Merk Obat D

Decamidon – Fungsi – Obat Apa – Dosis dan Efek Samping

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Decamidon termasuk ke dalam golongan obat keras yang hanya bisa didapatkan dengan menggunakan resep dokter.

Komposisi

  • Decamidon merupakan obat berbentuk sediaan injeksi yang setiap mLnya mengandung 250 mg metampiron, 50 mg amidopirin, dan 15 mg lidokain HCl

Indikasi

  • Decamidon diindikasikan untuk meredakan rasa nyeri

Mekanisme Kerja Obat

Metampiron

  • Metampiron dapat berperan sebagai analgetik, antipiretik, dan spasmolitik (melemaskan ketegangan otot) melalui beberapa mekanisme kerja.
  • Metampiron dapat menghasilkan efek analgetik dan antipiretik dengan menghambat kerja enzim siklooksigenase (cyclooxigenase / COX), yaitu COX-1 dan COX-2.
  • Enzim COX ini berperan dalam produksi prostaglandin, yaitu suatu senyawa kimia dalam tubuh yang menjadi mediator rasa nyeri.
  • Jika kerja enzim COX dihambat, maka prostaglandin tidak akan terbentuk dan rasa nyeri dapat dikurangi Selain itu, metampiron juga dapat berikatan dengan reseptor opioid di otak dan menghasilkan efek yang serupa dengan opioid endogen.
  • Opioid endogen adalah senyawa yang dihasilkan oleh tubuh (endorfin, dinorfin dan enkefalin) yang dapat meredakan rasa nyeri saat berikatan dengan reseptornya.
  • Sedangkan efek spasmolitik metampiron dihasilkan dari aktivitasnya yang dapat menghambat pelepasan ion kalsium di dalam sel.
  • Ion kalsium berperan dalam menimbulkan kontraksi otot, sehingga jika jumlah ion kalsium berkurang, otot dapat mengalami relaksasi (melemas dan tidak kaku).

Amidopirin

  • Amidopirin atau yang juga disebut aminophenazone dapat berperan sebagai analgetik, antipiretik dan antiinflamasi (mengurangi radang / pembengkakan) dengan cara menghambat produksi prostaglandin di dalam tubuh

Lidokain

  • Saat ada rangsangan dari lingkungan seperti rasa sakit, saraf sensorik yang ada di tubuh kita akan menyampaikan adanya rangsangan tersebut ke otak.
  • Setelah pesan tersebut sampai ke otak, barulah kita akan merasakan sakit tersebut.
  • Proses penyampaian ke otak ini hanya membutuhkan waktu yang sangat singkat sehingga kita bahkan tidak menyadari adanya proses ini.
  • lidokain yang terkandung dalam Decamidon ini berfungsi sebagai anestetik lokal, obat ini akan mencegah saraf sensorik mengirimkan pesan rasa sakit ke otak sehingga kita tidak akan merasakan rasa sakit tersebut.

Dosis dan Cara Penggunaan

  • Dosis Decamidon yang biasa diberikan pada pasien dewasa adalah 1-2 mL
  • Pemberian Decamidon dilakukan dengan cara disuntikkan secara intramuskular (disuntikkan ke dalam jaringan otot) sehingga hanya boleh diberikan oleh tenaga medis yang kompeten seperti dokter atau perawat

Kontraindikasi

Pasien yang memiliki kondisi-kondisi berikut tidak diperbolehkan untuk mengkonsumsi Decamidon:

  1. Hipersensitif (alergi) terhadap salah satu atau beberapa kandungan dalam Decamidon
  2. Memiliki kelainan dalam pembentukan sel darah
  3. Ibu hamil dan menyusui
  4. Hipotensi / darah rendah
  5. Porfiria

Kategori Keamanan bagi Ibu Hamil dan Menyusui

  1. Metampiron dikontraindikasikan bagi ibu hamil, terutama yang sudah memasuki trimester ketiga dan ibu menyusui karena dikhawatirkan dapat menimbulkan efek negatif bagi janin atau bayi
  2. Belum diketahui apakah amidopirin aman untuk digunakan oleh ibu hamil dan menyusui, beritahukanlah kepada dokter jika Anda sedang dalam masa kehamilan atau masa menyusui jika Anda mendapatkan resep Decamidon atau obat lainnya yang mengandung amidopirin
  3. Lidokain termasuk ke dalam kategori B, yaitu obat yang cukup aman untuk digunakan oleh ibu hamil. Lidokain diekskresikan / dikeluarkan oleh tubuh melalui ASI, beritahukanlah kepada dokter jika Anda masih dalam masa menyusui saat mendapat resep Decamidon atau obat lainnya yang mengandung lidokain

Dengan demikian, penggunaan Decamidon harus dihindari oleh ibu hamil dan menyusui

Efek Samping

Berikut adalah efek samping yang mungkin terjadi akibat penggunaan Decamidon:

  1. Agranulositosis
  2. Anemia aplastik
  3. Trombositopenia (penurunan jumlah trombosit)
  4. Hipotensi
  5. Aritmia
  6. Bradikardia
  7. Merasa pusing

Tidak semua pasien yang menggunakan Decamidon akan mengalami efek samping seperti yang disebutkan di atas. Namun, jika Anda mengalami efek samping apapun, bak yang telah disebutkan di atas maupun efek samping lainnya setelah menggunakan Decamidon, segeralah konsultasikan hal tersebut kepada dokter atau apoteker sehingga efek samping tersebut bisa segera ditindaklanjuti.

Interaksi Obat

Berikut adalah obat-obat yang dapat menimbulkan interaksi obat jika digunakan bersamaan dengan Decamidon:

  1. Obat-obat berikut dapat mengalami penurunan efek jika diberikan bersamaan dengan metampiron: acebutolol, amiloride, atenolol, klorotiazid, furosemid
  2. Obat-obat berikut dapat mengalami peningkatan efek jika digunakan bersamaan dengan metampiron: amikacin, apixaban, antithrombin II, argatroban, asam sitrat, dalteparin, enoxaparin, gentamisin, heparin, warfarin
  3. Obat-obat berikut dapat mengalami peningkatan efek samping jika digunakan bersamaan dengan metampiron: aspirin, kaptopril, celecoxib, klobetason, siklosporin, deksametason, enalapril, flutikason, ibuprofen
  4. Obat-obat berikut dapat menurunkan efek metampiron jika digunakan secara bersamaan: kolestiramin, kolestipol
  5. Lidokain dapat meningkatkan efek obat-obat berikut jika digunakan secara bersamaan: axitinib, bosutinib, cobimetinib, dofetilide, eliglustat, fentanil, flibanserin, lomitapide
  6. Obat-obat berikut dapat meningkatkan efek lidokain jika digunakan secara bersamaan: fluvoksamin, ivacaftor
  7. Fenitoin dapat meningkatkan efek lidokain jika digunakan secara bersamaan

Beritahukanlah kepada dokter mengenai obat yang sedang atau akan Anda gunakan (herbal maupun sintetis) agar dokter bisa memastikan bahwa obat tersebut aman untuk diberikan bersamaan dengan Decamidon. Jika obat tersebut ternyata tidak bisa digunakan bersamaan dengan Decamidon, dokter atau apoteker mungkin akan menyarankan pemberian jeda waktu antara pemberian Decamidon dengan obat lainnya atau mengganti salah satu obat dengan obat lain sebagai alternatif.

Perhatian

  1. Jangan memulai atau mengulangi pengobatan dengan menggunakan Decamidon tanpa menggunakan resep dokter
  2. Decamidon diberikan kepada pasien dengan cara disuntikkan secara intramuskular (ke dalam jaringan otot), pemberiannya harus dilakukan dengan cara yang benar dan di tempat yang tepat untuk menghasilkan efek yang diinginkan dan menghindari terjadinya komplikasi, oleh karena itu pemberian obat ini hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten seperti dokter atau perawat
  3. Penggunaan Decamidon dapat menimbulkan rasa pusing sehingga sebaiknya Anda menghindari mengemudikan kendaraan atau mengoperasikan alat yang akan membahayakan jika tidak dioperasikan dengan benar
  4. Jika Anda merasakan rasa sakit / tidak nyaman pada kulit di tempat penyuntikan Decamidon, Anda bisa meredakannya dengan mengompres bagian yang sakit tersebut