Merk Obat C

Cebion – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Cebion merupakan salah satu jenis obat yang digolongkan ke dalam obat suplemen tambahan atau multivitamin untuk tubuh. Cebion mengandung Vitamin C yang tinggi dan mampu meningkatkan kesehatan penggunanya, mempecepat pembentukan kolagen serta mempercepat proses penyembuhan pengguna yang sedang sakit. Pengguna dapat membeli obat ini di apotik terdekat tanpa harus menggunakan resep resmi dari dokter.

Kandungan Cebion

Cebion mengandung zat aktif dengan nama-nama dibawah ini:

  • Na ascorbate 112.5 mg
  • Vitamin C 100 mg

Fungsi Cebion

Cebion memiliki fungsi atau indikasi untuk membantu mengobati beberapa jenis penyakit atau kondisi dibawah ini:

  1. Meningkatkan sistem imun atau daya tahan tubuh pengguna
  2. Mebantu mempercepat pembentukan kolagen untuk kulit
  3. Mampu menguatkan gusi
  4. Mampu menyembuhkan rinitis dan ekzema
  5. Membantu mengatasi asma
  6. Membantu mencegah dan mengobati penyakit artimia
  7. Mempercepat penyembuhan luka baik luka luar maupun luka dalam
  8. Mengurangi kadar gula atau glukosa dalam darah bagi penderita diabetes

Dosis Penggunaan Cebion

Dalam menggunakan Cebion, pengguna dapat melarutkannya dengan segelas air sebanyak 2 kali dalam sehari. Usahakan pengguna makan terlebih dahulu karena kecenderungan sifat Vitamin C yang bertentangan dengan kondisi perut kosong.

Efek Samping Cebion

Cebion diketahui hingga saat ini tidak memiliki efek samping apapun yang dimungkinkan akan dialami oleh penggunanya karena Cebion adalah salahs atu jenis obat vitamin yang fungsinya untuk membantu meningkatkan kesehatan tubuh. Namun, apabila setelah mengonsumsi Cebion pengguna mengalami gejala yang menunjukkan bahwa pengguna tidak cocok menggunakan Cebion, segera bawa pengguna ke dokter dekat untuk mendapatkan pertolongan pertama yang tepat dan pengobatan lanjutan.

Kontraindikasi Cebion

Saat akan atau sedang menggunakan Cebionterdapat beberapa jenis kondisi yang harus diketahui sehingga dapat dihindari adanya kontraindikasi. Macam-macam kondisi yang mampu memunculkan kontraindikasi diantaranya:

  • Tidak diperkenankan untuk digunakan oleh pengguna yang memiliki riwayat alergi atau hipersensitivitas terhadap penggunaan Cebion atau bahan penyusunnya
  • Pengguna dengan gangguan lambung akut seperti magh diharapkan mengonsumsi makanan berat terlebih dahulu sebelum menggunakan Cebion untuk menghindari magh kambuh.

Hal-hal Yang Harus Diperhatikan

Dalam mengonsumsi Cebion, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dengan baik dan jeli. Berikut dibawah ini macam-macam hal yang harus diperhatikan saat mengonsumsi Cebion:

  1. Jauhkan Cebion dari jangkauan anak, balita dan hewan peliharaan
  2. Simpan Cebion di suhu ruangan yang sesuai sekitar 5 hingga 30 derajat celsius
  3. Jauhkan Cebion dari paparan sinar matahari secara langsung
  4. Simpan Cebion di tempat yang kering, sejuk dan tidak lembab.
  5. Tidak diperkenankan untuk menggandakan dosis penggunaan Cebion tanpa sepengetahuan atau ijin dari dokter atau tenaga ahli medis lainnya.
  6. Tidak diperkenankan untuk membuang Cebion di saluran pembuangan seperti drainase karena dinilai mampu merusak lingkungan, kecuali diinstruksikan seperti itu
  7. Apabila penderita melewati jadwal konsumsi dosis yang ditentukan, penderita tidak boleh mengonsumsi dosis ganda pada waktu konsumsi selanjutnya
  8. Tidak diperkenankan mengonsumsi minuman alkohol selama menggunakan Cebion

Cebion Untuk Wanita Hamil

Hingga saat ini belumada pernyataan yang secara resmi menyatakan bahwa pengunaan Cebion untuk pengguna wanita yang sedang hamil atau menyusui dilarang serta belum ada juga penelitian yang mampu membuktikan bahwa penggunaan Cebion untuk pengguna yang sedang hamil atau menyusui mampu menimbulkan efek lainnya yang mampu membahayakan nyawa pengguna, janin dalma kandungan atau bayi yang sedang menyusu. Maka dari itu, penggunaan Cebion masih dianjurkan dan diperbolehkan asalkan pengguna mengonsumsinya dengan dosis yang dianjurkan dan tentu saja diharuskan adanya pengawasan ketat dari dokter.