Categories: Merk Obat F

Fepiram – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Kali ini kami akan memberikan informasi kepada anda mengenai segala hal yang berhubungan dengan Fepiram. Obat ini memiliki fungsi utama yakni sebagai obat untuk membantu mengatasi gejala-gejala yang berhubungan dengan involusi seperti yang terjadi pada seseorang yang sudah berusia lanjut alias lansia. Fepiram termasuk kedalam obat yang tidak bisa anda dapatkan dengan mudah dimana anda harus mendapatkan resep dokter terlebih dahulu jika ingin mendapatkan obat ini.

Di dalam penggunaan Fepiram, anda harus memperhatikan instruksi yang telah diberikan oleh dokter sehinga anda jangan sampai menambah maupun mengurangi takaran dosis yang diberikan kepada anda. Untuk informasi yang lebih lanjut, maka kami sarankan agar anda membaca baik-baik informasi yang akan kami berikan di bawah ini.

Fungsi Fepiram

  1. Fepiram merupakan obat yang digunakan untuk membantu mengobati beberapa masalah seperti kemunduran daya ingat, gangguan adaptasi, maupun juga reaksi psikomotorik yang terganggu bagi seseorang yang sudah memasuki masa lansia atau lanjut usia.
  2. Fepiram juga digunakan untuk membantu mengobati pasien yang menderita astenia. Astenia adalah sebuah kondisi seseorang tidak memiliki tenaga atau kekuatan sehingga seseorang yang menderita kondisi ini akan terlihat lemah alias tidak bertenaga.
  3. Indikasi lain dari Fepiram adalah sebagai obat untuk membantu mengobati pre-delirium dan juga delirium trements.
  4. Dalam beberapa kasus juga ditemukan bahwasanya penggunaan Fepiram juga terbukti ampuh mengobati gangguan fungsi dan juga kemunduran integritas yang mana kondisi ini diakibatkan oleh alkoholisme kronik.
  5. Untuk informasi yang lebih lengkap dan jelas mengenai apa saja indikasi lainnya dari Fepiram, maka kami sarankan agar supaya anda bertanya keapda dokter.

Kontraindikasi Fepiram

  • Pasien yang pernah mengalami hipersensitifitas disarankan untuk berhati-hati ketika ingin mengkonsumsi obat Fepiram agar supaya tidak mengalami hal-hal yang tidak diinginkan.
  • Ibu hamil maupun pasien yang pernah mengalami epilepsi juga sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum ingin mengkonsusmi Fepiram agar supaya tidak sampai mengalami kontraindikasi terhadap obat ini.
  • Sementara itu, bagi pasien yang pernah mengalami alergi terhadap kandungan yang ada di dalam Fepiram disarankan agar supaya mengkonsumsi dengan takaran dosis yang telah ditentukan oleh dokter.
  • Fepiram juga dikontraindikasikan terhadap pasien yang pernah mengalami penyakit ginjal.

Dosis Fepiram

Berikut ini akan kami berikan informasi mengenai seperti apa takaran dosis yang harus dikonsumsi sebelum anda menggunakan obat Fepiram.

  • Dosis awal yang diberikan kepada pasien dengan gejala psiko organik adalah sebanyak 2,4 gram dan diberikan dalam kurun waktu 6 minggu. Dosis tersebut kemudian akan dilanjutkan denan 1,2 gram per hari yang akan digunakan juga sebagai dosis pemeliharaan.
  • Dosis yang diberikan kepada pasien dengan gejala pasca trauma adalah sebanyak 800 gram dan diberikan sebanyak 3 kali dalam sehari. Jika pasien sudah mengalami khasiat dari dosis yang diberikan, maka dosis tersebut bisa mulai diturunkan alias dikurangi.
  • Untuk informasi lebih lengkap mengenai takaran dosis Fepiram, maka anda bisa bertanya kepada dokter.

Efek Samping Fepiram

  1. Efek samping yang mungkin akan anda alami selama mengkonsusmi Fepiram adalah seperti mual tanpa muntah, sakit perut, atau gangguan saluran pernapasan lainnya.
  2. Fepiram juga bisa menyebabkan pasien mengalami cepat lelah, agitasi, maupun mengalami gangguan tidur.
  3. Penggunaan Fepiram juga bisa mengakibatkan pasien menderita iritabilitas, tremor, dan bahkan bisa menyebabkan diare, terutama jika Fepiram diberikan dalam dosis yang besar dan digunakan dalam jangka waktu yang lumayan lama.
  4. Efek samping lainnya yang juga akan anda alami ketika mengkonsumsi Fepiram adalah pusing, gugup, maupun peningkatan libido.