Merk Obat C

Cefmer – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Cefmer termasuk ke dalam golongan obat keras yang hanya bisa didapatkan dengan menggunakan resep dokter.

Komposisi

Cefmer tersedia dalam bentuk sediaan injeksi dalam ampul. Setiap ampul mengandung 1 g antibiotik cefpirome sulfat

Indikasi

Cefmer diindikasikan untuk pengobatan berbagai infeksi bakteri, seperti :

  1. infeksi saluran kencing,
  2. infeksi kulit dan jaringan lunak,
  3. sepsis,
  4. serta infeksi pada pasien neutropenik.

Mekanisme Kerja Obat

  • Di dunia ini kita hidup berdampingan dengan berbagai makhluk hidup, mulai dari makhluk hidup berukuran besar seperti tumbuhan dan hewan sampai makhluk hidup tidak terlihat yang berukuran kecil seperti bakteri.
  • Bakteri adalah makhluk hidup yang membutuhkan inang / makhluk hidup lain sebagai tempat untuk hidup. Oleh karena itu, tubuh kita pasti mendapat serangan dari bakteri yang sedang mencari inang setiap harinya.
  • Namun, tubuh kita telah dilengkapi dengan sistem pertahanan tubuh berupa sistem imun yang bertugas menangkal serangan tersebut sehingga serangan bakteri tidak selalu menimbulkan penyakit pada tubuh.
  • Namun, ada kalanya serangan bakteri tidak bisa diatasi oleh sistem imun dan menimbulkan penyakit, itulah saatnya untuk membantu kerja sistem imun dengan menggunakan antibiotik.
  • Bakteri merupakan salah satu makhluk hidup yang memiliki stuktur pelindung pada bagian luar selnya berupa dinding sel yang berfungsi melindungi bagian dalam sel dari zat-zat yang ada di luar sel bakteri, terutama zar-zat yang dapat membahayakan kelangsungan hidup bakteri.
  • Jika tidak memiliki dinding sel, bakteri akan sulit bertahan hidup, oleh karena itu dinding sel bakteri seringkali dijadikan target kerja antibiotik untuk membasmi bakteri tersebut.
  • Cefpirome merupakan antibiotik golongan sefalosporin, bekerja dengan cara menghambat sintesis / pembentukan dinding sel. Dengan demikian, sel bakteri menjadi lebih mudah terpapar zat-zat asing dari lingkungan sekitar dan lama kelamaan akan mati serta lebih mudah dibasmi oleh sistem imun.
  • Antibiotik sebaiknya tidak digunakan dalam jangka waktu panjang karena dapat menimbulkan superinfeksi atau infeksi sekunder, yaitu infeksi yang disebabkan oleh mikroba lain (bukan mikroba yang pertama kali menginfeksi). Hal ini terjadi karena penggunaan antibiotik dapat membunuh bakteri penginfeksi, namun juga dapat membunuh flora normal dalam tubuh kita.
  • Flora normal adalah bakteri yang hidup di dalam tubuh dalam jumlah yang tidak cukup untuk menimbulkan infeksi sehingga keberadaannya di dalam tubuh tidak menimbulkan penyakit.
  • Flora normal ikut berperan dalam mencegah terjadinya infeksi karena flora normal akan mencegah mikroba lain tinggal di ‘rumahnya’, bisa dianalogikan seperti manusia yang tidak ingin ada pengganggu masuk ke dalam rumahnya.
  • Oleh karena itu, jika kehidupan flora normal terganggu, maka mikroba lain (baik bakteri lain maupun jamur) akan lebih mudah menginfeksi tubuh kita.

Dosis dan Cara Penggunaan

  1. Dosis Cefmer untuk pengobatan infeksi saluran kencing, infeksi kulit dan jaringan lunak adalah 1 gram yang disuntikkan secara intravena (ke dalam pembuluh darah vena) atau intramuskular (ke dalam jaringan otot) setiap 12 jam
  2. Dosis Cefmer untuk pengobatan sepsis serta infeksi pada pasien neutropenik adalah 2 gram yang disuntikkan secara intravena (ke dalam pembuluh darah vena) atau intramuskular (ke dalam jaringan otot) setiap 12 jam
  3. Pemberian Cefmer dilakukan dengan cara disuntikkan secara intravena atau intramuskular sehingga pemberiannya hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten seperti dokter atau perawat

Kontraindikasi

Pasien dengan kondisi-kondisi berikut tidak diperbolehkan menggunakan Cefmer:

  • Hipersensitif (alergi) terhadap antibiotik golongan sefalosporin

Kategori Keamanan bagi Ibu Hamil dan Menyusui

  • Cefpirome termasuk ke dalam kategori C, yaitu obat yang hanya boleh digunakan oleh ibu hamil jika manfaat yang akan diperoleh melebihi risiko efek samping yang mungkin timbul pada janin
  • Cefpirome diekskresikan / dikeluarkan oleh tubuh melalui ASI, sebaiknya hindari penggunaan Cefmer pada masa menyusui untuk menghindari terjadinya efek samping negatif pada bayi

Efek Samping

Berikut adalah efek samping yang mungkin tibul stelah penggunaan Cefmer:

  1. Kolitis
  2. Diare
  3. Dyspnea
  4. Sakit kepala
  5. Phlebitis
  6. Ruam pada kulit
  7. Vaginitis
  8. Muntah

Tidak semua pasien akan mengalami efek samping di atas setelah menggunakan Cefmer. Namun, jika Anda merasakan efek samping apapun, baik yang telah disebutkan di atas maupun efek samping lainnya setelah menggunakan Cefmer, segeralah konsultasikan hal tersebut kepada dokter atau apoteker agar bisa segera ditindaklanjuti.

Interaksi Obat

Berikut adalah obat-obat yang mungkin menimbulkan interaksi jika digunakan bersamaan dengan Cefmer:

  • Cefpirome dapat menurunkan efektivitas vaksin BCG (vaksin untuk TBC), kolera dan tifoid jika vaksin diberikan pada saat masih dalam masa pengobatan menggunakan cefpirome
  • Cefpirome dapat menurunkan efek kontrasepsi oral (bazedoxifene, estrogen terkonjugasi, estradiol, estropipate, mestranol). Konsultasikanlah dengan dokter, apakah Anda perlu menggunakan kontrasepsi tambahan untuk mencegah terjadinya kegagalan kontrasepsi selama Anda menggunakan Cefmer
  • Cefpirome dapat meningkatkan efek obat-obat berikut: digoksin, probenesid
  • Penggunaan obat-obat berikut dapat saling meningkatkan efek jika digunakan bersamaan dengan cefpirome: flucloxacilin, temocillin, ticarcillin

Selalu konsultasikan mengenai obat apapun (sintetis maupun herbal) yang sedang atau akan Anda gunakan kepada dokter dan/atau apoteker untuk memastikan bahwa penggunaan obat tersebut bersamaan dengan Cefmer tidak akan menimbulkan efek samping yang merugikan bagi Anda. jika ternyata obat tersebut tidak bisa digunakan bersamaan dengan Cefmer, dokter atau apoteker mungkin akan menyarankan pemberian jeda waktu antara pemberian Cefmer dengan pemberian obat lainnya atau mengganti salah satu obat dengan obat lain sebagai alternatif.

Perhatian

  1. Jangan memulai atau mengulangi pengobatan dengan menggunakan Cefmer tanpa menggunakan resep dokter
  2. Cefmer diberikan kepada pasien dengan cara disuntikkan secara intravena (ke dalam pembuluh darah vena) atau intramuskular (disuntikkan ke dalam jaringan otot), pemberiannya harus dilakukan dengan cara yang benar dan di tempat yang tepat untuk menghasilkan efek yang diinginkan dan menghindari terjadinya komplikasi, oleh karena itu pemberian obat ini hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten seperti dokter atau perawat
  3. Cefmer adalah antibiotik, yaitu obat yang digunakan untuk infeksi bakteri dan tidak bisa digunakan untuk mengobati infeksi akibat virus seperti flu / influenza
  4. Jika Anda merasakan rasa sakit / tidak nyaman pada kulit di tempat penyuntikan Cefmer, Anda bisa meredakannya dengan mengompres bagian yang sakit tersebut
  5. Perlu dilakukan penyesuaian dosis Cefmer pada pasien dengan penyakit ginjal
  6. Cefmer tersedia dalam bentuk serbuk di dalam vial, serbuk ini akan dilarutkan oleh tenaga medis sebelum diberikan kepada pasien. Cefmer yang telah dilarutkan hanya boleh disimpan selama 24 jam
  7. Jika belum digunakan, Cefmer sebaiknya disimpan pada suhu ruangan di tempat yang kering dan terlindung dari sinar matahari langsung (dalam kondisi tersimpan dalam kemasannya)