Categories: Bibir Sumbing

9 Penyebab Bibir Sumbing pada Bayi Selama Kehamilan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Apakah Anda pernah melihat anak-anak yang dilahirkan dengan kondisi bibir sumbing? Bibir sumbing adalah sebuah kondisi cacat khusus yang menyebabkan ketidaksempurnaan pada struktur bibir atau bagian langit-langit mulut. Pembentukan jaringan pada bibir dan langit-langit mulut terjadi pada masa awal kehamilan. Beberapa orang dilahirkan dengan kondisi jaringan mulut dan langit-langit yang tidak sempurna dan tidak menyatu dengan baik.

Jenis Bibir Sumbing

Kondisi bibir sumbing menyebabkan bagian bibir seperti terbelah menjadi dua ,rahang mulut yang tidak terbentuk dan masalah pada pertumbuhan gigi. Hal inilah yang membuat penderita bibir sumbing bisa mengalami gangguan bicara meskipun mereka bisa berbicara secara umum dan tidak mengalami gangguan pendengaran.

Jika kita melihat maka tidak semua kondisi bibir sumbing terjadi dalam bentuk yang sama. Ada bibir sumbing yang hanya terjadi pada bagian bibir saja, namun ada bibir sumbing yang bisa mencapai langit-langit mulut. Berikut ini adalah jenis bibir sumbing sesuai dengan kondisinya.

1. Bibir Sumbing Unilateral

Bibir sumbing unilateral biasanya ditemukan dengan kondisi celah atau jaringan yang tidak sempurna pada bagian salah satu sisi bibir saja. Kondisi ini membutuhkan operasi yang lebih ringan dan penderita bisa mendapatkan pertumbuhan jaringan yang sempurna lagi.

2. Bibir Sumbing Bilateral

Bibir sumbing ini terjadi pada kedua sisi bibir. Terkadang juga ditemukan dengan kondisi bibir sumbing dengan masalah pada pembentukan rahang dan celah-celah mulut yang tidak sempurna. Perawatan bibir sumbing ini membutuhkan waktu yang lebih panjang bahkan bisa sampai anak-anak hingga remaja.

Pada dasarnya penyebab bibir sumbing tidak bisa diketahui secara pasti. Proses terjadinya cacat bibir sumbing tidak bisa dicegah sejak awal sehingga terkadang orang tua sangat terkejut ketika melahirkan bayi dengan kondisi bibir sumbing. Dalam dunia kesehatan para peneliti mencoba membuktikan bahwa penyebab bibir sumbing banyak dipengaruhi oleh kondisi keturunan atau sifat genetik dan lingkungan pertumbuhan janin.

Berikut ini beberapa penyebab umum yang sering dikaitkan dengan masalah bibir sumbing :

1. Faktor genetik dari orang tua

Gen yang didapatkan dari orang tua bisa mempengaruhi terjadinya bibir sumbing pada bayi. Kondisi ini menyebabkan jaringan bibir dan langit-langit mulut yang seharusnya terbentuk pada trimester pertama, namun tidak bisa terbentuk dengan baik. Bahkan ada beberapa kasus bibir sumbing yang hanya mengembangkan pada salah satu sudut bibir saja.

2. Wanita hamil yang mengkonsumsi obat-obatan dan alkohol

Penyebab bibir sumbing pada bayi bisa terjadi karena alkohol dan konsumsi beberapa jenis obat-obatan tertentu dalam jangka waktu lama seperti bahaya narkoba. Proses pembentukan jaringan bibir dan mulut tidak terjadi dengan sempurna karena ada paparan zat kimia dari ibu ke janin lewat plasenta.

3. Riwayat bibir sumbing

Kasus bibir sumbing dalam keluarga meningkatkan potensi terjadinya cacat bibir sumbing. Kondisi ini sulit untuk dihindari sehingga orang tua bisa menerima kondisi bayi yang sudah dilahirkan.

4. Bayi Laki-laki

Bayi laki-laki cenderung memiliki potensi yang lebih besar mengalami cacat bibir sumbing. Meskipun pada beberapa kasus perempuan juga sering mengalami kondisi ini.

5. Ibu Hamil Mengalami Obesitas

Bayi yang dilahirkan dengan kondisi ibu hamil mengalami obesitas juga memiliki faktor yang sangat besar. Kondisi ini biasanya paling sering terjadi pada ibu hamil yang memang berbakat obesitas sebelum hamil.

6. Ibu Hamil dengan Diabetes

Janin yang dilahirkan dengan kondisi ibu hamil mengalami diabetes juga memiliki resiko yang besar terkena bibir sumbing. Kondisi diabetes sebelum hamil juga bisa meningkatkan potensi penyebab bibir sumbing.

7. Konsumsi Obat-obatan

Konsumsi beberapa jenis obat-obatan tertentu selama hamil juga bisa meningkatkan resiko bayi bibir sumbing. Beberapa obat-obatan yang tergolong dalam resiko bibir sumbing adalah obat epilepsi, obat jerawat dan obat kimia lain.

8. Infeksi penyakit

Infeksi yang terjadi selama kehamilan meningkatkan resiko penyabab bibir sumbing. Jika ibu hamil mengalami berbagai jenis gangguan penyakit yang disebabkan infeksi, maka harus mendapatkan pengobatan dari dokter kandungan untuk mencegah infeksi yang lebih lanjut.

9. Kekurangan Asam Folat

Ibu hamil yang kekurangan makanan yang mengandung asam folat memiliki resiko bayi dengan bibir sumbing. Asam folat memiliki peran yang sangat penting untuk pembentukan jaringan pada bagian wajah dan sistem syaraf dan otak. Proses ini akan terjadi selama trimester satu sehingga ibu hamil harus mengkonsumsi makanan yang mengandung asam folat tinggi. Asam folat tidak bisa didapatkan dari dalam tubuh sehingga harus dikonsumsi dari makanan atau suplemen yang diberikan oleh dokter kandungan.

Diagnosa Bibir Sumbing

Bibir sumbing sebenarnya bisa diketahui sejak bayi masih dalam kandungan. Pemeriksaan dengan USG bisa mendeteksi bentuk bibir yang kurang sempurna. Bahkan proses pemeriksaan ini juga bisa menentukan jenis bibir sumbing yang terjadi. Meskipun deteksi dan diagnosa sudah bisa dilakukan sejak dalam kandungan, namun perawatan bibir sumbing tidak bisa dilakukan jika bayi masih dalam kandungan.

Perawatan Bibir Sumbing

Bibir sumbing bisa menyebabkan anak-anak mengalami gangguan bicara, tidak bisa makan dengan baik yang menyebabkan gangguan atau penyakit pencernaan dan juga masalah infeksi pada telinga. Bahkan beberapa bayi juga bisa mengalami penyakit pada gigi dan rahang karena pertumbuhan gigi yang tidak sempurna.

Untuk mengatasi berbagai resiko ini maka bibir sumbing bisa diatasi atau dirawat sejak masih anak-anak. Berikut ini tahapan proses perawatan untuk bibir sumbing.

1. Operasi untuk memperbaiki struktur bibir sumbing sudah bisa dilakukan sejak bayi berumur 1 hingga 12 bulan. Tujuan perawatan ini untuk menyempurnakan jaringan pada bibir dan kemungkinan rekontruksi pada rahang dan langit-langit mulut.

b. Proses rekontruksi mulut yang lengkap pada kasus bibir sumbing yang parah bisa dilakukan setelah bayi berumur kurang dari 18 bulan.

c. Tujuan dari perawatan untuk perbaikan struktur bibir dan mulut adalah untuk meningkatkan penampilan wajah. Dukungan terhadap proses komunikasi dan mencegah masalah pertumbuhan gigi saat anak-anak sudah remaja atau dewasa.

Cara Mencegah Bibir Sumbing

Bibir sumbing bisa disebabkan karena 2 faktor utama yaitu genetik dan faktor lingkungan. Namun ibu hamil bisa melakukan berbagai upaya untuk menghindari kondisi bibir sumbing pada janin. Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah bibir sumbing sejak janin masih dalam kandungan :

1. Konsumsi Makanan Kaya Folat

Konsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung folat sebelum hingga kehamilan terutama sepanjang trimester pertama. Kekurangan asam folat bisa dikaitkan dengan masalah ketidaksempurnaan pembentukan jaringan selama trimester pertama. Bayi membutuhkan folat untuk membentuk jaringan tubuh, jaringan pada wajah dan otak. Anda bisa mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung folat tinggi seperti :

  • bayam
  • kubis
  • brokoli
  • bit merah
  • jagung manis
  • selada
  • kale
  • pisang
  • tomat
  • persik
  • ikan salmon
  • ikan sarden
  • daging tanpa lemak

2. Jangan Mengkonsumsi Obat-obatan

Hindari konsumsi obat-obatan bebas yang tidak dianjurkan dokter selama kehamilan. Ibu hamil yang masuk ke trimester pertama biasanya akan mengalami mual dan muntah yang parah maupun biasa. Untuk mengatasi gangguan ini maka sebaiknya Anda mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin B dan hindari obat sebisa mungkin. Jika Anda harus minum obat maka konsultasikan dengan dokter kandungan.

3. Lakukan pola hidup sepanjang kehamilan

Konsumsi berbagai menu makanan sehari-hari yang mengandung nutrisi untuk janin dan ibu hamil. Lindungi janin dari bibir sumbing dengan memilih makanan yang sehat dan menghindari semua jenis makanan mentah, makanan yang mengandung pengawet dari bahan kimia dan semua jenis bahan tambahan untuk makanan.

4. Hindari konsumsi alkohol

Bahaya alkohol yang dikonsumsi bisa terjadi baik sebelum hamil maupun setelah hamil. Alkohol bisa menyebabkan bibir sumbing karena janin menerima nutrisi dan bahan kimia secara langsung dari ibu.

5. Hindari kebiasaan merokok selama hamil

Bahaya merokok dapat meningkatkan potensi bibir sumbing karena paparan zat kimia yang mengganggu proses pembentukan jaringan pada janin.
Untuk melindungi bayi agar tidak terkena bibir sumbing, maka ibu hamil bisa melakukan berbagai upaya tersebut. Meskipun bibir sumbing bisa dirawat dengan jalan operasi, namun pencegahan bisa menjadi trik yang sangat baik. Anda bisa mencegah semua kondisi kesehatan atau masalah pada bayi sejak proses kehamilan.