggu aktivitas kita serta penyelipan sisa makanan yang berimbas pada munculnya penyakit gusi, ada beberapa kondisi lain yang amat memungkinkan untuk terjadi, seperti misalnya:

  • Perikoronitis atau infeksi yang terjadi di jaringan lunak area gigi.
  • Pembusukan gigi
  • Selulitis alias infeksi yang terjadi di lapisan dalam dan akhirnya menyerang bagian lidah, pipi dan tengggorokan.
  • Abses gigi
  • Kista pada gigi
  • Tumor pada gigi

Kedua kondisi terakhir memang cukup jarang, namun bukan berarti tak dapat terjadi karena potensi tersebut tetap ada. Penimbunan plak dan rasa sakit yang begitu luar biasa sebaiknya langsung diperiksakan saja ke dokter agar cepat ditangani karena keluhan gejala tersebut bisa menjadi lebih serius.

Biasanya, ketika gejala begitu mengkhawatirkan dan rasa nyerinya tak tertahankan, ke dokter akan sangat membantu. Dokter biasanya yang akan membuat keputusan tentang gigi bungsu tersebut perlu dipertahankan atau dicabut secepatnya. Jadi, berkonsultasilah dengan dokter Anda sebelum keluhan menjadi semakin buruk dan sulit diobati.

Baca juga:

Diagnosa dan Pengobatan

Ketika sudah muncul keluhan di mana terasa nyeri di bagian gigi dan rasa nyerinya terasa makin bertambah, maka segeralah ke dokter untuk pemeriksaan atau proses diagnosa. Pada umumnya, dokter bisa saja memutuskan untuk melakukan pencabutan pada gigi bungsu Anda dan bila demikian, pemeriksaan sinar-X adalah yang diperlukan berikutnya.

Perlunya sinar-X ini bertujuan untuk tahu letak gigi bungsu tersebut secara pasti. Prosedur pencabutan gigi akan dilakukan beserta dengan bedah kecil di bagian gusi pasien. Namun tak hanya itu, dokter terkadang akan memberikan anjuran metode pengobatan lainnya sebagai alternatif. Pemotongan gigi bungsu adalah contoh solusi alternatif yang dokter terkadang sarankan kepada pasien.

Pemotongan gigi bungsu bertujuan untuk memudahkan pengangkatan pada pembedahan yang akan dulakukan dan prosedur untuk hal ini adalah beberapa bagian kecil saja. Pada proses pemotongan gigi ini juga tak secara langsung, tapi pembiusan lokal akan dilakukan pada area gusi yang hendak dioperasi sehingga pasien tak perlu khawatir akan merasakan sakit selama proses dijalankan.

Sebelum saran pencabutan gigi, biasanya dokter berpikir untuk memberikan jenis obat tertentu yang kiranya mampu menjadi penyembuh serta pereda nyeri di gigi bungsu. Jadi, biasanya pemberian jenis obat analgesik juga sangat umum, seperti mefinal atau asam mefenamat, terutama pada wanita yang sedang hamil karena wanita hamil dengan gigi bungsu tak boleh menjalani prosedur pencabutan gigi sehingga analgesik dianggap paling aman.

Perawatan

Ketika gigi bungsu sudah ditangani dengan menempuh jalan operasi, maka perawatan mandiri alias perawatan di rumah sangatlah diperlukan. Perawatan di rumah bertujuan supaya mampu menurunkan risiko rasa sakit setelah operasi dan dengan perawatan ini mampu membuat pemulihan jauh lebih cepat.

Ada beberapa hal yang penting dilakukan ketika melakukan perawatan terhadap gigi bungsu yang sudah dioperasi, yaitu antara lain:

  • Mengonsumsi obat-obatan khusus untuk meredakan rasa sakit, misalnya meminum parasetamol atau ibuprofen.
  • Tidak minum minuman keras dan jauhi bahaya minuman keras bagi kesehatan.
  • Tidak merokok dan jauhi bahaya merokok bagi kesehatan.
  • Tidak melakukan aktivitas yang terlalu berat pasca operasi selama beberapa hari.
  • Tidak minum minuman panas.
  • Tidak berkumur dengan air panas.
  • Mengompres dengan es dengan menempelkan es di bagian pipi tempat pertumbuhan gigi bungsu selama 15 hingga 20 menit dan lanjutkan dengan menggunakan kompres panas.
  • Berkumur dengan antiseptik lebih dianjurkan namun sehari setelah operasi lebih baik.
  • Berkumur dengan air hangat yang sudah dicampur dengan sesendok teh garam disarankan sekali untuk mengurangi rasa nyeri dan peradangan.
  • Menggunakan gigi sehat ketika mengunyah makanan.
  • Memilih makanan yang teksturnya lunak dan menghindari makanan bertekstur keras.
  • Menggosok gigi secara normal bisa dilaksanakan sesudah beberapa hari pasca operasi.
  • Jika diberi obat antibiotik oleh dokter, pastikan untuk menghabiskannya sesuai dengan takaran atau dosis yang sudah diberikan.
  • Topanglah bagian kepala dengan menggunakan bantal tambahan agar tidur di malam hari lebih terasa nyaman selama masa penyembuhan saja.
  • Tetap pergi ke dokter untuk mengecek kondisi kesehatan dan sesuai dengan perjanjian dengan dokter supaya perkembangan kesembuhan selama rawat jalan dapat diketahui dan kapan pelepasan jahitan juga dapat ditentukan oleh dokter.

Baca juga:

Komplikasi

Selain rasa nyeri yang dirasakan oleh penderita sebagai efek dari tumbuhnya gigi bungsu di tempat yang kurang lega, gigi bungsu sendiri juga berpotensi mengalami pertumbuhan miring dan memengaruhi susunan gigi yang lain walau sudah tumbuh lebih dulu. Ketika tumbuhnya terlalu miring, maka ini bisa menjadi suatu hal yang berbahaya.

Gigi-gigi lainnya dan juga bahkan gusi bisa terancam dengan keberadaan gigi bungsu yang tumbuh miring sehingga akhirnya pencabutan menjadi solusi tepat. Pada dasarnya, tak semua orang mengalami kejadian gigi bungsu yang tumbuhnya menimbulkan rasa nyeri berlebihan. Kenyataannya juga, rasa sakit sebagai efek pertumbuhan gigi bungsu bukan hanya di saat tumbuh.

Ketika seseorang berada di usia sekitar 40 tahun, gigi bungsu juga bisa mengakibatkan rasa nyeri atau sakit. Itulah mengapa, menjadi penting bagi penderita rasa nyeri akibat gigi bungsu untuk melakukan foto rontgen lebih dulu, lebih tepatnya kita sebut sebagai proses foto rontgen panoramic gigi, terutama bila pertumbuhan gigi diduga miring.

Tujuan foto rontgen tersebut adalah untuk mendeteksi dan melihat seberapa miring gigi yang tumbuh. Barulah dokter spesialias bedah mulut bisa menentukan solusi apa yang paling tepat untuk meredakan gejala atau mengatasi bagian gigi bungsu tersebut. Operasi odontektomi atau pengangkatan/pencabutan gigi adalah pengobatan paling tepat pada umumnya seperti yang telah disebutkan.

Berikut ini adalah sejumlah efek samping, bahaya atau juga bisa kita sebut sebagai komplikasi yang berkemungkinan dialami penderita pasca operasi atau pencabutan gigi:

  • Sensasi geli di bagian bibir, lidah hingga seluruh wajah.
  • Mati rasa di area wajah bagian bawah.
  • Rasa nyeri.
  • Kekakuan yang terjadi di bagian rahang.
  • Memar di bagian kulit di sekeliling rahang.
  • Pipi dan wajah mengalami pembengkakan.

Sementara itu, proses pencabutan gigi bungsu sebetulnya juga berisio cukup tinggi karena pasien bisa saja mengalami hal-hal seperti di bawah ini walau memang kasus-kasus ini cukup terbilang jarang:

  • Cedera saraf
  • Infeksi
  • Perdarahan
  • Gangguan atau masalah pembekuan darah terutama di dalam soket gigi.

Gangguan Gigi Bungsu yang Patut Diwaspadai

Gigi geraham bungsu dapat bermasalah juga dan berikut adalah sejumlah gangguan yang kemungkinan dialami. Waspadai beberapa gangguan ini dan simak juga cara mengatasinya.

  • Gigi Bungsu Patah

Walau eksistensinya ada di paling belakang, gigi geraham bungsu tidak lantas bisa bebas dari gangguan seperti gigi patah. Patahnya gigi pada umumnya terjadi di bagian gigi yang memang telah rusak atau keropos, namun dapat juga terjadi di bagian gigi geraham bungsu yang kemungkinan juga rapuh.

Apabila memang terjadi kepatahan gigi geraham bungsu, tak perlu cemas maupun panik karena bisa langsung ke dokter gigi. Jangan buang hasil patahan gigi bungsu Anda dan justru perlu disimpan di dalam susu. Ada kemungkinan bagi dokter untuk memutuskan menempelkannya kembali untuk membantu Anda; namun biasanya ini diputuskan dalam kondisi tertentu yang berdasarkan juga pada tingkat kerusakan gigi.

  • Gigi Bungsu Impaksi

Gigi bungsu juga bisa mengalami impaksi di mana impaksi ini sebetulnya dapat terjadi juga di gigi yang lain dan tak harus pada gigi geraham bungsu. Hanya saja, gigi geraham bungsu yang terlambat tumbuh dan biasanya menjadi yang terakhir ini malah menjadi faktor risiko impaksi yang meningkat sehingga lebih sering menyerang bagian gigi geraham bungsu.

Saat pertumbuhan gigi tak sempurna dikarenakan tumbuh yang terlambat ditambah dengan tak ada ruang yang cukup luas di mana gigi-gigi lainnya turut menjadi penghalang, impaksi pun terjadi. Terjadinya impaksi ini juga dapat disebabkan oleh ukurang rahang dan gigi yang kurang cocok.

Kalau dibiarkan, impaksi yang dialami di bagian gigi geraham bungsu ini bakal mampu menjadi faktor penyebab pembengkakan pada gusi yang ditambah dengan rasa nyeri. Karena hal tersebut, kuman akan menjadi lebih gampang menyerang atau masuk ke dalam dan akhirnya memicu terjadinya infeksi.

Bila impaksi menjadi masalah pada gigi bungsu Anda, jangan khawatir karena pada dasarnya impaksi mampu diatasi dengan jenis antibiotik tertentu. Hanya saja, bila obat antibiotik kurang menolong dan efektivitasnya rendah, otomatis pengangkatan gigi geraham bungsu menjadi satu-satunya jalan. Atau, dokter gigi Anda kemungkinan akan menyarankan untuk operasi di bagian gusi sebagai solusi terbaik.

  • Gigi Bungsu Bernanah

Masalah gigi bungsu yang bernanah juga cukup umum terjadi dan ketika terjadi pun akan sangat sakit. Ada banyak hal yang bisa memicu gigi geraham bungsu bernanah ini, seperti konsumsi makanan manis berlebihan yang diimbangi rendahnya tingkat perawatan gigi. Waspadai gigi bernanah karena komplikasinya juga cukup membahayakan.

Bahkan nanah yang keluar bisa menyebar ke bagian leher, rahang maupun kepala serta area-area lainnya. Lebih serius dan parahnya, infeksi darah alias sepsis mampu disebabkan oleh gigi bernanah. Maka sebagai cara mengatasinya, perawatan akar gigi sangat dibutuhkan dan menjadi yang utama, berikut juga pengeringan nanah.

Setelah itu, penderita juga masih perlu menggunakan antibiotik supaya infeksinya dapat tertangani dengan baik. Namun ketika antibiotik tak bekerja juga, pencabutan gigi adalah solusi paling baik yang tentunya harus melalui konsultasi dengan dokter gigi lebih dulu.

Baca juga:

Itulah sedikit informasi mengenai gigi bungsu, mulai dari kemungkinan penyebab, gejala, cara mengatasinya, hingga masalah-masalah yang berpotensi terjadi pada gigi geraham bungsu Anda. Untuk itulah, selalu konsultasikan dan periksakan kondisi gigi Anda secara rutin supaya tetap terjaga kesehatannya.