Gangguan Jiwa & Mental

Nikita Mirzani Disebut Alami Gangguan Histrionik oleh Pakar Kejiwaan, Apa Itu?

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Banyak orang mungkin sudah tak asing lagi dengan sifat Nikita Mirzani yang blak-blakan dan terkesan mencari sensasi dengan mengomentari urusan orang lain. Karena pernyataan yang seringkali negatif dan memojokkan orang lain, KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) pun sempat memberi teguran kepadanya.

Masyarakat bahkan mungkin sudah lebih tahu bagaimana ibu dua anak ini kerap terjerat kasus hukum yang pada umumnya pun berawal dari aksi nyinyirnya yang beredar di media sosial. Meski sudah berkali-kali berurusan dengan hukum sepertinya wanita ini tak ada takut, malu dan kapoknya karena hal seperti ini terus berulang bahkan hingga kini.

Belum lama ini beredar kabar mengejutkan bahwa Syahrini dan Reino melakukan aksi block kepada Nikita Mirzani di media sosial. Hal ini disebabkan oleh pernyataan Niki terkait kedekatan Syahrini dan Reino Barack. Berbagai konflik yang terjadi dan tak menggoyahkan rasa percaya dirinya ini dinilai sebagai sebuah kondisi gangguan histrionik oleh Joice Manurung, seorang pakar kejiwaan.

Apa itu gangguan histrionik?

Gangguan atau kepribadian histrionik menurut hasil lansiran dari Kompas.com adalah sikap yang suka mencari perhatian dengan emosi yang juga diketahui tidak stabil. Orang-orang histrionik akan selalu berusaha agar seluruh perhatian lingkungan tertarik kepada dirinya sebanyak mungkin dalam berbagai cara. Tujuannya adalah untuk membuat dirinya sendiri merasa nyaman dan puas.

Pribadi seperti ini memiliki verbalisasi yang mampu menarik perhatian orang dan bahkan dengan mudah memanipulasi lingkungan karena kecerdasannya. Gangguan kepribadian ini lebih berisiko tinggi dialami oleh para wanita ketimbang pria dengan faktor penyebab yang hingga kini belum jelas diketahui. Namun para ahli profesional meyakini bahwa ada peran faktor genetik sebagai peningkat risiko.

Gangguan kepribadian histrionik ini memiliki beberapa ciri dan berikut ini adalah tanda pada umumnya bahwa seseorang mempunyai kepribadian histrionik:

  • Pergeseran emosinya terlalu cepat.
  • Egois
  • Keputusan yang dibuat kerap tak jelas.
  • Sebelum bertindak tak berpikir lebih dulu.
  • Jarang peduli kepada orang lain.
  • Sulit dalam mempertahankan suatu hubungan.
  • Mudah merasa bosan pada rutinitas.
  • Toleransi terhadap frustasi sangat rendah.
  • Mudah dipengaruhi atau bahkan ditipu oleh orang lain.
  • Seringkali mencari persetujuan atau kepastian dengan orang lain secara terus-menerus.
  • Ekspresi yang dikeluarkan tampak begitu berlebihan.
  • Emosi yang dikeluarkan terlalu dramatis.
  • Kerap menunjukkan perilakunya yang menggoda.
  • Sangat provokatif.
  • Merasa tak nyaman kalau tidak jadi pusat perhatian lingkungannya.
  • Pada kondisi lebih serius, demi memperoleh perhatian seseorang dengan kepribadian ini dapat mencoba atau mengancam bunuh diri.

Selain faktor genetik, ada kemungkinan faktor lingkungan dapat menjadi pemicu gangguan kepribadian seperti ini. Jika pada masa kecil seseorang ia kurang mendapat perhatian dari orang tuanya, kurangnya hukuman, kurangnya kritik, atau justru mendapatkan perhatian berlebih dari orang tua, kepribadian ini bisa dengan mudah terbentuk.

Untuk memastikan apakah seseorang mengalami gangguan kejiwaan seperti histrionik ini, perlu dilakukan tes kondisi kejiwaan secara menyeluruh ditambah dengan tes darah atau neuroimaging yang termasuk di dalam tes laboratorium. Hal ini untuk memastikan bahwa gejala gangguan kepribadian histrionik tak dipengaruhi oleh penyakit fisik apapun.

Orang-orang dengan gangguan kepribadian ini tak menganggap bahwa diri mereka memiliki masalah apalagi perlu terapi. Mereka barulah akan mencari bantuan saat mereka mengalami tekanan oleh depresi atau berbagai masalah yang berat. Psikoterapi adalah yang paling tepat untuk mengatasi histrionik ini.

Menurut Joice Manurung, kebutuhan diperhatikan banyak orang mengacu pada keadaan di mana orang tersebut belum menemukan citra dirinya sehingga memerlukan pengakuan dan perhatian dari orang lain. Namun merespon orang-orang yang mengatakan dirinya ‘orang gila’, Nikita Mirzani malah menyatakan keheranannya dianggap ‘gila’ karena mana ada orang gila yang bisa bangun rumah seharga 10 miliar menurutnya.