Merk Obat C

Carbloxal – Fungsi – Obat Apa – Dosis dan Efek Samping

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Carbloxal merupakan jenis obat yang digunakan untuk perawatan pengobatan penyakit Gagal jantung kongestif, penyakit disfungsi ventrikel kiri, penyakit tekanan darah  tinggi dan juga kondisi lainnya yang biasa dialami oleh pasien. komposisi yang terkandung di dalam obat ini adalah carvedilol.

Carvedilol sendiri merupakan jenis obat yang masuk ke dalam golongan beta blokers dan juga alphablockers yang memiliki fungsi untuk memblokir zat natural yang tertentu. isalnya epinefrin dan juga jantung yang berada pada pembuluh darah. pengobatan yang biasa dipakai untuk hipertensi dan juga gagal jantung.

Komposisi obat

Carvedilol

Fungsi obat

  1. Sebagai pengobtan penyakit gagal jantung kongestif
  2. Sebagai pengobatan penyakit tekanan darah tinggi
  3. Sebagai pengobatan penyakit gejala stroke
  4. Sebagai pengobatan penyakit serangan jantung
  5. Sebagai pengobatan masalah ginjal
  6. Sebagai pengobatan penyakit hipertensi

Interaksi obat

Interaksi obat biasanya terjadi karena pasienmneggunakan jenis obat tertentu atau bisa juga saat pasien memiliki gejala penyakit atau kondisi yang membuat cara kerja obat jadi tidak maksimal. untuk itu lakukan konsultasi pada dokter dan beritahukan mengenai jenis oat yang anda gunakan. berikut informasi jenis obat yang dapat berinteraksi dengan obat carbisol:

  1. Amiodaron
  2. Antihypertensives
  3. Obat clonidine
  4. Obat Monoamine oxidase inhibitor
  5. Obat insulin
  6. Obat diltizem
  7. Obat diabetes mediacations
  8. Obat digixin.

Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan obat carbloxal

  1. Sebaiknya lakukan konsultasi terlebih dahulu sebleum pasien menggunakan obat, hal ini dilakukan untuk mendapatkan manfaat obat yang lebih jelas
  2. Untuk lebih behati-hati pada pasien yang memiliki riwayat penyakit bronkitis kronis
  3. Untuk lebih berhati-hati pada paisen yang memiliki penyakit diabetes
  4. Simpan obat pada suhu ruang dan jangan terkena sinar matahari secara langsung
  5. Jangan mengehentikan pengobatan tanpa adanya petunjuk dari dokter
  6. Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak dna juga hewan peliharaan
  7. Untuk berhati-hati pada apsien yang memiliki penyakit gagal jantung
  8. Jangan membuang obat yang sudah tidak digunakan lagi ke dalam toilet, karena akan mengkontaminasi lingkungan.
  9. Obat ini dapat menimbulkan kantuk, sebaiknya jangan menggunakan obat apabila pasien akan dalam keadaan emnegmudi dan mengoprasikan mesin
  10. Untuk lebih berhati-hati pada pasien yang memiliki riwayat penyakit gangguan fungsi hati.
  11. Untuk lebih berhati-hati pada pasien yang memiliki riwayat penyakit jantung koroner

Dosis obat

  1. Untuk pengobatan penyakit gagal jantung bisa diberikan dosis 3.125 diminum dua kali dalam sehari
  2. Untuk dosis maksimum bisa diberikan 50 mg perhari. dengan berat badan maksimum 85 kg
  3. Untuk pengobatan angina bisa diberikan 6,25 mg diminum dua kali dalam sehari
  4. Untuk dosis berkelanjutan bisa diberikan 6,25 sampai dnegan 25 mg
  5. Untuk penyakit hipertensi bisa diberikan 6,25 mg diminum dua kali dalam sehari
  6. Untuk dosis maksimu bisa dikonsumsi 50 mg/hari

Efek samping

  • Efek samping pusing
  • Efek samping detak jantung lambat
  • Efek samping disfungsi ereksi
  • Efek samping gejala diare
  • Efek samping tekanan darah rendah
  • Efek samping kelemahan
  • Efek samping peningkatan gula darah
  • Efek samping tidak nafsu makan

Kontraindikasi

  1. Jangan  memberikan obat pada pasien yang mmeiliki hipersensitivitas terhadap kandungan yang etrdapat di dalam obat
  2. Jangan menggunakan obat bersamaan dengan alkohol, penyalahgunaan alkohol dapat meningkatkan efek samping yang merugikan
  3. Obat ini kontraindikasi pada pasien yang memiliki riwayat penyakit gejala gagal ginjal
  4. Obat ini kontraindikasi pada pasien yang sedang hamil.
  5. Obat ini kontraindikasi pada pasien yang memiliki diabetes
  6. Obat ini kontraindikasi pada pasien yang memiliki penyakit jantung koroner
  7. Jangan memberikan obat pada pasien lanjut usia tanpa adanya petunjuk dari dokter