Kesehatan Telinga

Terapi Lilin Telinga Amankah? Ketahui Efek Positif dan Negatifnya

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Pernahkah mendengar tentang terapi lilin telinga? Atau Anda adalah salah satu yang pernah merasakannya sendiri? Terapi lilin memang sudah cukup populer dan banyak dari kita mungkin lebih mengenalnya sebagai pengobatan alternatif. Hanya saja, terapi lilin telinga amankah untuk kesehatan tanpa memberikan efek samping apapun bagi tubuh? Kita perlu mengetahuinya lebih jauh.

Apa Itu Terapi Lilin Telinga?

Terapi lilin merupakan sebuah jenis terapi yang asalnya dari Amerika dan suku Indianlah yang paling banyak melakukan terapi ini. Pada zaman dulu, kulit jagunglah yang dimanfaatkan dengan dilapisi sarang tawon agar mampu menciptakan sejenis cerobong yang bentuknya mirip seperti lilin.

Namun kemudian, bahan ‘lenen’-lah yang menggantikan kulit jagung ini di mana bahan tersebut biasa kita gunakan saat membuat kain. Sesudah itu, tetap sarang tawon perlu menjadi lapisan dari lenen tersebut. Sarang tawon yang digunakan tersebut diketahui mempunyai campuran sage dan kamomil; kamomil ini berkandungan zat dengan efek relaksasi sementara sage siap menjadi pembasmi jamur dan kuman.

Lilin yang sudah jadi bisa digunakan dengan cara menempelkannya pada telinga dengan posisi vertikal, lalu kita bakar ujung lilin tersebut. Prinsip dan tujuan utama dari terapi lilin telinga ini adalah sebagai alat mengeluarkan bakteri, jamur dan kotoran dengan telinga mendapatkan tekanan osmosis. Ada peningkatan tekanan pada rongga-rongga telinga saat asap dan panas dari lilin masuk.

Dari tekanan yang meningkat itulah kemudian segala jamur, bakteri dan kotoran dapat otomatis mendapat dorongan untuk keluar dari telinga. Bahkan selama proses dari terapi ini, pasien tak perlu khawatir akan adanya rasa sakit. Terapi yang berjalan selama sekitar 2 jam ini tak akan memberikan rasa sakit sama sekali.

Amankah Terapi Lilin Telinga?

Menurut banyak orang yang sudah pernah melakukan terapi lilin ini, mereka akan bisa merasa sangat rileks ketika prosesnya. Bahkan tak jarang juga ada yang tertidur karena saking tenang dan nyamannya mereka sewaktu terapi dilakukan. Dapat dikatakan bahwa terapi lilin telinga menjadi terapi aman bagi banyak orang, namun ada pula beberapa kasus akan terjadinya efek negatif setelah terapi pada beberapa pasien.

  • Efek Positif

Setiap terapi penyembuhan selalu memiliki sisi efek positif dan negatif dan kini yang kita perlu ketahui dari terapi lilin telinga adalah bahwa terapi ini memberikan pengalaman positif bagi pasien-pasiennya, yakni seperti pendengaran yang justru meningkat ketajamannya, kepala yang bertambah enteng, bahkan orang yang tak bisa bicara pun bisa kembali mampu berbicara.

Terapi lilin dikatakan positif karena juga aman bila diterapkan pada bayi sekalipun. Penerapan sejak dini ini dapat dilakukan pada bayi yang usianya masih 3 bulan karena dianggap sangat alami dan kinerjanya aman. Jenis terapi ini pun diyakini tak menyebabkan trauma untuk bayi dengan usia tersebut.

Manfaat lainnya dari terapi lilin telinga adalah peredaran oksigen di dalam tubuh bertambah lancar, bahkan juga mampu mencegah gejala vertigo serta menghindarkan pasien dari gangguan tidur semacam insomnia. Karena aromaterapinya yang khas dari lilin yang dibakar sangat menenangkan, maka efek rileks bagi tubuh dan pikiran pun juga menjadi poin plus. Belum lagi, bagi penderita sinusitis, terapi ini pun sangat membantu dalam proses penyembuhan secara alami.

Masalah kesehatan sistem saraf otak dapat terganggu dapat muncul yang disebabkan oleh kotoran, jamur dan bakteri yang tinggal di dalam telinga. Segala bakteri dan jamur yang bersarang itulah yang membuat jumlah oksigen bersih pada organ otak kita berkurang. Sebagai akibatnya, berbagai masalah kesehatan muncul seperti asma, sinusitis, migrain, depresi, insomnia, hingga sakit kepala seperti vertigo.

  • Efek Negatif

Dalam setiap tindakan kesehatan, selalu ada pula kemungkinan buruk yang terjadi pasca tindakan dilakukan pada pasien. Berikut ini adalah sejumlah kondisi efek samping yang dapat dialami oleh pasien terapi lilin telinga di mana kita pun perlu tahu dan mewaspadainya.

Rongga telinga dapat mengalami penyumbatan, dapat terjadi luka pada gendang telinga sebagai akibat tertusuk lilin yang bentuknya kerucut, dapat berisiko luka bakar pada kulit kepala, rambut dna juga wajah dari pembakaran lilin, serta besar pula risiko rongga dan gendang telinga tertetes lilin panas. Itulah beberapa risiko efek negatif yang diakibatkan oleh terapi lilin telinga, walau memang angka kejadian cukup kecil.

Pantangan Pasca Terapi Lilin Telinga Dilakukan

Jika ingin mencoba terapi lilin telinga dan membuktikan efek positifnya bagi kesehatan telinga dan tubuh, maka perlu diketahui adanya sejumlah pantangan yang bisa dipatuhi. Inilah beberapa pantangan pasca terapi lilin yang wajib untuk diikuti agar tak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

  • Hindarilah aktivitas berenang, menyelam, atau lainnya di mana kepala harus terendam di dalam air.
  • Tetaplah jaga supaya air tak mudah masuk ke dalam telinga sewaktu mandi.
  • Tetaplah jaga supaya hembusan angin tak mudah masuk ke dalam telinga ketika sedang beraktivitas di luar ruangan.

Jadi, terapi lilin telinga amankah untuk kesehatan? Terapi ini dapat dianggap sebagai terapi yang aman dengan melihat berbagai efek positif atau manfaatnya tadi. Namun meski kasus efek sampingnya sedikit, tetap harus mewaspadainya juga.