Merk Obat C

Ceftazidime Phapros – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Komposisi

Ceftazidime Phapros merupakan obat berbentuk sediaan injeksi yang mengandung ceftazidime sebagai senyawa aktifnya, tersedia dalam dosis 1 gram

Indikasi

Ceftazidime Phapros diindikasikan untuk penggunaan pada berbagai infeksi bakteri di berbagai bagian tubuh, yaitu : infeksi kulit,

  1. infeksi tulang dan sendi,
  2. infeksi intraabdomen,
  3. infeksi paru-paru,
  4. meningitis,
  5. pneumonia,
  6. infeksi saluran kencing

Mekanisme Kerja Obat

  • Ceftazidime yang terkandung dalam Ceftazidime Phapros adalah salah satu antibiotik dari golongan sefalosporin generasi ketiga. Ceftazidime bekerja membunuh bakteri dengan cara menghambat sintesis / pembentukan dinding sel bakteri.
  • Dinding sel bakteri terdiri atas susunan berbagai protein. Protein dibuat dengan cara menyambungkan satu asam amino dengan asam amino lainnya sehingga akan terbentuk rantai asam amino yang nantinya akan menjadi protein.
  • Ceftazidime menghambat pembentukan dinding sel dnegan cara mencegah terjadinya penyambungan asam amino sehingga protein tidak bisa dibuat, begitu pula dinding sel. Tanpa adanya dinding sel, bakteri akan menjadi lebih lemah dan menjadi lebih mudah dikalahkan oleh sistem imun tubuh.
  • Suatu antibiotik hanya bisa membasmi jenis-jenis bakteri tertentu dan tidak bisa membasmi semua jenis bakteri. Untuk itu, antibiotik untuk pengobatan infeksi pada pasien harus disesuaikan dengan jenis bakteri, idealnya didasarkan pada hasil pemeriksaan laboratorium (tapi pemeriksaan laboratorium membutuhkan waktu lebih lama dan biaya yang lebih mahal).
  • Namun, dokter yang sudah berpengalaman biasanya bisa menetapkan diagnosis yang tepat dan dapat memberikan antibiotik yang tepat untuk infeksi tertentu.
  • Ingatlah untuk selalu menggunakan antibiotik, termasuk Ceftazidime Phapros hanya saat Anda mendapatkan resep dari dokter karena pemakaian antibiotik yang tidak tepat tidak bisa menyembuhkan infeksi yang Anda alami dan mungkin malah akan membuat bakteri di tubuh Anda mengembangkan resistensi (kekebalan) terhadap antibiotik.

Dosis dan Cara Penggunaan

  1. Dosis Ceftazidime Phapros untuk infeksi tulang dan sendi: 2 g yang disuntikkan secara intravena (ke dalam pembuluh vena) setiap 12 jam
  2. Dosis Ceftazidime Phapros untuk infeksi intraabdomen: 2 g yang disuntikkan secraa intravena setiap 8 jam selama 4-7 hari
  3. Dosis Ceftazidime Phapros untuk infeksi paru-paru: 30-50 mg/kg berat badanyang disuntikkan secara intravena setiap 8 jam, dosisnya tidak boleh melebihi 6 g/hari
  4. Dosis Ceftazidime Phapros untuk meningitis dan pneumonia yang disertai dengan komplikasi: 2 g yang disuntikkan secara intravena setiap 8 jam
  5. Dosis Ceftazidime Phapros untuk pneumonia tanpa komplikasi: 0,5-1 g yang disuntikkan secara intravena setiap 8 jam
  6. Dosis Ceftazidime Phapros untuk infeksi kulit: 0,5-1 g yang disuntikkan secara intravena atau intramuskular (disuntikkan ke dalam jaringan otot) setiap 8 jam
  7. Dosis Ceftazidime Phapros untuk infeksi saluran kencing tanpa komplikasi: 250 mg yang disuntikkan secara intravena atau intamuskular setiap 12 jam
  8. Dosis Ceftazidime Phapros untuk infeksi saluran kencing dengan komplikasi: 500 mg yang disuntikkan secara intravena atau intramuskular setiap 8-12 jam
  9. Pemberian Ceftazidime Phapros dilakukan dengan cara disuntikkan secara intravena atau intramuskular sehingga pemberiannya hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten seperti dokter atau perawat

Kontraindikasi

Pasien dengan kondisi-kondisi berikut tidak diperbolehkan menggunakan Ceftazidime Phapros:

  • Hipersensitif terhadap ceftazidime atau antibiotik golongan sefalosporin

Kategori Keamanan bagi Ibu Hamil dan Menyusui

  • Ceftazidime Phapros termasuk ke dalam kategori B, yaitu obat yang cukup aman untuk digunakan oleh ibu hamil tanpa berisiko mneimbulkan efek samping yang berarti bagi janin
  • Ceftazidime merupakan salah satu obat yang diekskresikan / dikeluarkan oleh tubuh ke dalam ASI. Konsultasikanlah dengan dokter jika Anda mendapatkan resep Ceftazidime Phapros atau obat lain yang mengandung ceftazidime selama masih dalam masa menyusui

Efek Samping

Berikut adalah efek samping yang mungkin timbul setelah penggunaan Ceftazidime Phapros:

  1. Diare
  2. Phlebitis
  3. Rasa sakit / tidak nyaman pada tempat penyuntikan
  4. Ruam pada kulit
  5. Sakit perut
  6. Merasa pusing
  7. Mual muntah
  8. Pruritus

Tidak semua pasien akan mengalami efek samping di atas setelah menggunakan Ceftazidime Phapros. Namun, jika Anda merasakan efek samping apapun, baik yang telah disebutkan di atas maupun efek samping lainnya setelah menggunakan Ceftazidime Phapros, segeralah konsultasikan hal tersebut kepada dokter atau apoteker agar bisa segera ditindaklanjuti.

Interaksi Obat

Berikut adalah obat-obat yang mungkin menimbulkan interaksi jika digunakan bersamaan dengan Ceftazidime Phapros:

  • Ceftazidime Phapros dapat menurunkan efektivitas vaksin BCG (vaksin untuk TBC), kolera dan tifoid jika vaksin diberikan pada saat masih dalam masa pengobatan menggunakan ceftazidime
  • Ceftazidime Phapros dapat menurunkan efek beberapa kontrasepsi oral (bazedoxifene, estrogen terkonjugasi, estradiol, estropipate, etinilestradiol, levonorgestrel), konsultasikanlah dengan dokter, apakah Anda perlu menggunakan kontrasepsi tambahan selagi dalam masa pengobatan menggunakan Ceftazidime Phapros
  • Ceftazidime Phapros dapat meningkatkan efek warfarin jika digunakan secara bersamaan
  • Probenesid dapat meningkatkan efek Ceftazidime Phapros jika digunakan secara bersamaan

Selalu konsultasikan mengenai obat apapun (sintetis maupun herbal) yang sedang atau akan Anda gunakan kepada dokter dan/atau apoteker untuk memastikan bahwa penggunaan obat tersebut bersamaan dengan Ceftazidime Phapros tidak akan menimbulkan efek samping yang merugikan bagi Anda.

Jika ternyata obat tersebut tidak bisa digunakan bersamaan dengan Ceftazidime Phapros, dokter atau apoteker mungkin akan menyarankan pemberian jeda waktu antara pemberian Ceftazidime Phapros dengan pemberian obat lainnya atau mengganti salah satu obat dengan obat lain sebagai alternatif.

Perhatian

  1. Jangan memulai atau mengulangi pengobatan dengan menggunakan Ceftazidime Phapros tanpa menggunakan resep dokter
  2. Ceftazidime Phapros diberikan kepada pasien dengan cara disuntikkan secara intravena (ke dalam pembuluh darah vena) atau intramuskular (disuntikkan ke dalam jaringan otot), pemberiannya harus dilakukan dengan cara yang benar dan di tempat yang tepat untuk menghasilkan efek yang diinginkan dan menghindari terjadinya komplikasi, oleh karena itu pemberian obat ini hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten seperti dokter atau perawat
  3. Ceftazidime Phapros adalah antibiotik, yaitu obat yang digunakan untuk infeksi bakteri dan tidak bisa digunakan untuk mengobati infeksi akibat virus seperti flu / influenza
  4. Jika Anda merasakan rasa sakit / tidak nyaman pada kulit di tempat penyuntikan Ceftazidime Phapros, Anda bisa meredakannya dengan mengompres bagian yang sakit tersebut
  5. Perlu dilakukan penyesuaian dosis Ceftazidime Phapros pada pasien dengan penyakit ginjal
  6. Ceftazidime Phapros tersedia dalam bentuk serbuk di dalam vial, serbuk ini akan dilarutkan oleh tenaga medis sebelum diberikan kepada pasien. Ceftazidime Phapros yang telah dilarutkan hanya boleh disimpan selama 24 jam
  7. Jika belum digunakan, Ceftazidime Phapros sebaiknya disimpan pada suhu ruangan di tempat yang kering dan terlindung dari sinar matahari langsung (dalam kondisi tersimpan dalam kemasannya)