Saraf Terjepit

Ciri Ciri Syaraf Kejepit – Gejala – Pengobatan – Pencegahan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Apakah Anda sering mengalami nyeri di bagian pinggang, leher, bahu ataupun pada bagian tubuh lainnya? Apabila iya, sebaiknya Anda tidak menyepelekan masalah tersebut karena bisa jadi hal itu merupakan salah satu gejala penyakit saraf terjepit. Apabila tidak ditangani, hal ini dapat menyebabkan kerusakan permanen atau kelumpuhan. Lalu, apasih saraf terjepit itu?

Saraf terjepit merupakan kerusakan atau luka pada bagian saraf yang diakibatkan oleh tekanan berlebih pada saraf sehingga saraf tidak dapat melakukan pekerjaanya dengan baik. Dalam istilah medis, saraf kejepit ini disebut dengan Herniated Nucleus Pulposus (HNP) yang berarti adanya penonjolan inti dari diskus yang menjadi bantalan tulang belakang sehingga menekan saraf. Penonjolan tersebut menimbulkan rasa sakit, kesemutan dan kelemahan anggota gerak.

baca juga: jenis kelainan sarafbahaya memetaikan saraf gigi

Ciri-ciri Saraf Kejepit

Saraf terjepit dapat terjepit dapat terjadi di bagian tubuh mana saja, yang biasanya berawal dari leher hingga pinggang. Namun secara umum, gejala saraf kejepit adalah sebagai berikut.

  • Mati rasa
  • Nyeri
  • Kelemahan otot sepanjang alur saraf
  • Sensasi terbakar

Sementara, gejala saraf kejepit berdasarkan lokasi sakitnya dapat dilihat dalam deskripsi berikut.

baca juga: gangguan pencernaan pada lambungpengaruh alkohol terhadap sistem saraf manusia

Gejala saraf Kejepit di Pinggang

  • Sakit dibagian pinggang yang terasa menusuk
  • Sakit di salah satu sisi kaki, mulai dari bokong dan menjalar ke paha bagian luar hingga betis
  • Kesemutan atau kram di salah satu sisi kaki
  • Kurang tenaga pada kaki atau terdapat kelumpuhan pada kaki
  • Kaki terasa kaku atau panas

Gejala saraf Kejepit di Leher

  • Leher kaku
  • Nyeri leher, terutama di belakang dan samping, kemudian menjalar ke bahu, lengan dan tangan
  • Kepala terasa sulit untuk menoleh ke salah satu sisi
  • Lengan dan leher kesemutan
  • Ujung jari kaku atau genggaman tangan melemah
  • Sakit kepala sebelah kiri di satu sisi
  • Dada depan sesak

artikel terkait: terapi demensiakesehatan sistem saraf otak

Diagnonis

Dokter biasanya akan mulai bertanya kepada pasien mengenai gejala nyeri, kesemutan, kelemahan, mati rasa serta gejala umum lainnya yang mengacu pada sakit saraf kejepit. Tak menutup kemungkinan pula bahwa dokter juga akan menanyakan sejarah pekerjaan yang ditekuni maupun sejarah penyakit keluarga yang dapat memicu timbulnya penyakit saraf kejepit.

Untuk memastikan diagnosa dan beratnya penyakit saraf kejepit ini, diperlukan pemeriksaan pelengkap berupa pemeriksaan hantaran listrik serabut saraf yang disebut dengan elektromiograf (EMG). Selain itu pemeriksaan berupa pemeriksaan struktur tulang belakang juga dilakukan. Pemeriksaan tulang struktur ruas tulang belakang ini berupa rontgen tulang leher atau pinggang dan pemeriksaan MRI atau CT scan.

baca juga: obat tradisional glaukomapenyebab bipolar

Penyebab Saraf Kejepit

Penyakit saraf kejepit disebabkan oleh  adanya kerusakan atau luka pada bagian saraf karena tekanan yang berlebihan. Karena tekanan berlebihan tersebut, saraf tidak dapat melakukan tugas dengan baik. Meskipun demikian, penyebab saraf kejepit ini tergantung dengan lokasi sakit saraf kejepit tersebut.

Saraf Kejepit pada Pinggang

  • Saraf kejepit pada bagian ini disebabkan oleh herniated disk lumbar di mana bantalan (disk) lumbar 5 dan lumbar 4 (L4-L5) mengalami kerusakan.

Saraf Kejepit pada Leher

  • Saraf kejepit pada bagian ini disebabkan oleh herniated disk cervical di mana kondisi bantalan (disk) tulang tidak dalam kondis normal. Bantalan ini keluar dan menghimpit saraf cervical.

Selain itu, saraf kejepit juga dapat dikarenakan oleh bermacam-macam faktor resiko berikut ini, yaitu antara lain:

  • Penuaan
  • Mengangkat barang dengan posisi yang tidak benar atau salah
  • Melakukan aktifitas secara berulang-ulang seperti duduk terlalu lama saat berkendara
  • Adanya trauma benturan karena kecelakaan maupun jatuh
  • gejala obesitas atau kelebihan berat badan
  • Melakukan olahraga atau pekerjaan yang berlebihan
  • Menggendong
  • Bantalan tulang keluar dan menghimpit saraf
  • Faktor keturunan
  • Pembengkakan saat kehamilan

baca juga: penyebab obesitas pada anak

Bahaya Saraf Kejepit

Saraf kejepit apabila tidak segera diobati dapat menimbulkan bahaya-bahaya seperti berikut.

  1. Komplesitas jaringan saraf terganggu

Apabila salah satu jaringan saraf terganggu, maka hal tersebut dapat mempengaruhi jaringan saraf yang lain di dalam tubuh. Sebagai contoh, apabila terdapat saraf terjepit di tangan yang mengakibatkan mati rasa, nyeri dan kelemahan, maka jaringan saraf sekitarnya juga terganggu. Hal ini membuat otot-otot di tangan dan pergelangan dapat menyusut hngga mengakibatkan kelemahan akut.

2. Kerusakan jaringan saraf

Apabila gejala-gejala saraf kejepit dibiarkan dalam waktu lama, maka hal ini dapat menyebabkan kerusakan jaringan saraf sehingga dapat mengakibatkan hilangnya koordinasi fisik dan keseimbangan serta sensivitas pada jenis kontak fisik.

baca juga: penyebab radang selaput otak

Pengobatan Saraf Kejepit

Hal terpenting dalam pengobatan saraf kejepit adalah menghindari posisi yang menimbulkan sakit saraf kejepit, kemudian mengobati saraf kejepit yang terdiri dari obat, fisioterapi dan operasi.

Untuk obat saraf terjepit terdiri dari:

  • Obat nyeri seperti ibuprofen atau naproxen
  • Obat nyeri saraf seperti gabapentin, duloxetine dll yang dapat membantu mengurangi rasa sakit
  • Pelemas otot apabila terdapat kejang otot
  • Suntikan kortison untuk mengurangi peradangan

Sementara terapi untuk saraf tejepit dapat terdiri dari:

  • Terapi panas atau es
  • Traksi, dan
  • Terapi stmulasi listrik

Kemudian pengobatan saraf terjepit selanjutnya adalah operasi maupun bedah. Operasi biasanya disarankan oleh dokter apabila pengobatan seperti di atas gagal setelah enam minggu, terutama apabila pasien mengalami mati rasa atau kelemahan, kesulitan berdiri atau berjalan serta kehilangan kontrol kandung kemih maupun BAB.

Dalam menyarankan operasi, dokter juga perlu menggunakan pertanda tertentu yang diperoleh dari pemeriksaan pasien dan penilaian dari hasil pemeriksaan pelengkap. Operasi saraf kejepit dapat dilakukan melaui prosedur operasi konvensional atau bedah mikro dengan bantuan alat mikroskop atau endoskop. Pilihan prosedur operasi ini tergantung dari adanya kesediaan alat maupun temuan dari pemeriksaan pasien dan gambar MRI.

baca juga: tanda-tanda gegar oak yang berbahaya

Pencegahan Saraf Kejepit

Penyakit saraf kejepit dapat dicegah dengan menggunakan cara-cara sebagai berikut.

  • Mengontrol berat badan agar tekanan tulangbelakang tidak berat
  • Duduk dengan sikap tubuh yang baik dan benar
  • Olahraga untuk menjaga kelenturan serta kekuatan otot
  • Menghindari aktivitas yang dilakukan secara berulang-ulang

baca juga: makanan dan minuman yang berbahaya untuk otak

Demikian merupakan informasi yang dapat kami sampaikan mengenai gejala saraf kejepit. Setelah Anda mengetahui mengenai hal ini, silahkan Anda waspada ketika mendapati gejala-gejala tersebut terjadi dalam diri Anda. Silahkan konsultasikan ke dokter untuk mengetahui kemungkinan yang terjadi. Yang paling penting, tetap jaga kesehatan Anda agar terhindar dari berbagai macam penyakit. Terimakasih telah membaca artikel ini dan semoga bermanfaat.