Rabies

4 Cara Penularan Rabies Paling Berbahaya

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Cara penularan rabies merupakan tahap tahap virus rabies ketika masuk, menginfeksi lalu menyebar kejaringan tubuh dengan cara yang berbeda beda. Penularan rabies disebabkan oleh infeksi virus rabies yang masuk dalam golongan Rhabdovividae dan genus lysavirus yang memiliki hanya satu utas negatif RNA yang tidak mempunyai segmen.

(Baca juga : Bahaya Gigitan Anjing Rabies)

Jenis hewan
Jenis hewan yang berpotensi menyebarkan virus rabies pada manusia adalah Anjing, Kucing, Rubah, Srigala, Rakun, Kelelawar, Jenis kera, Sigung. Kelinci, Hamster dan jenis hewan pengerat lain jarang berpotensi terinfeksi oleh virus rabies walaupun sebenarnya tetap bisa terinfeksi jika hewan tersebut ternyata berinteraksi langsung dengan hewan lain yang didalam air liurnya telah terkontiminasi virus rabies dan mengenai tubuhnya yang mengalami luka.

Pemicu munculnya virus rabies pada hewan
Tidak semua hewan terinfeksi oleh virus rabies penyebab muncunya penyakit rabies pada manusia, sepanjang hewan hewan tersebut terawat degan baik, Makan makanan yang layak dan hidup pada lokasi yang tidak berpotensi mengandung partikel beracun, Kuman, Bakteri atau virus.

Cara penularan rabies pada hewan bisa dipicu oleh beberapa hal Seperti hewan selalu berinteraksi dengan tempat pembuangan sampah, tempat pembuangan limbah industri, Selokan, Kubangan hewan lain, berinteraksi dengan bangkai hewan lain, Kandang yang tidak higienis, Lumpur yang terkontiminasi kotoran hewan lain dan sebagainya.

Cara penularan rabies

1. Melalui udara
udara yang mengandung partikel virus rabies dapat terhirup oleh manusia lalu masuk melalui selaput lendir dalam rongga mulut atau hidung dan menginfeksi sistem pernafasan. Udara merupakan media paling mudah sebagai cara penularan rabies terhadap manusia. Contohnya gua tempat kelelawar atau menyentuh dan berinteraksi dengan bangkai hewan yang mati dalam kondisi terinfeksi virus rabies.

2. Melalui gigitan
Melalui gigitannya hewan apapun yang telah terinfeksi rabies dapat cepat memindahkan virus rabiesnya untuk segera masuk dalam jaringan kulit yang telah luka dan terkoyak melalui air liurnya. Cara penularan rabies melalui gigitan dapat menyebabkan gangguan saraf dan kerusakan sumsum tukang belakang dan menuju jaringan otak.

3. Terkena cairan liur
Cara penularan rabies bukan hanya melalui udara ataupun gigitan hewan saja melainkan bisa terjadi ketika seseorang memiliki luka terbuka yang tidak dibalut perban terkena air liur hewan yang telah terinfeksi virus rabies kendati hewan tersebut tidak melakukan agresi penyerangan berupa cakaran ataupun gigitan. Cairan liur dapat masuk meresap kebagian luka dan langsung menginfeksi jaringan luka tersebut untuk kemudian mempengaruhi otot otot gerak.

4. Dari manusia ke manusia
Virus rabies tidak serta merta hanya ditularkan melalui udara, Hewan ataupun terkena air liur hewan secara tidak sengaja melainkan dapat pula melalui cara penularan rabies antara satu manusia ke manusia lain. Manusia yang telah terjangkit rabies dapat menularkan virusnya melalui air liurnya. Maka hindarilah memakai barang barang secara bergantian dengan penderita rabies atau menyantap makanan dalam satu sendok yang sama.

Gejala Stadium

Cara penularan rabies dari hewan ke manusia sangat cepat melalui gigitan hewan dengan masa inkubasi 10 sampai 15 hari dimana gejalanya akan muncul dalam waktu 30 sampai 50 hari.

Gejala munculnya penyakit rabies terbagi atas empat stadium, Diantaranya:

1. Gejala stadium prodromal
• Demam tinggi
• Sakit kepala yang berulang
• Tulang dan persendian terasa nyeri
• Gangguan pernafasan
• Mual dan ingin muntah
• Nyeri tenggorokan dan sulit menelan
• Tubuh kelelahan

Gejala stadium prodromal muncul setelah seseorang terinfeksi virus rabies antara 1 sampai 4 hari, Dimana pada sebagian orang jusyru langsung mengalami demam, Nyeri tulang dan sakit kepala sesaat setelah tergigit hewan dimana air liurnya telah terinfeksi virus rabies.

2. Gejalan stadium sensoris
• Luka gigitan terasa panas seperti terbakar
• Lokasi gigitan mengalami pembengkakan , Nyeri dan kesemutan
• Penderita mengalami gangguan psikologi diataranya Mudah cemas, Panik, Kebingungan, Depresi

3. Gejala stadium eksitasi
• Ketakutan terhadap air atau hidrofobia
• Kontraksi otot otot faring
• Gangguan ringan pada otot pernafasan
• Paresis atau kelemahan pada anggota gerak

Gejala stadium eksitasi dapat berlangsung hingga sipenderita meninggal.Pada level gejala eksitasi penderita akan mengalami fobia padahal hal yang tidak rasional dimana fobia yang paling sering terjadi adalah ketakutan pada air.

4. Gejala stadium paralisis
• Gangguan sumsum tulang belakang
• Kehilangan kesadaran
• Kelumpuhan otot otot pernafasan
• Kejang kejang
• Kematian

Gejala stadium paralisis merupakan level tertinggi dari penyebaran rabies yang sudah meluas dan melebar kejaringan saraf menuju sistem pernafasan, Jaringan otak dan sumsum tulang belakang. Gejala paralis seringkali menyebabkan kematian. Gejala paralisis lebih banyak disebabkan oleh gigitan anjing gila atau anjing yang terinfeksi virus rabies.

Namun sayangnya bahaya gigitan anjing rabies tidak banyak orang tahu sehingga tidak heran jika banyak kasus manusia yang meninggal akibat serangan anjing yang telah terinfeksi virus rabies masih sangat tinggi hingga saat ini. Perlu diketahui bahwa masa gejala dari infeksi virus rabies pada tahap gejala stadium paralisis adalah 1 sampai 2 bulan setelah seseorang terkena gigitan hewan.

Pengobatan
• Sesaat setelah bagian tubuh telah tergigit hewan mamalia, Untuk antisipasi terhindar dari serangan virus rabies kedalam jaringan luka terbuka sebaiknya segeralah mencuci luka dengan air yang mengalir.

• Cara penularan rabies dapat ditekan dan dihambat agar tidak cepat meluas dengan cara sederhana yaitu membersihkan luka gigitan hewan dengan alkohol, Cairan infus, Betadine atau jenis cairan lain yang diformulasikan khusus untuk mengatasi inflamasi. Luka tidak boleh dibalut dengan plester luka atau kain, Biarkan saja terbuka untuk pencegahan virus meresap masuk lebih dalam lagi kejaringan luka.

• Melakukan penyemprotan cairan anti rabies dan penyuntikan pada lengan dengan menggunakan immunoglobulin rabies atau semacam serum anti rabies dan Penggunaan vaksinasi anti rabies . Cara ini harus disesuaikan dengan anjuran dokter yang terkait. Cairan anti rabies terbukti mampu memblokir cara penularan rabies agar tidak semakin melebar pada jaringan selaput lendir misalnya mata, Rongga mulut dan lain lain.

• Memberikan upaya pencegahan terjadinya tetanus pada virus lain yang mungkin menunggangi virus rabies dan pemberian antibiotik tertentu untuk mencegah terjadinya infeksi sekunder akibat kuman dan bakteri, Karena kedua mikroorganisme ini dapat meningkatkan resiko penyebaran virus rabies menjadi lebih aktif.