Impotensi

4 Terapi Impotensi Untuk Pria

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Impotensi adalah sebuah kondisi mengganggu untuk para pria. Pria dari segala usia berkemungkinan untuk mengalami gangguan seksual satu ini. Ciri paling kelihatan dan dapat dirasakan adalah penis yang kesulitan ereksi walau telah dirangsang. Ada impotensi berat dan ini biasanya dipicu oleh adanya penyakit jantung maupun diabetes. Impotensi dikatakan berat apabila seorang pria telah mengalaminya lebih dari 3 bulan.

Idaman seluruh wanita adalah pria yang maskulin dan memiliki kejantanan yang tangguh, apalagi di atas kasur. Tapi ada juga pria-pria maskulin yang rupanya mempunyai gangguan dalam pemenuhan kebutuhan seksual. Bisa jadi ini disebabkan oleh produksi hormon testosteron yang menurun dan ini diakibatkan oleh:

  • Efek obat-obatan tertentu, khususnya obat penyakit kronis.
  • Faktor genetik atau keturunan.
  • Faktor usia.

Hanya saja, adakah cara untuk mengetahui apakah seorang pria mengalami impotensi atau tidak? Apa tanda-tanda umum yang kiranya dapat menjadi hal untuk mewaspadainya? Berikut gejala impotensi pada pria:

  • Diliputi rasa stres, bahkan depresi. Motivasi pun tampak berkurang dari dirinya.
  • Mengalami kerontokan rambut.
  • Mengalami gangguan saat tidur.
  • Menurunnya gairah seksual.
  • Tak dapat berkonsentrasi dengan mudah.
  • Berat badan gampang naik dan tubuh menjadi lebih gemuk.
  • Berkurangnya kepadatan tulang yang artinya berisiko tinggi pengeroposan tulang/osteoporosis.

Bila ada dua atau lebih gejala yang dialami atau kelihatan, seorang pria diduga mengalami kekurangan hormon. Tapi tetap saja, gejala yang paling utama adalah hasrat untuk berhubungan intim menjadi berkurang. Inilah ciri paling berpengaruh terhadap hidup seorang pria. Karena itulah, penting untuk mulai mempertimbangkan terapi impotensi, seperti yang akan dibahas ini.

(Baca juga: penyebab impoten)

1. Terapi Testosteron

Terapi yang kini tengah populer dan juga banyak diandalkan penderita impotensi adalah terapi testosteron. Terapi ini pada dasarnya bisa digunakan untuk pengobatan gangguan kesehatan seksual lainnya juga. Para penderita ejakulasi dini pun mampu diatasi dengan melakukan terapi semacam ini.

Terapi testosteron telah terbukti ampuh dan efektif karena banyak pria sudah merasakan hasilnya. Kejantanan mereka yang tadinya sempat hilang, setelah menempuh terapi ini menjadi kembali lagi. Kabar baiknya lagi adalah mereka merasakan libido yang berkobar dan lebih peka dalam merespon rangsangan seksual. Tak hanya itu, keuntungan lainnya adalah mereka punya kemampuan lebih untuk membuat ereksi bertahan lebih lama.

Para pria juga boleh melirik dan mencoba terapi testosteron karena selain mengatasi impotensi, masih ada khasiat lainnya. Di bawah ini berbagai manfaat lain yang ditawarkan oleh metode terapi testosteron untuk pria-pria:

  1. Membantu meningkatkan daya ingat serta konsentrasi. Kalau tadinya seorang pria menjadi mudah lupa dan sulit berkonsentrasi gara-gara impotensi, terapi ini sangat membantu. Dengan terapi testosteron, gejala-gejala impotensi tersebut bakal dapat diatasi secara alami. (Baca juga: cara meningkatkan kinerja otak)
  2. Meningkatkan massa otot. Para pria pasti mendambakan tubuh seksi dan maskulin supaya para wanita tertarik. Penampilan fisik juga akan diperbaiki dan ditingkatkan dengan terapi testosteron. Massa otot yang bertambah akan membuat tubuh pria menjadi lebih berisi dan menarik. Otot-otot yang biasanya digilai para wanita pun akan dapat dimiliki. (Baca juga: cara meningkatkan massa otot)
  3. Menjaga kepadatan tulang. Terapi ini pun sangat dapat diandalkan untuk mengembalikan dan menjaga kepadatan tulang. Berkurangnya kepadatan tulang dapat berbahaya karena ini sama dengan pengeroposan tulang. Bila tulang kurang padat, sekalinya mengalami kecelakaan akan menjadikan tulang gampang patah. Kondisi ini akan diminimalisir dengan bantuan terapi testosteron tersebut. (Baca juga: cara mencegah tulang keropos)

Untuk memperoleh segala manfaat tersebut, memang para pria yang menempuh terapi ini kudu ekstra bersabar. Cukup lama untuk dapat merasakan manfaat dari terapi ini. Bahkan suntikan hormon testosteron pun harus dilakukan berkala supaya organ seks dapat normal kembali.

Hal lain yang patut untuk jadi bahan pertimbangan adalah soal harganya. Biaya untuk terapi ini jelas tidaklah murah dan cukup menguras kantong. Maka itu, para pria dihimbau untuk menjaga pola hidup benar ketika melakukan terapi testosteron. Baik fisik maupun mental, keduanya harus tetap terjaga secara benar dan sehat selama proses terapi. Cara untuk melakukan hal tersebut adalah dengan:

  • Melakukan relaksasi secara rutin, seperti meditasi, supaya tubuh serta pikiran terjamin tenang.
  • Menerapkan pikiran positif sehingga jauh dari rasa kekhawatiran dan kecemasan berlebihan.
  • Menjalani tips diet sehat nan seimbang dan sehat.
  • Beristirahat dan mendapatkan kualitas tidur sehari paling tidak 8 jam.
  • Aktif bergerak, yaitu dengan melakukan olahraga ringan.
  • Tidak berkendara pada jangka waktu lama, khususnya di jalan raya.
  • Menjauhi narkoba.
  • Tidak minum minuman keras.
  • Tidak membiasakan tidur terlalu malam atau begadang.
  • Menjauhi kebiasaan merokok; segera berhenti bila memiliki kebiasaan ini.

(Baca juga: bahaya mencukur bulu kemaluan pria)

Efek Samping Terapi Testosteron

Walau manfaat yang ditawarkan oleh terapi testosteron segudang, tetap saja ada efek samping yang perlu diketahui. Terapi testosteron memang efektif dan sangat berguna dalam mengembalikan serta meningkatkan vitalitas pria. Namun efektivitasnya rata-rata dapat dirasakan justru oleh para pria muda.

Tapi selain itu, risiko terapi impotensi ini juga penting untuk diwaspadai, seperti berikut ini:

  • Gangguan pada pernapasan sewaktu tidur di malam hari. (Baca juga: cara menjaga kesehatan organ pernapasan manusia)
  • Berisiko terserang penyakit jantung dikarenakan adanya produksi sel darah merah yang meningkat.
  • Berisiko terserang kanker prostat.
  • Produksi sperma dapat menurun karena pengecilan testis.
  • Pembesaran terjadi pada bagian payudara pria.
  • Tumbuh jerawat dan gangguan kulit lainnya.

(Baca juga: penyakit kelamin)

2. Yocon

Pengobatan impotensi yang biasanya akan diresepkan adalah Yocon atau sebut saja dengan Yohimbin hidroklorida. Obat ini asalnya adalah dari kulit kayu, jenis kayu yang dimanfaatkan adalah pohon yohimbe dari Afrika. Obat ini sangat baik untuk mengatasi impotensi pada pria meski penderita baru bisa melihat hasilnya sampai 8 minggu.

Yohimbe sendiri adalah sejenis pohon yang hanya akan dapat dijumpai di Afrika Barat. Selain di Afrika Barat, negara lain di mana pohon ini tumbuh adalah di Gabon, Kongo, Kamerun serta Nigeria. Karena di dalamnya terkandung alkaloid, maka sudah pasti ada banyak manfaat yang ditawarkan oleh obat ini. Namun tetap saja akan muncul efek samping untuk diwaspadai, yakni:

  • Mudah tersinggung atau cepat marah.
  • Gampang sakit kepala.
  • Perut terasa mual.

Obat ini masuk dalam golongan obat resep, jadi biasanya akan diberikan sesuai resep rujukan dokter. Ini untuk mencegah konsumsi yang tak sesuai dengan takaran sebenarnya.

(Baca juga: cara meningkatkan mood)

3. Alat Vakum

Pernah dengar terapi atau pengobatan alat vakum untuk impotensi pada pria? Alat vakum ini memang khusus dan bukannya yang kita sering pakai untuk bersih-bersih rumah. Pria dengan masalah impotensi bisa mencoba untuk memakai alat vakum yang sesuai dengan penisnya. Pompa ini akan mengeluarkan udara melalui tabungnya ke luar. Tabung hampanya itu sendiri diketahui terbuat dari plastik.

Darah kemudian akan tertarik ke dalam penis, maka dari situlah ereksi dapat dihasilkan. Ini dikarenakan adanya tekanan negatif yang terjadi pada ruangan hampa tersebut. Bila ingin menggunakannya, setelah pemakaian bisa langsung mengenakan gelang karet di area pangkal penis. Ini perlu dilakukan demi mencegah supaya darah tidak keluar dari sana.

Menurut Dr. Crenshaw, alat ini sangat menolong dan misalpun ragu bahwa penderita bisa ereksi, alat pompa ini perlu digunakan dengan memompanya. Dijanjikan bahwa ereksi bisa diperoleh hanya satu menit setelah penggunaan. Apabila ingin menghindari terapi mahal, solusi “terapi” bersama dengan alat ini pun boleh dicoba. Justru alat ini menjadi penyelamat baik waktu maupun uang Anda agar dapat dihemat lebih baik. Agar tak muncul luka memar pada bagian penis, lepaskan gelang setelah 20-30 menit.

(Baca juga: jenis kelainan saraf)

4. Suntikan

Obat-obat suntikan dianjurkan pula oleh dokter pada umumnya dan biasanya pasien pun akan disarankan melakukannya sendiri. Papaverin injeksi adalah salah satu contoh obat injeksi yang dapat digunakan untuk menyembuhkan impotensi. Selain itu juga ada Prostin VR atau prostaglandin yang dapat disuntikkan langsung ke bagian penis.

Ketika obat-obat tersebut disuntikkan, ereksi akan didapat bahkan bisa sampai 3 jam. Ini dikarenakan pembuluh darah pada penis mengalami pelebaran sehingga akan memampukan ereksi walau sudah ejakulasi. Sepintas memang terdengar mengerikan karena harus menyuntikkan sendiri obat ke bagian vital Anda. Tapi tenang saja karena rasa sakit disengat lebah masih jauh lebih mengerikan dan menyakitkan.

Hanya saja, ada hal penting untuk diketahui oleh para pengguna pengobatan semacam ini. Ketika ereksi terjadi lebih dari empat jam oleh karena injeksi ini, kerusakan permanen pada penis dapat terjadi. Risikonya tak main-main, tapi selama dosis terapi suntikan aman, maka tak ada yang perlu dikhawatirkan.

Misalpun Anda mengalami ereksi selama tiga jam lebih, langsung sediakan 30 mg tablet dekongestan dengan kandungan pseudoefedrin. Pembuluh darah akan kembali mengecil oleh efek obat tersebut. Penis pun bakal mengempis berkat bantuan obat ini. Namun kalau saja ereksi tak berhenti juga sesudah mengonsumsi obat yang dianjurkan, langsung ke rumah sakit untuk penanganan medis.

(Baca juga: penyakit akibat merokok)

Mulai dari terapi testosteron yang merupakan terapi hormon dengan harga mahal sampai dengan terapi suntikan, alat vakum serta obat resep asal luar dapat dicoba. Ketika semuanya kurang begitu efektif, implantasi tampaknya kudu menjadi solusi. Implantasi bukan terapi, melainkan operasi di mana ada alat yang dokter masukkan ke penis Anda agar ereksi tercipta. Jadi, pilihan selalu ada di tangan Anda untuk masalah menangani impotensi.