Diabetes

4 Perbedaan Diabetes Mellitus dan Diabetes Insipidus Penting Diketahui

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Penyakit diabetes sering didengar dan termasuk penyakit yang dikhawatirkan oleh masyarakat. Penyakit ini sering menyebabkan kematian dan diabetes identik dengan penyakit kelebihan gula dalam darah atau sering disebut sebagai kencing manis. Padahal ternyata dalam dunia kedokteran, diabetes terbagi menjadi dua, diabetes mellitus dan diabetes insipidus. Kedua hal yang sama namanya, namun berbeda pengertian, dan gejala penyakitnya. Kedua diabetes adalah gangguan kesehatan yang berhubungan dengan urin.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang diabetes mellitus dan diabetes insipidus, sebaiknya kita siman perbedaan diabetes mellitus dan diabetes insipidus di bawah ini.

1. Pengertian

  • Diabetes mellitus

Diabetes jenis ini biasa disebut sebagai gejala kencing manis.  Ini merupakan jenis penyakit diabetes yang paling dikenal dalam masyarakat.  Penyakit ini disebabkan berlebihnya kadar glukosa dalam darah akibat berkurangnya produksi hormon insulin.  Fungsi hormon insulin seharusnya bertugas mengubah glukosa menjadi glikogen dalam darah.  Karena hormon insulin berkurang, maka glukosa dalam darah tidak bisa diubah menjadi glikogen dan menjadi bertumpuk.  Inilah yang menyebabkan tingginya glukosa dalam darah.

  • Diabetes insipidus

Diabetes jenis ini dikenal dengan penyakit sering kencing. Jika pada diabetes mellitus tubuh kekurangan hormon insulin, maka pada diabetes insipidus tubuh kekurangan hormon ADH atau antidiuretic hormone. Hormon isi seharusnya berfungsi merangsang ginjal agar menyerap air lebih banyak. Namun karena hormon ADH berkurang, air tidak terserap dan lebh banyak dikeluarkan sebagai urin. Hal ini yang menyebabkan seorang penderita diabetes insipidus sering buang air kecil atau beser.

2. Gejala

Ada beberapa gejala diabetes mellitus yang mirip dengan diabetes insipidus sehingga masyarakat awam terkadang menyamakan keduanya, namun jika diperhatikan ada beberapa gejala khas. Perhatikan gejala keduanya yang akan diuraikan di sini.

Gejala Diabetes Mellitus

  • mengeluarkan urin dalam jumlah lebih banyak
  • sering mengalami kehausan
  • bisa menimbulkan dehidrasi
  • sering merasa lapar, karena glukosa tidak diubah menjadi glikogen
  • berat badan yang menurun drastis
  • sering buang air kecil
  • sering merasa tangan kesemutan terus, begitu pula telapak kaki
  • merasa cepat lelah
  • penglihatan menjadi rabun tapi bukan rabun gangguan kesehatan mata
  • jika mengalami luka diabetes lama sembuh atau bahkan menjadi besar atau infeksi
  • mudah terkena infeksi

Gejala Diabetes Insipidus

  • tidak bisa menahan diri untuk buang air kecil sehingga bisa mengompol
  • demam bahkan bisa sangat tinggi menjadi hipetermia
  • mudah emosi, marah dan menangis
  • berat badan menurun drastis
  • kehilangan selera makan
  • cepat merasa lelah atau malaise
  • pertumbuhan lebih lambat

Jika dilihat perbedaan khas dari gejala kedua diabetes adalah :

  • Selera Makan – Selera makan penderita diabetes mellitus sangat tinggi, bahkan cenderung sering lapar.  Sementara penderita diabetes insipidus kehilangan selera makan.
  • Penglihatan – Pada penderita diabetes mellitus menyebabkan gangguan kesehatan mata sedangkan diabetes indsipidus tidak.
  • Luka – Gejala diabetes mellitus adalah luka yang sulit sembuh dan menjadi infeksi.  Bahkan terkadang penderita ini tidak merasakan adanya luka di tubuhnya sebelum terjadi infeksi.  Penderita diabetes insipidus tidak mengalaminya.

3. Diagnosis

Yang terpenting dari sebuah gangguan kesehatan adalah diagnosa dokter.  Karena diagnosa dokter, maka akan dipastikan jenis penyakit dan penyebabnya.  Dari sana kemudian akan diberikan pengobatan sampai tindakan medis tertentu. Karena pada dasarnya diabetes mellitus dan diabetes insipidus berbeda, maka cara menentukan diagnosisnya juga berbeda.

Diagnosa Diabetes Mellitus

  • Tes Glukosa – Tes glukosa ini dilakukan untuk mengetahui kadar gula atau glukosa dalam darah. Dilakukan dengan berpuasa terlebih dahulu dan random atau tidak berkala atau kapan saja waktu yang dipilih dokter.
  • Tes A1C – Tes ini dilakukan umumnya 6 bulan sekali untuk mengetahui kadar hemoglobin darah. Kadar hemoglobin darah yang rendah menjadi penyebab tubuh sering merasa lelah.
  • Pemeriksaan Kulit – Untuk mengetahui reaksinya atau sensitivitasnya
  • Pemeriksaan Mati Rasa – Pada umumnya penderita diabetes mellitus tidak merasakan sakit jika terluka. Maka untuk memastikan diperlukan pemeriksaan mati rasa.
  • Pemeriksaan Tekanan Darah – Untuk memastikan terjadinya gangguan kesehatan lain yang bisa mengikuti penyakit diabetes mellitus atau komplikasi.
  • Pemeriksaan Kolesterol dan Trigliserida – Pemeriksaan ini juga untuk mengetahui komplikasi yang terjadi.
  • Pengecekan Ginjal – Pengecekan fungsi ginjal karena memang penyakit diabetes mellitus erat kaitannya dengan ginjal dan urin yang dihasilkan.

Diagnosa Diabetes Insipidus

  • Tes Deprivasi Air – Untuk memastikan terjadinya penyerapan air yang berkurang sehingga air seni bertambah banyak.
  • Tes Darah dan Tes Urin – Untuk mengetahui kandungan darah dan kandungan urin.
  • Tes Hormon Antideuretik – Untuk memastikan kurangnya hormon ADH ini. Sehingga jika memang berkurang berarti penderita ungsi untukpositif diabetes insipidus.
  • MRI – MRI adalah tes yang dilakukan pada syaraf otak dan bagian-bagiannya.  Ini berfungsi untuk mengetahui penyebab berkurangnya hormon ADH.

4. Pengobatan

Perbedaan selanjutnya adalah pada pengobatan kedua jenis diabetes. Otomatis karena kedua tipe diabetes ini berbeda maka pengobatannya juga berbeda.

Pengobatan Diabetes Mellitus

  • Menjaga Konsumsi Gula – Penderita diabetes mellitus disarankan untuk menjaga konumsi gula agar tidak berlebihan karena akan meningkatkan kadarnya dalam darah.  Ini misalnya dengan mengurangi konsumsi karbohidrat.
  • Melakukan Olahraga – Dengan melakukan olahraga teratur, maka karbohidrat tidak mengendap dalam bentuk glukosa dalam darah. Karbohidrat akan langsung menghasilkan energi yang dikeluarkan tubuh.
  • Tidak Merokok – Rokok dapat merusak fungsi ginjal dan jantung. Dengan merokok bisa memperparah penyakit diabetes mellitus.
  • Menjaga Berat Badan – Menjaga berat badan agar terus dalam dalam kondisi normal. Meskipun penderita akan sering merasa lapar maka konsumsinya harus dibatasi agar tidak obesitas. Obesitas memperbesar resiko diabetes mellitus.  Menjaga berat badan dapat dilakukan dengan lebih banyak mengkonsumsi buah dan sayur.
  • Sering Memeriksakan Kadar Gula Darah – Ini dilakukan agar penderita mewaspadai seberapa parah kondisi tubuhnya.
  • Memeriksakan Mata dan Gigi – Memeriksakan mata dan gigi secara berkala sangat disarankan karena diabetes mellitus dapat menyebabkan gangguan kesehatan mata dan gigi.
  • Suntik Insulin – Suntik Insulin diberikan kepada penderita yang menderita diabetes parah.  Dengan suntuk insulin berarti menambahkan hormon insulin secara sinteteis agar melakukan fungsinya dalam tubuh.

Cara mengobati diabetes mellitus juga banyak dilakukan secara alami, seperti cara mengobati diabetes dengan kayu manis, cara mengobati diabetes dengan daun sirsak, cara mengobati diabetes dengan daun kelor, dan sebagainya.

Pengobatan Diabetes Insipidus

Jika pengobatan diabetes mellitus lebih ditujukan kepada mengubah gaya atau pola hidup menjadi lebih baik, maka pengobatan diabetes insipidus ditujukan untuk meredakan gejalanya. Diabetes insipidus tidak terlalu dipengaruhi oleh pola makan dan gaya hidup; perawatan yang dibutuhkan antara lain:

  • Banyak Minum – Banyak minum dianjurkan kepada penderita dibetes insipidus untuk mencegah dehidrasi.
  • Memberi Obat Desmopresin – Obat ini dalam tubuh berfungsi seperti hormon ADH sehingga ginjal akan menyerap air lebih banyak.
  • Obat Thiazide Deuretik – Obat ini digunakan agar urin menjadi lebih pekat sehingga tidak dikeluarkan secara berlebihan oleh ginjal.
  • Obat Anti Inflamasi Non Streoid – Obat ini digunakan untuk menurunkan volume urin yang artinya memperbaiki fungsi ginjal.

Demikian perbedaan diabetes mellitus dan diabetes insipidus yang bisa diuraikan. Dengan demikian kita menjadi lebih memahaminya dan semoga bermanfaat bagi kita sekalian.