katarak

7 Dampak Operasi Katarak Positif dan Negatif

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Katarak adalah salah satu kelainan mata dimana lensa mata berubah menjadi keruh dan menyebabkan cahaya tidak dapat menembus. Keadaan ini berbeda-beda sesuai dengan tingkat keburamannya, mulai dari keburaman yang sedikit hingga keburaman total. Di Indonesia, katarak masih menjadi penyebab utama kebutaan. Katarak umumnya terjadi pada orang-orang berusia lanjut, sekitar usia 40 – 50an.Walaupun begitu, tidak menutup kemungkinan untuk kejadian katarak di usia muda.

Penanganan yang sering disarankan untuk para penderita katarak adalah operasi. Melalui operasi ini, lensa mata yang berselaput kemudian dihapus dan diganti dengan lensa intraokuler. Lensa intraokuler adalah lensa buatan yang ditujukan untuk memperjelas penglihatan. Operasi memang merupakan cara mengobati katarak yang banyak disarankan oleh dokter karena keefektifannya dalam memperbaiki penglihatan. Bahkan tingkat keberhasilan operasi ini telah mencapai 90%. Akan tetapi apakah operasi katarak ini tidak tanpa risiko? Sayangnya, operasi katarak masih mempunyai beberapa dampak yang perlu diwaspadai. Pada artikel ini akan dipaparkan mengenai dampak operasi katarak, baik dampak positif maupun dampak negatif.

Dampak Positif Operasi Katarak

1. Penglihatan Membaik

Dampak positif pertama dan yang paling dicari oleh para penderita katarak dari dilakukannya operasi katarak adalah membaiknya penglihatan. Akan ada perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah oeprasi. Secara teknis, operasi ini sangatlah sederhana dan juga cepat. Waktu yang diperlukan pun tidak melebihi 1 jam serta hanya dibutuhkan anestesi lokal di mata. Melalui operasi katarak ini, selaput keruh pada mata akan dihilangkan sehingga keburaman penglihatan akan berkurang. Memang mata tidak akan normal seperti sediakala, akan tetapi penglihatan setelah operasi akan jauh lebih baik.

2. Waktu Pemulihan Singkat

Karena operasi katarak ini sederhana, waktu pemulihan pasien pun tergolong singkat. Bahkan jika operasi dilakukan pada pagi hari, maka pada sore harinya pasien sudah diperbolehkan pulang. Pasien juga tidak perlu berlama-lama istirahat, paling lama 3 minggi setelah operasi pasien sudah dapat beraktivitas seperti biasa. Tentunya hal ini jika pasien patuh terhadap setiap anjuran dari dokter.

3. Operasi Katarak Berisiko Rendah

Tingkat keberhasilan operasi katarak ini sudah terbukti mencapai 90%, dengan kata lain risiko gagal hanya kurang dari 10%. Komplikasi mungkin terjadi jika operasi katarak tidak dilakukan oleh orang yang ahli. Oleh karena itu, penderita katarak tidak perlu takut menjalani operasi ini dan harus mempercayakan kepada dokter yang spesialis menangani katarak.

Dampak Negatif Operasi Katarak

1. Infeksi dan Pendarahan

Terjadinya infeksi pada operasi katarak bukanlah hal yang umum terjadi. Kemungkinan penyebab terjadinya infeksi adalah adanya kelalaian ketika proses sterilisasi alat. Area mata adalah area yang sangat sensitif, sehingga setiap alat yang digunakan haruslah benar-benar steril. Begitu juga dengan pendarahan. Pendarahan bisa terjadi jika ada kesalahan penempatan pengirisan di kornea mata. Akan tetapi ini semua dapat dihindari jika proses operasi dilakukan orang yang benar-benar ahli.

2. Glaukoma

Glaukoma adalah salah satu jenis gangguan penglihatan yang disebabkan oleh kerusakan saraf optik. Potensi glaukoma juga dapat terjadi pada pasien operasi katarak. Hal ini terjadi karena sebagian cairan yang digunakan dalam operasi katarak tidak melalui proses pengeringan mata secara alami. Kondisi ini membuat adanya tekanan di dalam mata. Rasa sakit akan muncul selama tekanan di dalam mata ini tidak diatasi dengan pengobatan lanjutan.

3. Ablasio Retina Mata

Dampak negatif lain dari operasi katarak adalah ablasio retina mata, bahkan bagi mereka yang menjalani operasi laser. Ablasio retina adalah kelainan pada mata dengan ditandai oleh lepasnya retina sensoris dari epitel pigmen retina. Bila tidak ada penanganan serius, ablasio retina dapat berpotensi menyebabkan kebutaan. Ablasio retina memang harus diwaspadai oleh pasien operasi katarak, akan tetapi bukan menjadi penghalang untuk tidak melakukan operasi ini. 

4. Sindrom Pasca Operasi

Beberapa kejadian sering dialami oleh pasien operasi katarak antara lain ketidaknyamanan dalam beraktivitas. Setelah menjalani operasi katarak, pasien diharuskan untuk membatasi aktivitas terutama yang berhubungan dengan kondisi cahaya. Pasien diharapkan tidak terlalu sering terkena cahaya terang. Selain itu, pasien juga diharuskan memakai kacamata khusus selama proses penyembuhan. Hal lain yang sering dialami juga oleh pasien operasi katarak adalah munculnya rasa nyeri yang terkadang tidak mereda oleh obat-obatan, penglihatan yang tiba-tiba memburuk, keluarnya cairan mata yang berlebih, dan adanya kilatan pada mata yang muncul secara tiba-tiba. Akan tetapi, semua ini akan hilang seiring dengan proses penyembuhan pada mata.

Demikian ulasan mengenai dampak operasi katarak, baik dampak positif maupun negatif. Semoga paparan mengenai dampak operasi katarak ini dapat menjadi referensi tambahan bagi para pembaca.