Telinga sangat penting untuk kehidupan manusia; dalam perkembangan otaknya untuk dapat menangkap informasi yang disampaikan hingga dapat diolah oleh otak dan juga sebagai salah satu sarana sosial komunikasi antar sesama individu.
Telinga merupakan suatu alat untuk terjadinya proses mendengar bunyi dan suara dimana setiap komponen dalam telinga mampu mengolah getaran suara untuk dihantarkan ke otak untuk diolah dan diintepretasikan kembali menjadi suatu kata yang memiliki makna.
Proses mendengar terjadi karena adanya integrasi dari sistem pendengaran yang meliputi telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam. Setiap bagian telinga tersebut memiliki fungsinya masing-masing, yaitu:
Anatomi dari telinga yang cukup kompleks ditambah faktor eksternal memiliki resiko untuk terjadinya gangguan pendengaran atau tuli. Gangguan pendengaran adalah gangguan kesehatan telinga yang di mana kemampuan telinga Anda dapat menurun dan bahkan dapat kehilangan kemampuan untuk mendengar suara.
Gangguan pendengaran atau tuli disebabkan oleh rusaknya salah satu atau beberapa bagian dari telinga luar, tengah, atau dalam, dan kerusakan pada masing-masing bagian tersebut dapat diklasifikasikan lagi menjadi 4 macam gangguan pendengaran yaitu: gangguan pendengaran atau tuli sensorineural, gangguan pendengaran atau tuli konduktif, gangguan pendengaran atau tuli campuran, dan gangguan pendengaran atau tuli saraf.
Sebelum kami lanjutkan, anda bisa membaca beberapa tulisan yang telah kami buat mengenai terapi sinusitis, lalu apa saja cara mengobati polip, dan juga bagaimana cara mengatasi radang tenggorokan dan juga cara mengobati telinga berdengung yang benar.
Tuli konduktif mungkin merupakan gangguan pendengaran atau tuli yang paling ringan, dimana gangguan terjadi karena suara dari luar tidak bisa masuk ke telinga bagian dalam akibat terjadinya masalah pada saluran telinga tengah sampai ke gendang telinga.
Tuli konduktif ini dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti adanya trauma, radang, lalu kemudian ada sesuatu yang menyumbat atau menggenangnya cairan di dalam telinga, kemudian gendang telinga pecah atau berlubang, dan pembengkakan dinding atau disfungsi pada saluran atau tuba eustachius, dan bisa juga dikarenakan tumor.
Tuli konduktif yang bersifat genetik seperti otosklerosis tidak dapat dicegah, namun beberapa faktor penyebab tuli konduktif lainnya dapat diantisipasi dengan melakukan beberapa cara mencegah tuli konduktif berikut ini:
Anda disarankan untuk menggunakan alat pelindung pendengaran seperti ear-muffs, jika berada di lingkungan atau pun melakukan aktifitas dengan alat yang memiliki tingkat kebisingan tinggi, sehingga metode ini bisa menjadi cara mencegah tuli konduktif yang baik. [AdSense-B]
2. Kurangi Volume Suara Barang-Barang Elektronik
Suara bising merupakan suara yang mengganggu telinga, namun anda juga harus mewaspadai suara bising yang anda suka dan dihasilkan oleh barang-barang elektronik seperti TV, Radio, Ipod, dsb karena juga dapat menyebabkan gangguan pendengaran nantinya.
Karenanya, cara mencegah tuli konduktif yang juga efektif adalah dengan menurunkan volume dari alat-alat elektronik tersebut.
3. Berhati-hati Menggunakan Earphone
Jika menggunakan earphone maka aturlah volume agar tidak terlalu keras, usahakan menggunakan earphone dengan volume 60% dari volume maksimal sebagai salah satu cara mencegah tuli konduktif yang bisa dilakukan. Jika orang yang disebelah Anda bisa mendengar suara keluar dari earphone Anda, maka bisa dipastikan volumenya sudah terlalu keras.
4. Istirahatkan Telinga
Bukan tubuh dan pikiran saja yang perlu beristirahat, namun seluruh organ panca indera Anda pun memerlukannya, termasuk telinga.Untuk itu sekali-sekali berilah waktu istirahat bagi telinga untuk beristirahat dengan berada di dalam ruangan yang tenang dan tanpa suara. [AdSense-A]
Kita sebagai manusia biasanya beristirahat dengan mendengarkan musik, atau menonton TV, main games, dan lain sebagainya, dimana kegiatan tersebut tidak mengistirahatkan telinga sama sekali, sehingga jangan sampai istirahat yang Anda lakukan menjadi sebab awal gangguan telinga.
5. Melakukan Kunjungan Rutin ke Dokter Spesialis THT
Periksalah telinga secara teratur, dan tidak ada salahnya melakukan tes pendengaran dan pemeriksaan telinga sebagai kegiatan kesehatan yang rutin dilakukan, karena semakin cepat gangguan diketahui maka penanganannya akan menjadi lebih mudah dan mencegah kerusakan lebih lanjut.
6. Jangan Memasukkan Benda Asing ke Dalam Telinga
Benda asing yang dimaksud adalah benda-benda yang bertujuan untuk membersihkan telinga seperti jari, korek kuping (cotton bud), kapas, dan tisu, karena dikhawatirkan dapat melukai dinding dan saraf-saraf yang ada di dalam telinga.
7. Menghindari Kegiatan yang Memiliki Eksposur Suara Bising
Jika tidak dapat menghindari suatu hobi yang memiliki eksposur suara bising yang berpotensi mencederai indra pendengaran, seperti menembak, berburu dengan senapan atau mendengarkan musik dengan volume yang terlalu keras, paling tidak anda melakukan pencegahan dengan menggunakan pelindung telinga.
8. Hindari Rokok
Hindarilah kebiasaan merokok karena dengan menghirup asap rokok dapat membuat kemampuan pendengaran menurun secara perlahan.
Telinga memiliki fungsi yang sangat luar biasa, namun fungsi tersebut sebenarnya ditopang oleh struktur yang rapuh karena terdiri dari “komponen” yang kecil-kecil dan saraf-saraf rambut yang bekerja dengan sistem yang cukup kompleks dan rumit, dimana jika setiap harinya mendapatkan serangan suara dan bunyi, ditambah dengan debu yang masuk membawa virus dan bakteri, maka lama kelamaan dapat rusak sehingga terjadi gangguan pendengaran.
Untuk itu lebih baik mencegah daripada mengobati; karena pencegahan dini hal-hal yang memiliki potensi merusak sistem pendengaran akan lebih mudah dan baik dilakukan untuk jangka panjang sampai seumur hidup, dibandingkan dengan faktor resiko kehilangan fungsi pendengaran Anda.
Anda bisa membaca artikel kami mengenai perawatan untuk jenis tuli lainnya seperti cara merawat tuli sensorineural, lalu cara mengobati tuli sensorineural, dan juga artikel terkait THT lainnya seperti cara menyembuhkan sinusitis, kemudian cara cepat meredakan sakit tenggorokan, serta beberapa cara mengobati sinusitis menggunakan bahan-bahan alami.
Perlu diingat bila Anda mengalami gejala-gejala infeksi telinga atau gejala lain seperti telinga berdenging, dan lain sebagainya, segeralah ke dokter spesialis THT agar penyakit ini tidak semakin parah. Semoga artikel mengenai cara mencegah tuli konduktif ini dapat membantu anda dalam merawat kesehatan telinga.