Lupus

Cara Penularan Penyakit Lupus – Tipe dan Gejala

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Mungkin Anda sudah sering mendengar penyakit lupus di mana ini adalah sebuah penyakit inflamasi pada tingkat kronis yang penyebabnya adalah sistem daya tahan tubuh yang keliru. Kekeliruan terjadi dan akhirnya sistem imun malah menyerang jaringan serta organ tubuh sendiri. Ada beberapa area tubuh yang terserang inflamasi akibat lupus dan itu adalah sendi, kulit, jantung, sel darah serta paru-paru.

Benarkah penyakit lupus dapat begitu mengerikan? Di dunia, penderita penyakit ini diperkirakan ada sampai 5 juta jiwa di mana kebanyakan penderitanya adalah wanita dengan usia antara 15-50 tahun. Bisa dikatakan bahwa usia tersebut masih tergolong usia produktif, hanya saja tetap ada kemungkinan penyakit lupus juga diderita para pria serta anak-anak.

(Baca juga: ciri-ciri lupus)

Ada beberapa tipe penyakit lupus yang perlu diketahui, yaitu:

  • Lupus sebagai Akibat dari Pemakaian Obat

Obat-obatan kimia selalu ada efek sampingnya di mana efek samping yang dialami para penggunanya kemungkinan besar pasti berbeda-beda. Ada 100 jenis obat lebih yang mampu memberikan efek samping yang hampir seperti gejala lupus pada sebagian penggunanya.

Ketika obat tidak lagi dikonsumsi, maka otomatis efek samping gejala mirip lupus pun akan berhenti dan hilang. Justru dengan melanjutkan pemakaian, gejala berpotensi untuk berkembang. Apabila gejala mirip penyakit lupus ini diakibatkan oleh obat, sekalinya Anda berhenti mengonsumsi obat tersebut maka akan sembuh.

Tak perlu lagi harus mendapatkan pengobatan khusus seperti yang mungkin sudah Anda khawatirkan. Hanya saja, jangan lupa untuk tetap melakukan konsultasi dengan dokter sebelum konsumsi obat tadi Anda hentikan. Obat yang Anda konsumsi pada dasarnya bertujuan untuk menyembuhkan penyakit tertentu yang Anda derita, maka tentunya tak bisa juga sembarangan berhenti menggunakannya.

  • Lupus Eritematosus Diskoid

Ada pula jenis penyakit lupus yang berfokus menyerang area kulit dan inilah yang dinamakan dengan lupus eritematosus diskoid. Diketahui hanya terjadi pada kulit, rupanya jenis lupus ini tak hanya menyerang kulit saja. Bagian atau jaringan tubuh lain pun ada pula yang ikut terkena dampaknya.

Pada jenis lupus satu ini, pengendaliannya hanyalah dengan cara menghindari paparan dari cahaya matahari secara langsung. Tak hanya itu, paparan obat-obatan juga hendaknya dihindari karena gejala yang kiranya bisa saja terjadi adalah kerontokan rambut yang parah di mana efeknya adalah pitak permanen juga. Gejala lupus jenis ini juga menyebabkan ruam bulat nan merah seperti sisik pada kulit yang kadang bisa menjadi tebal serta menjadi bekas luka.

  • Lupus Eritematosus Sistemik

Jenis lupus inilah yang paling umum diderita dan jenis inilah yang mampu meneyrang organ serta jaringan tubuh mana saja. Bahkan akibat dari serangan tersebut berpotensi berada pada tingkat ringan hingga serius atau parah. Gejala penyakit lupus ini pun kerap muncul secara mendadak.

Perkembangan gejala terjadi secara perlahan tapi pasti dan mampu bertahan lama yang sifatnya sementara sebelum akhirnya kambuh lagi. Kebanyakan penderitanya bakal mengalami beberapa tanda awal yang cukup ringan, namun terbilang sangat lama. Tapi ada juga yang tak mengalami gejala sama sekali sebelum akhirnya serangan parah menjangkiti.

Cepat lelah dan rasa letih yang berkepanjangan ditambah rasa nyeri adalah gejala ringan dari penyakit lupus ini. Kelihatan sepele namun akan sangat mengganggu aktivitas Anda sehari-hari. Itulah mengapa kebanyakan penderita jenis lupus ini berkemungkinan merasa stres, tertekan, gelisah, cemas dan depresi walaupun gejalanya termasuk pada tahap ringan.

(Baca juga: penyebab tenggorokan gatal)

Gejala Lupus secara Umum

Sepintas kita telah melihat beberapa gejala dari setiap jenis penyakit lupus. Namun, penting juga untuk mengetahui gejalanya secara umum apa saja agar bisa menjadi lebih jelas dan mampu menanganinya sebelum berlanjut parah. Tanda-tanda dari penyakit lupus secara umum antara lain adalah:

  • Ruam atau bercak kemerahan yang ada di sekitar wajah.
  • Sendi terasa nyeri karena mengalami peradangan.
  • Menurunnya selera makan secara mendadak.
  • Diliputi rasa cemas maupun kegelisahan.
  • Warna urin tak wajar dan kerap ada endapan pada urin.
  • Sering mengalami kejang.
  • Pingsan mendadak.
  • Warna kuku kebiruan atau terlihat pucat.
  • Tenggorokan terasa sakit yang menjadi akibat dari adanya ulserasi di bagian rongga mulut.

(Baca juga: cara mengobati penyakit lupus – kelainan autoimun)

Penularan Penyakit Lupus

Setelah mengetahui sedikit tentang jenis penyakit lupus serta gejala dari masing-masing jenisnya, pertanyaan yang mungkin muncul di benak Anda dan menjadi kegelisahan adalah apakah penyakit lupus itu menular? Kalau memang merupakan penyakit yang serius dan menular, bagaimanakah penularan penyakit lupus?

Penyakit autoimun ini berkaitan erat dengan sistem kekebalan tubuh manusia di mana sistem imun tak bekerja seperti seharusnya dan malah meneyrang tubuh sendiri. Penyebab lupus sendiri belumlah secara pasti diketahui, tapi yang jelas jaringan dan organ yang sehat akan terserang oleh sistem imun tubuh yang dikhawatirkan bisa menular.

Penyakit lupus ditemukan pertama kali di tahun 1950 di mana penderitanya 90 persen meninggal dunia yang sebabnya sendiri belumlah jelas. Hal itu dikarenakan belum ada cara pasti yang bisa digunakan untuk mendiagnosa penyakit ini sehingga perkembangannya tak mampu terdeteksi. Karena belum ada cara untuk mendiagnosa, otomatis obat untuk menyembuhkannya pun juga belum ditemukan.

Sesudah beberapa puluh tahun kemudian, kondisi sudah jauh lebih baik dan bahkan keadaan bisa berbalik di mana 90 persen penderitanya justru dinyatakan berhasil diselamatkan dan mampu bertahan hidup. Banyak orang yang mengira bahwa penyakit lupus adalah penyakit mengerikan yang mampu merenggut nyawa penderitanya dengan mudah karena saking gampangnya penularan.

Perlu diperhatikan dan diingat bahwa penyakit lupus tidaklah seperti penyakit menular layaknya virus Ebola maupun HIV AIDS. Kedua penyakit tersebut adalah penyakit yang diketahui mematikan karena begitu sulit untuk mengobatinya. Sementara itu, penyakit lupus bukanlah penyakit seperti itu, ini karena penyakit lupus lebih terjadi dikarenakan faktor penggunaan obat, faktor keturunan, faktor kelainan gen, faktor lingkungan dan gaya hidup.

Bahkan infeksi virus serta kelainan sistem imunitas juga menjadi hal utama yang menyebabkan penyakit lupus ini. Ada 80 persen penderita lupus yang penyebabnya adalah infeksi virus sitomegalovirus serta rubella. Ketika virus yang menjadi asal-muasal dari suatu gangguan kesehatan, Anda bisa mencari cara meningkatkan daya tahan tubuh untuk kembali sehat.

Dengan kata lain, penyakit lupus tidak menyebabkan penularan, jadi tak akan masalah bagi Anda untuk berada di dekat penderita penyakit lupus. Baik itu tinggal satu rumah atau bersentuhan, penyakit lupus tak akan menular sehingga hal ini tak menjadi masalah besar yang seharusnya menjadi kekhawatiran Anda.

Kalau tak ada efek apapun bila bersentuhan atau tinggal serumah dengan penderita lupus, bagaimana jika berhubungan intim dengan penderita lupus? Belum ada laporan yang menunjukkan bahwa penyakit lupus dapat menular lewat hubungan intim alias melalui kelamin. Karena kebanyakan kasus penyakit lupus adalah dikarenakan faktor genetika dan autoimun, maka penularan tidak akan terjadi.

Hubungan intim dengan penderita lupus tidaklah menjadi masalah karena penyakit lupus tak akan mudah menular seperti AIDS atau jenis penyakit menular seksual lainnya. Sekalipun penyakit lupus ini bukanlah penyakit menular, ada baiknya untuk tetap menjaga jarak yang baik dengan penderitanya. Selalu waspada dan jangan sekali-kali meremehkan penyakit ini.

(Baca juga: penyebab lupus dan pengobatannya – jenis-jenis penyakit autoimun)

Karena pengobatan secara medis khusus bagi penderita lupus masih tergolong jarang, maka memang cukup banyak orang yang akhirnya tak tertolong. Asalkan penanganan penyakit lupus ini benar, tak perlu khawatir akan kondisi yang berpotensi menjadi lebih buruk. Penanganan langsung dan cepat juga bakal menyelamatkan penderita secara lebih sempurna.

Yang perlu diwaspadai di sini adalah lebih kepada kondisi komplikasinya dan bukan tentang penularannya. Kabar baik untuk kita semua bahwa sebenarnya penyakit lupus tidaklah menular dan tidak termasuk di dalam kategori penyakit menular. Karena perkembangan pengobatan lupus juga lebih baik, penderitanya akan selalu dapat ditangani dengan baik pula.