Neuritis – Penyebab, Gejala, Cara Mengobati Dan Mencegahnya

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Neuritis merupakan suatu istilah yang umumnya mengacu pada adanya kondisi macam-macam penyakit saraf perifer yang sedang meradang. Saraf tersebut terletak di luar otak dan sumsum tulang belakang. Saraf tersebut bertugas untuk menyampaikan sinyal dari seluruh bagian tubuh menuju ke otak.

Namun saat meradang maka saraf perifer akan mengalami gangguan dalam menjalankan fungsinya sehingga tidak dapat berfungsi dengan baik. Berbagai macam penyebab neuritis sebaiknya dihindari dengan sebisa mungkin agar kondisi gangguan saraf tidak sampai menimpa Anda. Adapun beberapa hal yang perlu diketahui lebih lagi mengenai neuritis yang bisa saja terjadi pada kita semua yaitu sebagai berikut.

Penyebab

Neuritis secara umum disebabkan oleh adanya peradangan yang terjadi pada sistem saraf manusia. Terjadinya peradangan pada saraf tersebut bisa disebabkan oleh berbagai faktor penyebab antara lain sebagai berikut.

1. Mengalami infeksi.

Infeksi bisa saja disebabkan oleh virus, bakteri, atau bahkan parasit lainnya. Virus bisa saja menyerang saraf manusia sehingga menimbulkan peradangan pada saraf.

2. Memiliki tumor.

Tumor yang kebetulan terletak di dekat sistem saraf dapat bertumbuh menjadi lebih besar. Pertumbuhan tumor ini pada akhirnya dapat menghambat kinerja saraf sehingga saraf tidak dapat bekerja dengan baik. Tumor bisa saja merupakan sel kanker yang keberadaannya akan semakin mengancam kesehatan dan bahkan nyawa penderitanya.

3. Pernah mengalami trauma fisik.

Trauma fisik dapat terjadi karena beberapa peristiwa di antaranya pernah mengalami kecelakaan, pernah terbentur, atau pernah mengalami luka. Trauma fisik yang terjadi pada kepala dan leher dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada penyebab penyempitan saraf.

4. Kurangnya asupan gizi.

Makanan sehat yang mengandung berbagai zat gizi dan vitamin serta mineral sangat diperlukan untuk kesehatan saraf. Terutama vitamin B yang berperan penting dalam membantu kinerja saraf. Kekurangan vitamin B tentunya akan menyebabkan terjadinya gangguan pada saraf.

5. Konsumsi obat-obatan dalam jangka waktu yang panjang.

Beberapa jenis obat-obatan dapat berpengaruh pada saraf manusia misalnya seperti obat-obatan jenis steroid. Hal ini akan berpengaruh pada kondisi saraf seseorang.

Gejala

Seseorang yang mengalami neuritis akan mengalami beberapa hal yang tentunya hal tersebut merupakan tanda atau gejala dari adanya penyakit neuritis. Berikut ini kami berikan beberapa gejala yang akan dialami oleh seseorang yang menandakan bahwa dirinya mulai mengalami kondisi neuritis. [AdSense-B]

1. Adanya sensasi terbakar.

Rasa nyeri dan terbakar akan dirasakan oleh penderita neuritis. Sensasi ini akan dirasakan pada bagian tubuh yang di dalamnya sedang mengalami gangguan saraf.

2. Timbul rasa nyeri.

Bagian tubuh yang mengalami gangguan saraf akan terasa nyeri. Rasa nyeri ini datangnya secara tiba-tiba dan bisa saja berlangsung dalam waktu singkat ataupun dalam jangka waktu yang panjang.

3. Otot menjadi lemah.

Neuritis umumnya ditandai dengan adanya mati rasa pada beberapa bagian tubuh. Setelah itu otot akan terasa lemah dan bahkan seolah-olah sedang mengalami kelumpuhan. Orang yang mengalami kondisi ini tentu saja tidak dapat terlalu banyak beraktivitas.

4. Kulit menjadi kemerahan.

Saraf yang mengalami gangguan dan terasa nyeri atau bahkan terasa seperti terbakar dapat berdampak pada kulit permukaan. Kulit permukaan di area terjadinya gangguan saraf akan memerah dengan sendirinya dan akan menghilang jika saraf sudah tidak lagi sakit. [AdSense-A]

5. Keseimbangan terganggu.

Terganggunya salah satu sistem saraf pada tubuh manusia dapat berpengaruh pada sistem saraf lainnya. Oleh karena itu orang yang mengalami gangguan saraf cenderung kehilangan keseimbangan yang disebabkan oleh hilangnya koordinasi antar organ saraf.

Cara Mengobati

Penderita neuritis tak perlu khawatir dengan gangguan yang dialaminya tersebut. Langkah awal untuk menangani penderita neuritis adalah dengan membawanya ke dokter. Dengan demikian dokter akan memberikan pengobatan sesuai dosis dan sesuai dengan diagnosa yang telah dilakukannya terhadap pasien. Berikut ini beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengobati neuritis yang dapat dilakukan dengan saran dan petunjuk dokter.

1. Konsumsi vitamin B.

Vitamin B diketahui sangat berperan penting bagi kinerja dan perkembangan saraf. Oleh karena itu penderita neuritis sebaiknya selalu mengonsumsi vitamin B yang terdapat pada beberapa jenis makanan seperti kacang-kacangan. Vitamin B juga bisa didapatkan dengan cara mengonsumsi suplemen.

2. Menjalani tindakan operasi.

Tindakan operasi akan disarankan oleh dokter bila gangguan akibat penyempitan saraf yang terjadi dinilai memiliki tingkat keseriusan yang tinggi dan dapat mengakibatkan komplikasi pada pasien.

3. Konsumsi obat-obatan.

Beberapa jenis obat-obatan akan diresepkan oleh dokter untuk menghilangkan rasa nyeri yang timbul akibat neuritis. Namun obat hanya dapat menghilangkannya sementara saja. Oleh karena itu seharusnya pasien mengonsumsi obat dengan disertai menjalani pola hidup sehat.

4. Menjalani terapi.

Pasien penyakit saraf bisa saja menjalani beberapa macam terapi untuk membantu menghilangkan gejala neuritis. Misalnya terapi akupuntur atau lainnya. Namun sebaiknya metode terapi dilakukan dengan sepengetahuan dokter.

5. Melakukan relaksasi.

Relaksasi disarankan untuk dilakukan dengan tujuan menghindari stres. Dengan melakukan relaksasi maka diri akan menjadi tenang sehingga saraf tidak tegang dapat bekerja dengan lebih baik.

Cara Mencegah

Gangguan pada saraf dapat dicegah agar tidak sampai terjadi pada Anda. Pencegahan tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Menghindari benturan.

Benturan yang terjadi pada saat seseorang mengalami kecelakaan atau cedera bisa saja menyebabkan terjadinya gangguan gejala gegar otak ringan. Apalagi jika benturan yang terjadi sangatlah keras. Oleh karena itu sebisa mungkin hindarilah benturan dan berhati-hatilah selalu pada saat berkendara serta pada saat menjalankan berbagai aktivitas.

2. Mengonsumsi makanan sehat.

Gangguan saraf dapat dicegah dengan cara mengonsumsi makanan sehat yang mengandung gizi dan nutrisi seimbang. Terutama makanan yang mengandung vitamin B. Jika gizi makanan tidak memadai maka tambahkanlah suplemen vitamin pada menu Anda. [AdSense-C]

3. Rutin berolah raga.

Olah raga berfungsi untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Olah raga dapat memperlancar peredaran darah sehingga saraf dapat bekerja dengan lancar pula. Di samping itu olah raga yang dilakukan secara rutin dapat menghindarkan seseorang dari pikiran negatif dan stres.

4. Mengelola emosi.

Emosi yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan stres. Pada saat seseorang mengalami stres maka saraf akan menjadi tegang. Kondisi ini tentunya tidak baik bagi kinerja saraf.

5. Istirahat cukup.

Istirahat merupakan bagian dari relaksasi tubuh yang diperlukan oleh semua orang. Istirahat dapat menenangkan saraf serta organ tubuh lainnya. Maka sebisa mungkin milikilah waktu istirahat dan tidur malam yang cukup dan berkualitas.

Neuritis masih banyak dijumpai di kalangan masyarakat sebab beberapa orang terkadang terlalu meremehkan segala hal yang bisa menyebabkan timbulnya neuritis.

Beberapa orang juga tidak menjalani pola hidup sehat sehingga lebih mudah terserang segala jenis penyakit termasuk gejala saraf terjepit di pinggang. Oleh karena itu sebisa mungkin lakukan langkah pencegahan yang tepat agar Anda selalu dalam keadaan sehat.