Penyakit dan Kelainan

Joe Biden Alami ‘Rebound’ Covid-19, Apakah Efek Paxlovid?

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Penderita positif Covid-19 biasanya setelah dinyatakan sembuh dan negatif tidak akan mudah terkena kembali.

Namun, kabar mengejutkan datang dari Presiden Joe Biden terkait rebound Covid-19.

Pihak Gedung Putih mengonfirmasi pengumuman Joe Biden yang menyatakan status positif Covid-19 setelah sebelumnya tanggal 27 Juli lalu sempat terinfeksi dan kemudian virus penyebab Covid-19 sudah tidak terdeteksi.

Joe Biden diketahui telah mengonsumsi Paxlovid, yakni obat oral Covid-19 bagi para pasien Corona.

Dari hasil konsumsi Paxlovid, jejak virus dinyatakan sudah tidak ada lagi di dalam tubuh sang presiden.

Namun hanya selang beberapa hari, rupanya Joe Biden terdiagnosa positif Covid-19 lagi.

Paxlovid ini sendiri di Indonesia sudah melewati persetujuan BPOM RI (Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia) pada 18 Juli 2022 lalu.

Obat dalam bentuk tablet terdiri dari 100 mg Ritonavir dan 150 mg Nirmatrelvir menurut pernyataan dari Penny K. Lukito selaku Kepala BPOM RI.

Penderita Covid-19 yang berpotensi mengalami gejala berat dan yang tidak memerlukan tambahan oksigen.

Meski dikatakan bahwa Paxlovid efektif dalam membantu pemulihan pasien Covid-19, penggunaannya tetap membutuhkan resep dan rekomendasi dokter.

Pada kali kedua infeksi Covid-19 yang terjadi pada sang presiden, Sabtu (30/7) Kevin O’Connor selaku dokter Gedung Putih mengatakan bahwa kondisi Presiden Joe Biden sangat baik tanpa menunjukkan dan melaporkan gejala sama sekali.

Oleh sebab itu, sang dokter tidak menyarankan Joe Biden untuk mendapatkan perawatan intensif dan hanya perlu menjalani isolasi mandiri di Gedung Putih sambil dipantau oleh dokter.

Kesimpulan

Covid-19 rebound adalah kondisi timbulnya gejala Covid-19 berulang pada pasien yang sempat terinfeksi, dinyatakan sembuh, lalu dinyatakan positif lagi.

Umumnya, laporan terkait Covid-19 rebound ini menunjukkan bahwa pasien kembali dinyatakan positif pada hari ke-2 sampai ke-8 pasca kesembuhannya.

Banyak pasien Covid-19 yang sudah menggunakan Paxlovid dan benar-benar pulih setelah menyelesaikan pengobatan.

Namun ketika timbul rebound ini, gejala yang dirasakan pun tergolong sangat ringan dan cenderung tidak nampak.

Menurut CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat), belum ada bukti mengenai resistensi SARS-CoV-2 terhadap obat Paxlovid sehingga meningkatkan risiko Covid-19 rebound.

Hingga kini pun belum ada laporan terkait dengan kematian atau pasien rawat inap akibat infeksi kedua pada Covid-19 rebound.

Meski demikian, pastikan untuk tetap menjaga diri dengan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak dengan orang lain (menghindari kerumunan).