Obat C

Calcium Carbonate – Obat Apa – Cara Penggunaannya – Fungsi – Komposisi

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Ada banyak merek obat yang dijual di pasaran secara bebas tanpa resep dokter. Tidak terkecuali kalsium karbonat. Karena banyak orang yang telah memahami manfaat meminum kalsium karbonat bagi kesehatan sehari-hari. Terutama untuk kesehatan tulang dan gigi. Walaupun demikian, ada baiknya memahami secara detail tentang obat tersebut. Karena banyak orang hanya memandang manfaatnya saja namun tidak mempertimbangkan efek sampingnya bagi tubuh. Berikut ini penjelasan secara detail mengenai kalsium karbonat meliputi obat apa, cara penggunaannya, fungsi, komposisi serta efek samping pada tubuh.

Obat Apa

Sebagian besar masyarakat awam sedikit banyak mengetahui tentang kalsium. Bagaimana dengan kalsium karbonat? Kalsium kabonat merupakan senyawa kimia yang umumnya merupakan bahan aktif pada bebatuan atau cangkang hewan. Pada dunia medis, obat ini digunakan sebagai cara mengatasi kekurangan kalsium maupun sebagai obat antasida.

Fungsi Atau Kegunaan

Beberapa manfaat obat kalsium karbonat adalah sebagai berikut:

  1. Obat ini dapat berguna untuk mengatasi penyakit lambung seperti maag, kelebihan asam lambung, gejala heartburn, dan sejumlah penyakit lambung lainnya yang berkaitan dengan fungsi peningkatan jumlah asam lambung pada tubuh.
  2. Selain itu dapat berguna untuk mengatasi penyakit-penyakit perut lainnya atau gangguan pencernaan seperti mulas, sakit perut pada malam hari, diare ringan atau gangguan pada usus.
  3. Pada beberapa kasus dapat digunakan untuk mencegah berkurangnya kadar kalsium dalam darah sehingga pembuluh darah dapat bekerja secara efektif.
  4. Kalsium karbonat juga membantu sebagai obat tulang keropos dan membentuk gigi agar tetap sehat dan tidak mudah patah atau retak.
  5. Berfungsi sebagai suplemen tambahan bagi orang yang memiliki kadar kalsium rendah akibat kekurangan nutrisi makanan sehari-hari.
  6. Mencegah terjadinya resiko osteoporosis pada orang lanjut usia yang apabila semakin parah nantinya akan dapat mengarah pada keretakan tulang.
  7. Kalsium karbonat juga dapat mengontrol tekanan darah sehingga termasuk berfungsi untuk dapat menstabilkan tekanan darah supaya normal.
  8. Obat ini dapat juga digunakan untuk mengatasi gejala pra-menstruasi seperti nyeri pinggang ataupun kram perut akibat asupan kalsium yang kurang maksimal pada saat menstruasi.
  9. Membantu meningkatkan kadar kalsium untuk otot dan saraf supaya bekerja maksimal dan mencegah terjadinya kram pada kaki maupun tangan akibat kelelahan otot secara fisik.
  10. Sebagai salah satu terapi yang membantu terbentuknya pelarutan fosfat pada pasien yang sedang menjalani terapi hemodialisis.

Komposisi

Kalsium karbonat sebagai obat yang tergolong garam kalsium memiliki rumus molekul CaCO3 dengan berat molekul 100.086 gr/mol. Berbentuk seperti kristal, tidak berbau dan berwarna putih serta seringkali digunakan pada obat-obatan dalam bentuk sediaan termasuk tablet, kapsul, bubuk puyer maupun cairan. Di pasaran dikenal dengan berbagai nama dagang seperti Tums Extra, Tums Freshers, dsb. Untuk golongan antasida biasanya berupa sodium bikarbonat, aluminum hidroksida, magaldrate, magnesium oksida. Sedangkan dalam bentuk garam kalsium umumnya berupa kalsium klorida, kalsium sitrat, kalsium glukonat, kalsium asetat. Dalam bentuk tablet banyak tersedia dalam dosis 500 dan 600 mg.

Cara Penggunaannya

Untuk mengkonsumsi kalsium karbonat, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Di antaranya yaitu sebagai berikut:

  1. Sebaiknya minum obat berdasarkan dosis yang dianjurkan oleh dokter atau apoteker.
  2. Kalsium karbonat yang berbentuk obat kunyah sebaiknya kunyah obat terlebih dahulu dengan baik sebelum ditelan supaya lekas bereaksi.
  3. Untuk yang berbentuk cair sebaiknya kocok botol dengan baik sebelum digunakan supaya endapan obat tercampur merata dan obat bekerja lebih efektif.
  4. Jangan menggunakan obat melebihi batas maksimum dosis yang diberikan. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau apoteker jika ingin menambah dosis pengobatan.
  5. Jika tidak ada perubahan setelah mengkonsumsi obat, sebaiknya periksakan kembali ke dokter. Jangan meminum obat ini lebih dari 2 minggu kecuali atas rekomendasi dokter.
  6. Jangan memulai pengobatan dan mengakhiri pengobatan tanpa berkonsultasi dengan dokter ataupun apoteker untuk menghindari efek yang tidak diinginkan.
  7. Pahami jika kalsium dapat membuat tubuh mengalami kesulitan dalam menyerap obat-obatan tertentu. Karena itu selalu konsultasikan dengan dokter pengobatan lain yang sedang dijalani jika hendak mengkonsumsi kalsium karbonat.
  8. Sebaiknya anak-anak tidak mengkonsumsi obat ini selain atas anjuran maupun petunjuk dokter.
  9. Sebaiknya wanita hamil dan menyusui menghindari konsumsi kalsium karbonat karena khawatir terjadi efek samping pada bayi dan Janis. Sekalipun penelitian di dalam hal ini masih terbatas dan belum membuktikan apa-apa.

Cara Penyimpanan Obat Yang Baik dan Benar

Seperti jenis obat-obatan lainnya, obat ini juga memerlukan beberapa perhatian jika akan disimpan dalam jangka waktu tertentu. Berikut ini cara menyimpan obat yang sesuai supaya komposisi obat tidak berubah:

  1. Sebaiknya simpan obat pada suhu ruangan yang cukup, dalam arti tidak terlalu dingin namun juga tidak dalam suhu yang terlalu panas hingga bisa meleleh.
  2. Usahakan untuk tidak disimpan di tempat yang terkena pancaran sinar matahari secara langsung supaya komposisi obat tidak rusak atau berubah.
  3. Jangan menyimpan obat di kamar mandi yang lembab karena dapat mendatangkan jamur.
  4. Jangan membekukan obat di freezer karena dapat merusak komposisinya.
  5. Sebaiknya periksa kemasan dan ikuti petunjuk penyimpanan obat yang sesuai.
  6. Jauhkan dari jangkauan anak-anak sebisa mungkin, termasuk dari jangkauan hewan peliharaan supaya memperkecil kemungkinan fatal seperti misalnya tertelan.
  7. Jangan dibuang ke dalam toilet supaya tidak bereaksi merusak lingkungan sekitar.
  8. Sebaiknya perhatikan dengan teliti masa kadaluarsa obat dan segera buang jika telah kadaluarsa.

Dosis Calcium Carbonate

Cara penggunaan atau dosis obat kalsium karbonat secara umum tertera seperti berikut ini:

  • Dosis bagi penderita osteoporosis sebesar 2500-7500 mg/hari diberikan dengan cara diminum sebanyak 2 sampai 4 kali terbagi dalam sehari.
  • Dosis bagi penderita hipokalsemia sebesar 900-2500 mg/hari diberikan dengan cara diminum sebanyak 2 sampai 4 kali terbagi dalam sehari. Dosis ini nantinya bisa disesuaikan jika tingkat kalsium normal masih belum tercapai. Namun sebaiknya konsultasikan pada dokter untuk dosis lanjutan.
  • Dosis bagi penderita dispepsia sebesar 300-8000 mg/hari diberikan dengan cara diminum sebanyak 2 sampai 4 kali terbagi dalam sehari. Dosis dapat ditingkatkan maksimum hingga 5.500 ke 7.980 mg. Sebaiknya jangan melebihi dosis maksimum supaya tidak terjadi efek samping yang berbahaya.
  • Dosis bagi penderita tukak usus sebesar 1250-3750 mg/hari diberikan dengan cara diminum sebanyak 2 sampai 4 kali terbagi dalam sehari. Dosis ini dapat ditingkatkan namun dengan Batasan utama terjadinya gejala hipersekresi asam lambung.
  • Dosis bagi penderita tukak lambung sebesar 1250-3750 mg/hari diberikan dengan cara diminum sebanyak 2 sampai 4 kali terbagi dalam sehari.
  • Dosis bagi penderita esofagitis erosif sebesar 1250-3750 mg/hari diberikan dengan cara diminum sebanyak 2 sampai 4 kali terbagi dalam sehari. Dosis maksimum dapat diberikan sampai dengan 5.500 ke 7.980 mg dan tidak lebih dari 2 minggu pemakaian.

Dosis bagi penderita gastroesophageal reflux disease atau yang biasa dikenal dengan singkatan GERD sebesar 1250-3750 mg/hari diberikan dengan cara diminum sebanyak 2 sampai 4 kali terbagi dalam sehari. Dengan dosis maksimum sebesar 5.500 ke 7.980 mg sebaiknya gunakan hanya bila perlu dan sesuai dengan petunjuk dokter.

Pemberian obat ini pada anak-anak berusia kurang dari 18 tahun belum terbukti efektifitasnya. Oleh sebab itu sebaiknya jangan berikan obat ini untuk anak-anak kecuali dengan resep atau anjuran dari dokter.

Efek Samping

Seperti halnya obat-obatan yang ada di pasaran, kalsium karbonat juga memiliki beberapa efek samping. Sebagian besar efek samping tersebut tidak berbahaya. Namun sebaiknya tetap hubungi dokter jika beberapa efek samping berikut ini terjadi setelah mengkonsumsi obat:

  1. Umumnya efek samping yang dilaporkan berupa mual dan muntah akibat tidak tahan dengan reaksi obat.
  2. Bebeapa kasus sembelit dilaporkan oleh beberapa pengguna obat.
  3. Setelah minum obat ini dapat membuat nafsu makan menjadi menurun atau tidak berselera makan.
  4. Terjadi peningkatan jumlah urin yang tidak biasanya setelah meminum obat.
  5. Setelah konsumsi obat tidak buang air kecil sama sekali atau jumlahnya menurun drastic.
  6. Terjadi pembengkakan pada bagian tubuh tertentu
  7. Terjadi reaksi ciri-ciri alergi seperti ruam dan gatal-gatal di sekujur tubuh,
  8. Setelah mengkonsumsi obat tiba-tiba berat badan meningkat drastis.
  9. Terjadi peningkatan kadar kalsium dalam darah seketika.
  10. Terasa sakit atau nyeri dan mengalami kram perut.
  11. Merasa haus berlebihan setelah mengkonsumsi obat.
  12. Terjadi gejala penyakit atrofi otot atau kelemahan pada beberapa atau salah satu anggota badan.
  13. Merasa kebingungan atau pusing kepala berputar sesaat setelah minum obat.
  14. Merasa gelisah dan jantung berdebar kencang tidak seperti biasanya.

Interaksi

Sama halnya dengan obat-obatan lainnya, kalsium karbonat dapat bereaksi dengan obat yang lain. Karena itu selalu konsultasikan pada dokter jika akan mengkonsumsi obat ini bersamaan dengan terapi pengobatan yang lainnya. Hal ini juga berlaku dengna pengobatan herbal yang sedang terjadi. Karena interaksi obat dapat menyebabkan efektifitas dan daya kerja obat menurun atau bahkan tidak berguna.

Adapun berikut ini beberapa obat yang umumnya akan mengalami reaksi jika dikonsumsi Bersama dengan kalsium karbonat:

1. Segala jenis obat-obatan dengan komposisi Digoxin
2. Obat-obatan pengikat fosfat (misalnya kalsium asetat)
3. Semua suplemen yang mengandung fosfat (misalnya potassium phosphate)
4. Obat-obatan yang mengandung natrium polistiren sulfonat

Selain bereaksi dengan obat-obatan tertentu, sebaiknya jangan mengkonsumsi obat bersamaan dengan minum-minuman beralkohol. Karena alkohol dan kafein dapat berinteraksi dengan obat dan memberi pengaruh yang kurang baik. Selanjutnya interaksi juga dapat terjadi pada penyakit tertentu. Salah satunya yaitu penyakit ginjal atau penyakit gangguan kelenjar paratiroid, dimana terdapat pengobatan antibiotik yang akan bereaksi dengan obat. Karena itu sebaiknya konsultasikan pada dokter jika mengalami penyakit tersebut pada saat hendak meminum obat ini.

Terakhir, disarankan bagi wanita hamil maupun ibu menyusui untuk tidak mengkonsumsi kalsium karbonat selama hamil maupun menyusui. Walaupun belum ada penelitian lebih lanjut tentang efek samping obat pada ibu hamil dan menyusui, namun sebaiknya hindari pemakaian obat untuk mencegah efek pada bayi dan janin. Jika salah-salah maka dapat menyebabkan keguguran maupun cacat pada bayi atau janin. Demikian penjelasan singkat obat kalsium karbonat. Tentunya penjelasan ini akan menambah pengetahuan anda tentang obat-obatan. Dengan memahami dosis dan penggunaan yang tepat, maka efek samping obat dapat dihindari.