8 Efek Syaraf Kejepit yang Sangat Dahsyat Bagi Kesehatan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Berbagai macam efek syaraf kejepit dapat dialami oleh semua orang. Terutama jika memiliki kesehatan syaraf yang kurang optimal, khususnya pada orang-orang lanjut usia. Tentunya hal ini bukan hal yang menyenangkan. Oleh sebab itu jika mengalami tanda-tanda macam-macam penyakit saraf sebaiknya jangan hanya dibiarkan begitu saja. Segera cari cara yang paling tepat untuk mengatasi hal tersebut supaya dapat segera pulih dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.

Penyakit syaraf kejepit memang lebih rentan dialami oleh orang lanjut usia. Hal ini dapat terjadi karena beberapa sebab, termasuk karena fleksibilitas tubuh yang berkurang sehingga mudah mengalami dislokasi, serta karena posisi melakukan aktivitas yang kurang benar.

Jika sudah demikian maka akan ada beberapa efek yang dapat dialami pada saat menderita kondisi syaraf yang terjepit ini. Jika belum tahu dengan secara pasti, simak berikut ini beberapa efek syaraf kejepit yang mungkin terjadi jika mengalami kondisi tersebut:

1. Rasa Kebas

Jika salah satu saraf mengalami cedera seperti terjepit, maka sangat umum jika terjadi rasa yang kebas di area sekitar saraf yang terjepit tersebut. Hal ini wajar terjadi karena tentu saraf yang terjepit akan menerima tekanan berlebih dan peredaran darah di sekitarnya menjadi kurang lancar.

Darah yang tidak lancar ini pada akhirnya dapat menyebabkan tubuh di sekitarnya seolah mati rasa dan terasa kebal atau kebas. Jika mengalami perasaan demikian sebaiknya jangan disepelekan, karena jika peredaran darah terlalu lama terhambat, maka lama-lama saraf tersebut akan mengalami kematian karena tidak mendapat suplai darah dengan optimal.

2. Kesemutan

Seringkali banyak orang merasa kesemutan pada saat berada dalam posisi tertentu. Sebaiknya segera waspada dengan kondisi tersebut. Karena kesemutan umumnya terjadi akibat peredaran darah yang tidak optimal. Kondisi pose tertentu jika mengakibatkan rasa kebas bisa jadi halnya berkaitan dengan kondisi salah satu saraf yang tertekan atau mengalami terjepit.

Oleh sebab itu jangan duduk lama hanya pada satu posisi untuk menghindari resiko syaraf yang terjepit tadi. Usahakan mengganti posisi agar syaraf lebih leluasa dalam bergerak dan tidak beresiko terjepit atau cedera. Dengan mengganti-ganti posisi juga membantu fleksibilitas otot saraf supaya lebih leluasa dan memiliki peredaran darah yang jauh lebih optimal.

3. Peradangan

Salah satu efek syaraf kejepit yang cukup berbahaya yaitu timbul peradangan di sekitar area syaraf yang terjepit tersebut. Akibatnya dapat timbul rasa sakit yang tidak biasanya dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Umumnya rasa sakit yang terjadi di area radang tentu akan membuat penderita susah untuk bergerak. Karena posisi saraf terjepit jika digerakkan akan menjadi makin parah.

Bahkan pada beberapa kasus peradangan karena saraf terjepit dapat menimbulkan infeksi dan demam ringan pada penderitanya. Jika hal ini terjadi sebaiknya jangan tunda untuk melakukan konsultasi dengan dokter spesialis saraf. Supaya kondisi saraf yang mengalami masalah terjepit tadi dapat segera diketahui lokasinya dan dilakukan penanganan berupa cara menyembuhkan saraf kejepit yang tepat dan sesuai. [AdSense-B]

4. Aktivitas Terhambat

Efek lain yang dapat terjadi jika saraf anggota tubuh mengalami cedera dan terjepit yaitu kemungkinan untuk menghambat aktivitas sehari-hari. Terutama biasanya akan mengganggu aktivitas fisik yang umum dilakukan. Misalnya jika mengalami saraf terjepit di pinggang, otomatis kegiatan sehari-hari jadi terganggu dan tidak dapat berjalan dengan lancar.

Lain halnya jika sedang sehat, maka dapat melakukan semua aktivitas dengan lebih maksimal. Oleh sebab itu jika mengalami kondisi saraf yang terjepit segera lakukan pengobatan dan terapi supaya dapat segera pulih seperti semula dan aktifitas fisik harian seperti membersihkan rumah, bekerja ataupun aktivitas fisik lainnya dapat berjalan lancar tanpa hambatan.

5. Susah Bergerak

Syaraf yang terjepit otomatis dapat menyebabkan penderitanya jadi susah melakukan manuver atau melakukan gerakan tertentu. Akibatnya akan timbul hambatan atau lebih tepatnya timbul batasan dalam melakukan suatu gerakan. Misalnya jika mengalami syaraf kejepit di pinggang. Umumnya hal tersebut membuat seseorang susah untuk mengangkat sesuatu atau susah untuk menggerakkan pinggang ke kanan atau ke kiri.

Jika tidak diatasi maka umumnya kondisi ini dapat makin parah dan penderita bahkan tidak dapat bergerak sama sekali. Karena itu sebaiknya segera cari tahu lokasi syaraf yang terjepit dan usahakan untuk mengembalikan pada posisi yang tepat. Sehingga tubuh dapat kembali bergerak dengan normal dan tidak memiliki batasan dalam melakukan suatu gerakan apapun. [AdSense-A]

6. Infeksi Saraf

Hal berbahaya lainnya yang dapat terjadi jika saraf yang terjepit dibiarkan terus menerus tanpa pengobatan yaitu resiko terjadi infeksi pada saraf. Dimulai dari peradangan di area syaraf yang terjepit, hingga kemudian terjadi infeksi yang menyebabkan area tubuh di sekitarnya meradang kemerahan. Jika terjadi infeksi maka akibatnya dapat timbul panas tubuh yang cukup tinggi.

Hal ini karena tubuh berusaha melawan infeksi yang disebabkan oleh peradangan saraf. Jika mengalami hal ini pastikan untuk menghindari demam yang sangat tinggi dan berpotensi menimbulkan kejang demam. Karena jika demikian maka dapat menimbulkan bahaya seperti gegar otak ringan yang merusak kemampuan dan daya ingat untuk sementara waktu dan bahkan beresiko juga secara permanen.

7. Gangguan Tulang Belakang

Cedera saraf terjepit juga dapat menimbulkan resiko berupa gangguan pada tulang belakang. Hal ini karena lokasi saraf bisanya berurutan di sepanjang tulang belakang. Sehingga sangat mungkin jika salah satu saraf terjepit maka dapat menimbulkan masalah tulang belakang juga.

Sangat penting untuk melihat posisi terjepitnya saraf supaya mengetahui bagian mana yang perlu diterapi. Umumnya jika tidak segera ditangani maka tulang belakang juga akan ikut merasakan efeknya dan terjadi peradangan atau bahkan dislokasi. Itulah sebab sebaiknya jangan sepelekan kondisi cedera saraf yang satu ini.

8. Kelumpuhan

Efek lain yang sangat berbahaya yaitu resiko terjadinya kelumpuhan seperti pada penyakit gejala awal stroke. Hal ini karena saraf tidak mengalami peredaran darah yang lancar. Sehingga akhirnya akan berangsur-angsur mengalami kebas, kesemutan, mati rasa dan mengalami kematian. Jika sudah demikian akhirnya saraf tidak berfungsi normal dan kemudian efeknya dapat timbul kelumpuhan.

Dimana tidak ada respon normal dari saraf karena hambatan dari peredaran darah dari lokasi saraf yang terjepit tadi. Karena itu untuk mencegah kemungkinan yang berbahaya tersebut sebaiknya segera lakukan penanganan yang serius dan sebisa mungkin hindari segala resiko yang dapat mengakibatkan saraf terjepit.

Itulah tadi beberapa efek syaraf kejepit yang dapat terjadi jika kondisi ini tidak segera diatasi dan dipulihkan. Oleh sebab itu segera lakukan penanganan dengan jalan memeriksakan diri ke dokter dan lakukan beberapa terapi yang dianjurkan. Dengan sigap dalam memberikan perawatan maka kondisi ini dapat segera diobati dan tidak makin parah atau menjalar pada situasi kesehatan lain yang bisa jadi lebih berbahaya.